Akulturasi
Akulturasi

Pengertian Dan Bentuk Akulturasi Menurut Para Ahli

Posted on
Pengertian Dan Bentuk Akulturasi Menurut Para Ahli
5 (100%) 1 vote

Pengertian Dan Bentuk Akulturasi Menurut Para Ahli – Akulturasi adalah proses sosial yang muncul ketika sekelompok orang dengan budaya tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur budaya asing. Budaya asing secara bertahap diterima dan diolah menjadi budaya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menarik-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Hal ini terjadi dalam hal Semesta Symphony Raya.

Akulturasi
Akulturasi

Sementara itu, menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses sosial yang terjadi ketika kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu terkena budaya asing yang berbeda. Persyaratan proses akulturasi adalah senyawa (afinitas) bahwa penerimaan budaya tanpa rasa kejutan, maka keseragaman (homogenitas) sebagai nilai baru dicerna karena tingkat dan pola budaya kesamaan.

Akulturasi dapat terjadi melalui kontak budaya berbagai bentuk, antara lain, sebagai berikut.

  • Kontak sosial di semua tingkat masyarakat, beberapa orang, atau bahkan antara individu dalam dua komunitas.
  • Kontak budaya dalam situasi ramah atau situasi bermusuhan.
  • Kontak budaya antara kelompok yang mengendalikan dan dikendalikan dalam semua unsur-unsur budaya, baik di bidang ekonomi, bahasa. teknologi. masyarakat. agama, seni, dan ilmu pengetahuan.
  • Kontak budaya antara warga masyarakat berjumlah lebih atau kurang.
  • Kontak budaya antara sistem budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik.

Hasil akulturasi ditentukan oleh kekuatan setiap kebudayaan. Semakin kuat budaya yang lebih cepat menyebar. Keberadaan berbagai kelompok etnis yang ada di Indonesia, tentu akan ada pertemuan dari dua atau lebih budaya.

Dalam proses akulturasi, semua perbedaan akan berjalan beriringan dengan semua unsur persamaan yang mereka miliki sampai akhir budaya yang memiliki pengaruh kuat akan memainkan peran utama dalam proses akulturasi.

Budaya Islam Dan Budaya Akulturasi Indonesia

Jika ini hanya dapat dianggap sebagai ajaran akulturasi budaya Islam ke Indonesia dibawa oleh para pedagang Muslim yang datang dari negara-negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Mesir, dan Iran. Dengan masuknya Islam ke Nusantara, budaya Indonesia mengalami proses akulturasi yang terakhir. Metode akulturasi budaya yang digunakan adalah:

  • Perdagangan Melalui kegiatan perdagangan, pedagang Muslim memperkenalkan dan menyebarkan budaya Islam kepada rakyat Indonesia.
  • Pernikahan Islam disebarkan secara damai tanpa kekerasan, satu melalui pernikahan. Banyak penduduk setempat yang menikah dengan pedagang Muslim, sehingga akhirnya membentuk keluarga Muslim, terutama di kalangan kerajaan. Ini adalah pendiri pembentukan kerajaan Islam di Nusantara vvilayah.
  • Seni, Siapa yang tak kenal tari saman. Khas tari daerah Aceh merupakan salah satu hasil dari akulturasi Islam dengan budaya lokal. Tari Saman pada masyarakat Aceh avvalnya permainan yang dikenal sebagai “Pok Ane”. Karena itu sangat menarik, seorang pengkhotbah yang disebut Sheikh Saman syairyang menyisipkan kalimat dalam bentuk pujian pujian kepada Sang Pencipta sebagai musik dansa ini.

Dalam prosesnya, ada tiga periode akulturasi yang terjadi di Indonesia.

Periode awal

Pada periode ini, unsur-unsur Hindu-Budha sangat kuat dan terasa sangat menonjol sedangkan elemen / ciri-ciri budaya Indonesia sendiri menjadi putus asa. Terbukti dengan banyak menemukan berbagai dewa, seperti Brahma, Siwa, Wisnu dan kerajaan Budha tersebar seperti Tarumanegara, Kutai dan Kuno Mataram.

Periode abad pertengahan 

Pada periode pertengahan ini elemen Hindu-Budha dan Indonesia sudah mulai menyeimbangkan. Hal ini disebabkan unsur Hindu-Budha mulai melemah sedangkan unsur-unsur yang menonjol dari budaya Indonesia kembali sehingga kemudian menyebabkan munculnya sinkretisme (kombinasi dari dua atau lebih aliran budaya).

Hal ini dapat dilihat dalam peninggalan kerajaan di Jawa Timur seperti Kediri, Singasari dan Majapahit. Di Jawa Timur sendiri telah lahir aliran Tantrayana, yaitu aliran agama yang merupakan sinkretisme kepercayaan asli Indonesia dengan Hindu-Buddha.

Akhir Periode 

Pada periode ini, unsur-unsur budaya Indonesia lebih kuat dari periode sebelumnya, sedangkan unsur-unsur budaya Hindu-Budha semakin surut karena perkembangan politik dan ekonomi di India yang tidak stabil.

Untuk lebih memahami bentuk budaya yang telah mengalami proses akulturasi (Islam dan Hindu-Budha di Indonesia) dapat kita lihat pada uraian berikut:

Seni Bangunan 

Suatu bentuk akulturasi dalam seni bangunan dapat dilihat pada bangunan masjid, makam, istana. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar 1 di bawah ini.

Masjid Kudus Menara juga disebut Masjid Al-Aqsa dan Al-Manar, adalah bukti akulturasi yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi.

Seni Rupa

Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan. Relief patung yang menghiasi masjid, makam Islam dalam bentuk tali vegetasi tetapi terjadi juga sinkretisme (hasil perpaduan dari dua aliran seni logam), untuk mendapatkan harmoni.

Literasi dan Seni Sastra

Penyebaran Islam di Indonesia, efek pada bidang literasi atau menulis, bahwa masyarakat mulai mengenal tulisan Arab, bahkan berkembang naskah Melayu atau Arab biasanya dikenal dengan istilah Arab skrip yaitu Arab telanjang digunakan untuk menulis bahasa Melayu tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u seperti tulisan Arab. Selain itu, juga, Arab kaligrafi berkembang menjadi banyak digunakan sebagai motif dekoratif atau ukiran dan gambar boneka.

Bentuk seni sastra :

  • Saga adalah cerita atau dongeng yang berasal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Contoh saga terkenal yang Tale of 1001 Nights, Tale of Amir Hamzah, Hikayat Pandawa Lima (Hindu), Tale of Sri Rama (Hindu).
  • Chronicle adalah kisah penyair istana imajiner dan sering dianggap sebagai contoh dari peristiwa sejarah Babad Tanah Jawi (Jawa kuno), Chronicle Cirebon.
  • Mistisisme adalah sebuah buku yang membentang pertanyaan Suluk Sukarsa contoh tasawuf, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang dan sebagainya.
  • Adalah hasil dari almanak sastra sangat dekat dengan Suluk sebagai buku berbentuk nubuat, mukjizat dan penentuan baik / buruk.

Bentuk seni sastra di atas, banyak dikembangkan dalam bahasa Melayu dan Jawa.

Sistem Pemerintahan

Dalam pemerintahan, sebelum munculnya Islam ke Indonesia, pemerintah telah mengembangkan bermotif Hindu-Buddha. Tapi setelah Islam datang, banyak kerajaan runtuh Hindu-Buddha-gaya dan digantikan oleh kerajaan peran karakter Islam sebagai Samudra Pasai, Malaka, Demak dan sebagainya.

Islam sistem bermotif pemerintahan, raja gelar Sultan atau Sunan serta para wali dan jika raja meninggal tidak lagi dimakamkan dicandi / dicandikan tetapi dimakamkan dalam Islam.

Sistem Kalender

Sebelum budaya Islam di Indonesia, masyarakat Indonesia yang akrab dengan kalender, kalender Saka (Hindu kalender), yang dimulai pada 78m. Dimana kalender Saka ada nama-nama seperti hari pasar legi, Pahing, pound, upah dan kliwon.

Setelah perkembangan Islam di Indonesia, Sultan Agung dari Mataram membuat kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan bulan (lunar) seperti Hijriah (Islam).

Dalam kalender Jawa, Sultan yang besar membuat perubahan pada nama-nama bulan sebagai Muharram digantikan oleh Shura, Ramadhan digantikan oleh Pasa. Sedangkan nama-nama saat ini masih menggunakan hari sesuai dengan bahasa Arab. Tapi tetap di pasar saat ini termasuk kalender saka.

Kalender Sultan Agung ini dimulai pada tanggal 1 Syura 1555 Jawa, atau tepatnya 1 Muharram 1053 H yang bertepatan tanggal 8 Agustus 1633 M.

Demikian Pembahasan Tentang Pengertian Dan Bentuk Akulturasi Menurut Para Ahli Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀

loading...