Pengertian Dan Bunyi Hukum Permintaan Serta Faktor Yang Mempengaruhinya

Pengertian Dan Bunyi Hukum Permintaan Serta Faktor Yang Mempengaruhinya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta di dalam suatu harga dan sewaktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan sebuah barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.

Pengertian Dan Bunyi Hukum Permintaan Serta Faktor Yang Mempengaruhinya

Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menerangkan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara fase harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila dan naik jumlah barang yang diminta sedikit dan jika harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.

Dengan demikian hukum permintaan berbunyi :

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika situasi atau faktor-faktor selain dan tidak berubah (dianggap tetap).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fase Permintaan (Demand)

Harga barang itu sendiri

Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika dan naik jumlah permintaan barang tersebut akan menurun, sedangkan jika harga turun hingga jumlah permintaan barang tetao meningkat.

Harga barang substitusi (pengganti)

Harga barang kemudian jasa pengganti (substitusi) turut memengaruhi jumlah barang lalu jasa yang diminta. Bila harga dari barang substitusi lebih murah maka jamaah akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan walaupun jika harga barang substitusi naik maka orang jadi tetap menggunakan barang yang semula. Contohnya kaus merupakan pengganti kemeja. Jika dalam pasar harga kaus jauh murah dibandingkan kemeja, lalu permintaan akan kaus jauh banyak bila dibandingkan permintaan terhadap kemeja.

Harga barang komplementer (pelengkap)

Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda engine, barang komplementernya bensin. Jika harga bensin naik, jadi kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.

Kuantitas Pendapatan

Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan jadi barang dan jasa. Bila pendapatan yang diperoleh banyak maka permintaan akan barang dan jasa juga makin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan utk membeli barang juga tetao turun.

Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Umpama pendapatan Ibu Tia untuk hasil dagang minggu mulailah Rp200. 000, 00 cuma dapat untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi saat hasil dagang minggu kedua Rp400. 000, 00, Ibu Tia dapat membeli kopi sebanyak 40 kg.

Selera konsumen

Selera konsumen kepada barang dan jasa meraih memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu naik maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat jua. Misalnya, sekarang ini tidak sedikit orang yang mencari side phone yang dilengkapi servis musik dan game, sebab selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan palm telephone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.

Intensitas keperluan konsumen

Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan kepada suatu barang atau service yang tidak mendesak, jadi menyebabkan permintaan masyarakat kepada barang atau jasa ini rendah.

Sebaliknya jika kepentingan terhadap barang atau service sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang ataupun jasa tersebut menjadi naik, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas keperluan akan jas hujan makin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan maka Rp25. 000, 00 meskipun kenyataannya harga jas hujan Rp15. 000, 00.

Perkiraan harga pada masa hadapan

Apabila konsumen memperkirakan yakni harga akan naik jadi konsumen cenderung menambah besarnya barang yang dibeli sebab ada kekhawatiran harga tetao semakin mahal. Sebaliknya bila konsumen memperkirakan bahwa dan akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli.

Misalnya nyata dugaan kenaikan petunjuk harga bahan bakar minyak mengakibatkan melimpah konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bränsle atau solar yang berlimpah banyak.

Jumlah masyarakat

Pertambahan penduduk akan memengaruhi kuantitas barang yang diminta. Andai jumlah penduduk dalam salahsatu wilayah bertambah banyak, jadi barang yang diminta tetao meningkat.

Begitulah Ulasan Hukum Permintaan … 😀 Apakah Masih Ada Yang Kurang Jelas ?? 😀

Baca Selengkapnya :