Batuan Beku
Batuan Beku : Source By Youtube

Pengertian Dan 20 Jenis Batuan Beku Menurut Para Ahli

Posted on
Pengertian Dan 20 Jenis Batuan Beku Menurut Para Ahli
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Batuan beku atau igneus rock adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan pada akhirnya mengeras, dengan atau tanpa kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) atau pada permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini bisa berasal dari setengah cair batu atau batu yang sudah ada, yang di dalam mantel atau kerak.

Batuan Beku
Batuan Beku : Source By Youtube

Umumnya, proses peleburan terjadi oleh salah satu proses berikut: temperatur suhu mengalami kenaikan, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Kurang lebih 700 jenis batuan beku telah berhasil di lakuakan penelitian dan dideskripsikan, sebagian besar batuan tersebut terbentuk dan mengalami proses di bawah permukaan kerak bumi.

Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. F groun (1947), Takeda (1970), mendefinisikan sebagai silikat magma cair pijar kental alami, suhu tinggi antara 1.500-2.5000C dan mobile (bergerak) dan ada di bagian bawah kerak bumi.

Dalam magma ada beberapa bahan yang larut, adalah mudah menguap (air, CO2, klorin, fluorin, besi, belerang, dll) yang merupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakan mineral yang umum membentuk ditemukan di batuan beku.

Pada saat magma mengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, mineral akan terbentuk. Acara ini dikenal sebagai event kristalisasi. Kristalisasi berdasarkan mineral silikat (magma), oleh NL. Bowen mengatur serangkaian dikenal sebagai Reaksi Seri Bowen.

Klasifikasi Batuan Beku

Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan terjadinya, konten SiO2, dan indeks warna. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa nama batu bervariasi bahkan dalam jenis batuan yang sama, menurut klasifikasi dasar.

Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya

Menurut Rosenbusch (1877-1976) batuan beku dibagi menjadi :

  • Effusive rock, untuk batuan beku yang terbentuk di permukaan.
  • Dike rock, untuk batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
  • Deep seated rock, untuk batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang (1962), jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuan vulkanik.

Klasifikasi berdasarkan kandungan SiO2

Menurut (C.L. Hugnes, 1962), yaitu :

  • Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalah riolit.
  • Batuan beku intermediate, apabila kandungan SiO2 antara 52% – 66%. Contohnya adalah dasit.
  • Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 antara 45% – 52%. Contohnya adalah andesit.
  • Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnya adalah basalt.

Klasifikasi berdasarkan indeks warna

Menurut ( S.J. Shand, 1943), yaitu:

  • Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
  • Mesococtik rock, apabila mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  • Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik.

Sedangkan menurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanya sebagai berikut :

  • Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
  • Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
  • Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
  • Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

Jenis-jenis batuan beku

Batuan beku dibedakan menjadi 3 yaitu :

  • Batuan beku dalam,contohnya : Batu granit, diorit, dan Gabro.
  • Batuan beku gang/ tengah,contohnya : Granit porfir.
  • Batuan beku luar,contohnya : Batu andesit, obsidian, dan basalt.

Struktur

Struktur adalah munculnya lapisan makro batu yang mencakup posisi / umum yang jelas dari lapisan batuan. Sebagian besar struktur batuan beku hanya dapat dilihat di lapangan, misalnya:

Bantal lava atau lava bantal, yang merupakan struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut, membentuk struktur seperti bantal.

  • Joint struktur

Struktur yang ditandai dengan otot-hara teratur diatur tegak lurus dengan arah aliran.

Sementara struktur dapat dilihat pada contoh batuan (tangan sampel spesimen), yaitu :

  • Masif

Yaitu jika tidak menunjukkan sifat aliran, gas jejak (tidak menunjukkan lubang) dan tidak menunjukkan fragmen lainnya tertanam dalam tubuh batuan beku.

  • Vesikular

Yaitu struktur dengan lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada saat pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan pada arah yang teratur.

  • Skoria

Yang merupakan struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur.

  • Amigdaloidal

yaitu struktur dimana lubang gas telah diisi oleh mineral sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonata.

  • Xenolitis

Yaitu struktur yang menunjukkan fragmen / fragmen batuan lain yang jatuh ke batu mengintrusi.

Secara umum, batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkan struktur yang ada di batuan beku dibentuk oleh kekar (gabungan) atau fraktur (patah tulang) dan pembekuan magma, misalnya: sendi columnar (tiang gemuk), dan terpal sendi (otot halaman dan),

Komposisi Mineral

Untuk menentukan komposisi mineral dari batuan beku, cukup dengan menggunakan indeks warna batu kristal. Atas dasar warna mineral sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  • Mineral felsik

Yaitu mineral berwarna terang, terutama terdiri dari kuarsa mineral, feldspar, dan feldspatoid muskovit.

  • Mineral mafik

Mineral gelap, terutama biotit, piroksen, olivin dan amphibol.

Di kutip dari sumber : https://id.wikipedia.org/

Baca Juga Artikel Geografi Lainnya Di bawah ini :

Demikian Pembahasan Tentang Pengertian Dan 20 Jenis Batuan Beku Menurut Para Ahli Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca DosenPendidikan.Com Aminnn … 😀

loading...