Pengertian Tsunami

Pengertian Dan Penyebab Terjadinya Tsunami Serta Sistem Peringatan Dini

Posted on
Pengertian Dan Penyebab Terjadinya Tsunami Serta Sistem Peringatan Dini
5 (100%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Tsunami adalah gerakan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut dapat disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau di laut atau hit meteor. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Energi yang terkandung dalam tsunami masih pada fungsi ketinggian dan kecepatan. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan 500-1000 km per jam.

Sama dengan kecepatan pesawat. Tinggi gelombang laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, kecepatan gelombang tidak dirasakan oleh kapal yang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami akan menurun mencapai sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya telah meningkat hingga puluhan meter.

Pengertian Tsunami

Pengertian Dan Penyebab Terjadinya Tsunami Serta Sistem Peringatan Dini 

Gelombang tsunami bisa sampai puluhan kilometer dari garis pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa disebabkan karena terkena air dan bahan yang dibawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak merugikan dari tsunami yang merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tanaman, dan mengakibatkan korban jiwa manusia dan menyebabkan genangan, pencemaran air garam lahan pertanian, tanah, dan air.

Sejarawan Yunani Thucydides bernama orang pertama yang mengaitkan dengan tsunami gempa bawah laut. Tapi sampai abad ke-20, pengetahuan tentang penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian berupaya dan terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami. geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menamainya tsunami sebagai “gelombang laut seismik”.

Beberapa kondisi meteorologi, seperti siklon tropis, gelombang badai dapat menyebabkan disebut ketinggian tsunami meteor beberapa meter di atas gelombang laut normal. Ketika badai mencapai tanah, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski tidak tsunami. Gelombang bisa datang ke darat. Gelombang badai ini pernah terendam Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Daerah di sekitar Samudera Pasifik memiliki Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mengeluarkan peringatan bahwa jika ada ancaman tsunami di wilayah tersebut. Daerah di sekitar Samudera Hindia sedang membangun Sistem Peringatan Tsunami Samudera Hindia (IOTWS) akan berbasis di Indonesia. Bukti sejarah menunjukkan bahwa megatsunami mungkin terjadi, menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam.

Penyebab Terjadinya Tsunami

Tsunami dapat terjadi karena gangguan yang dapat menyebabkan perpindahan air dalam jumlah yang besar, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor atau meteorit yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami disebabkan gempa bawah laut. Dalam rekaman sejarah dari beberapa tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi, seperti letusan Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal di kerak bumi, dapat menyebabkan kenaikan dasar laut atau menjatuhkan tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air di dalamnya. Hal ini mengakibatkan aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang tsunami yang dihasilkan besar.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, di mana kecepatan bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Ketika tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km / jam dan energi adalah jalur pantai sangat merusak.

Di tengah tinggi gelombang tsunami laut hanya beberapa sentimeter hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombang bisa mencapai puluhan meter karena akumulasi air di masa lalu. Ketika tsunami mencapai pantai akan merayap di pedalaman jauh dari garis pantai dengan jangkauan beberapa ratus meter bahkan dapat mencapai beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada gangguan bumi atau kesalahan. Gempa bumi juga terjadi di zona subduksi, di mana lempeng samudera menelusup di bawah lempeng benua.

Tanah longsor di dasar laut dan puing-puing vulkanik juga dapat menyebabkan intrusi air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa bumi yang disebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, laut lantai naik-turun tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut di atasnya terganggu.

Demikian pula, kosmik atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, hal ini bisa terjadi megatsunami yang mencapai ratusan meter.

Gempa bumi yang menyebabkan tsunami

  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0-30 km).
  • Gempa dengan kekuatan minimal 6,5 pada Skala Richter.
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun.

Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Pemerintah Indonesia, dengan bantuan negara-negara donor, telah mengembangkan Dini Tsunami Warning System Indonesia (Indonesian Sistem Peringatan Dini Tsunami – InaTEWS). Sistem ini berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta.

Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika gempa terjadi yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Sistem saat ini sedang disempurnakan. Di masa depan, sistem ini akan dapat mengeluarkan peringatan tiga tingkat, sesuai dengan hasil perhitungan Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System – DSS).

Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, organisasi non-pemerintah. Indonesia adalah koordinator Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek).

Sementara ditunjuk lembaga dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sistem ini dirancang untuk dapat mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu 5 menit setelah gempa terjadi.

Sistem Peringatan Dini memiliki empat komponen: Pengetahuan tentang Bahaya dan Risiko, Peramalan, Peringatan, dan Reaksi.Observasi (Pemantauan gempa bumi dan permukaan laut), Integrasi dan Diseminasi Informasi, Kesiapsiagaan.

Bagaimana Cukup Mengerti Dengan Penjelasana Di Atas ????

Pengertian Dan Penyebab Terjadinya Tsunami Serta Sistem Peringatan Dini 

loading...