Masyarakat Madani
Masyarakat Madani

Pengertian Dan Sejarah Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Posted on

Pengertian Dan Sejarah Masyarakat Madani Menurut Para Ahli – Masyarakat Madani dalam bahasa Inggris civil society dapat diartikan sebagai masyarakat yang beradab untuk membangun, memimpin, dan kehidupan mamaknai.

Kata madani itu sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti “beradab” Istilah masyarakat madani atau beradab adalah terjemahan dari masyarakat sipil atau beradab, yang berarti bahwa masyarakat yang beradab.

Untuk pertama kalinya istilah masyarakat madani yang diajukan oleh Anwar Ibrahim, mantan wakil perdana menteri Anwar Ibrahim Malaysia. http://www.dosenpendidikan.com/

Masyarakat Madani
Masyarakat Madani

Masyarakat madani adalah sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu untuk stabilitas masyarakat. Inisiatif individu dan masyarakat akan berpikir, seni, pelaksanaan pemerintah oleh hukum dan tidak nafsu atau keinginan individu.

Dawam Rahardjo mendefinisikan masyarakat madani sebagai proses menciptakan sebuah peradaban yang mengacu pada nilai-nilai kebijakan bersama.

Dawam menjelaskan, dasar utama masyarakat madani adalah persatuan dan integrasi sosial berdasarkan aturan hidup, menghindari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan hidup di persaudaraan.

Masyarakat Madani pada prinsipnya memiliki sistemik, yaitu masyarakat yang demokratis, etika dan moralitas, transparansi, toleransi, berpotensi, aspiratif, termotivasi, berpartisipasi, konsisten memiliki perbandingan, mampu mengkoordinasikan, sederhana, sinkron, integral, mengakui, emansipasi , dan hak-hak, tapi yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis.

Masyarakat madani adalah lembaga sosial yang akan melindungi warga negara dari perwujudan kekuasaan negara yang terlalu berlebihan. Bahkan pilar utama kehidupan politik yang demokratis. Untuk masyarakat madani tidak hanya melindungi warga negara dalam menghadapi negara, tetapi juga untuk merumuskan dan mengartikulasikan aspirasi masyarakat.

A. Sejarah Masyarakat Madani

Filsuf Yunani Aristoteles (384-322) yang melihat masyarakat madani sebagai sistem negara atau identik dengan negara itu sendiri. Pandangan ini adalah tahap pertama dari sejarah wacana masyarakat sipil.

Selama masyarakat sipil Aristoteles dipahami sebagai sistem negara dengan menggunakan istilah ” koinonia politike ”, yaitu komunitas politik di mana warga dapat terlibat langsung dalam berbagai arena ekonomi-politik dan pengambilan keputusan.

Perumusan masyarakat sipil dikembangkan lebih lanjut oleh Thomas Hobbes1588-1679 M” dan John Locke (1632-1704), yang melihatnya sebagai kelanjutan dari evolusi alam society.

According Hobbes, sebagai antitesis dari negara masyarakat sipil memiliki peran untuk mengurangi konflik di masyarakat sehingga ia harus memiliki kekuasaan mutlak, sehingga ia mampu mengendalikan dan mengawasi erat pola interaksi “perilaku politik” setiap warga negara.

Berbeda dengan John Locke, kehadiran masyarakat sipil adalah untuk melindungi kebebasan dan milik setiap warga negara.

Tahap kedua, pada tahun 1767 Adam Ferguson mengembangkan wacana masyarakat madanidengan konteks sosial dan politik di Skotlandia.

Ferguson, menekankan visi etis dari masyarakat madani dalam kehidupan sosial. Pemahaman ini lahir bukan dari pengaruh dampak revolusi industri dan kapitalisme yang melahirkan kesenjangan sosial yang mencolok.

Tahap ketiga, pada tahun 1792 Thomas Paine mulai menafsirkan wacana masyarakat madani sebagai sesuatu yang bertentangan dengan lembaga-lembaga negara, bahkan ia dianggap sebagai antitesis dari Negara. Menurut pandangan ini, Negara tidak lain hanyalah kebutuhan buruk belaka.

Konsep negara yang sah, menurut aliran pemikiran ini, adalah perwujudan dari delegasi kekuasaan yang diberikan oleh masyarakat dalam rangka menciptakan sesuatu kesejahteraan bersama.

Semakin sempurna masyarakat sipil, semakin besar kemungkinan untuk mengatur kehidupan warga negaranya sendiri .

Tahap keempat, wacana masyarakat madani dikembangkan lebih lanjut oleh Hegel “1770-1837 M”, Karl Marx1818-1883 M” dan Antonio Gramsci “1891-1937 M”. Mengingat tiga masyarakat madani merupakan elemen ideologis kelas dominan.

Tahap kelima, wacana masyarakat madani sebagai reaksi terhadap sekolah Hegelian dari Alexis de Tocqueville dikembangkan “1805-1859 M”.

Pemikiran Tocqueville pada masyarakat madani sebagai kelompok kekuatan menyeimbangkan Negara.Menurut Tocqueville, kekuatan politik dan masyarakat madani adalah utama kekuatan yang membuat demokrasi Amerika memiliki daya tahan kuat.

Adapun pencarian pertama dimulai istilah masyarakat madani adalah Adam Ferguson dalam bukunya “An Essay on the History of Civil Society”, yang diterbitkan pada tahun 1773 di Skotlandia . Ferguson menekankan masyarakat sipil pada visi etis bermasyarakat.

Pemahamannya hidup digunakan untuk mengantisipasi perubahan sosial yang disebabkan oleh revolusi industri dan munculnya kapitalisme, serta perbedaan mencolok antara individu.

B. Konsep Masyarakat madani

Masyarakat madani mempunyai konsep adalah yang berwayuh wajah. Memiliki banyak makna atau arti sering ditafsirkan dengan arti yang berbeda – berbeda. Bila mengacu pada definisi dalam bahasa Inggris, itu berasal dari masyarakat madani atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer.

Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep masyarakat madani, juga didasarkan pada konsep negara kota yang dibangun dari Madinah Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 M.

Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun “masyarakat beradab” yang diperkenalkan Ibnu Khaldun, dan konsep Al Madinah al Fadhilah “Madinah sebagai Negara Utama” dinyatakan oleh filsuf al-Farabi di abad pertengahan.

Menurut Dr Ahmad Hatta, seorang peneliti di Institut Pengembangan Pesantren dan Studi Islam, Al Haramain, Piagam Madinah merupakan dokumen penting yang membuktikan bagaimana kemajuan yang sangat pesat dari masyarakat yang dibangun pada waktu itu, serta memberikan kejelasan hukum dan konfirmasi konstitusi dari masyarakat.

Bahkan, dengan menganut pendapat Hamidullah (First Written Constitutions in the World, Lahore, 1958), Madinah adalah konstitusi tertulis pertama dalam sejarah manusia.

ini menakjubkan Konstitusi telah mendirikan apa yang sekarang perdebatkan tentang hak-hak sipil “civil rights”, atau lebih dikenal dengan hak asasi manusia (HAM), jauh sebelum Deklarasi Kemerdekaan “Deklarasi Kemerdekaan Amerika, 1997”, “Perancis revolusi 1789”, dan “Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB 1948” bergema.

Sementara konsep masyarakat madani atau harta Barat dikenal sebagai masyarakat madani (civil society), muncul selama Pencerahan (Renaissance) di Eropa melalui ide-ide dari John Locke dan Immanuel Kant.

Sebagai sebuah konsep, masyarakat madani berasal dari sejarah panjang masyarakat Barat yang biasanya dipersandingkan dengan konsepsi negara (negara) .Dalam tradisi Eropa abad ke-18, gagasan masyarakat sipil dianggap sama dengan negara (the state), yang merupakan kelompok atau badan yang ingin mendominasi kelompok lain.

C. Elemen Masyarakat madani

Masyarakat madani tidak muncul untuk sendirinya. Ia membutuhkan unsur-unsur sosial yang menjadi prasyarat terwujudnya tatanan sosial konstituen madani. Beberapa dipegang oleh masyarakat madani adalah :

1. Keberadaan Area Ruang Publik

Free Public Sphere adalah ruang publik bebas sebagai sarana masyarakat ekspresi. Di daerah ruang publik adalah bahwa semua warga negara memiliki posisi yang sama dan hak untuk transaksi sosial dan politik tanpa rasa takut dan terancam oleh kekuatan – kekuatan luar masyarakat madani.

2. Demokrasi

Demokrasi adalah prasyarat lain mutlak bagi keberadaan masyarakat madani yang asli (genuine). Tanpa masyarakat madani yang demokratis mungkin tidak terwujud.Demokrasi tidak akan berjalan stabil bila tidak ada dukungan nyata dari masyarakat.Secara demokrasi umum adalah tatanan sosial dan politik yang bersumber dan dibuat oleh, dari, dan untuk warga.

3. Tenggang Rasa

Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghormati perbedaan pendapat.

4. Kemajemukan

Pluralitas atau pluralisme merupakan prasyarat lain untuk masyarakat madani. Pluralisme tidak hanya dipahami sebagai suatu sikap harus mengakui dan menerima kenyataan bahwa beragam sosial, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima perbedaan sebagai sesuatu yang alami dan kasih karunia Allah yang positif bagi masyarakat.

5. Keadilan Sosial

Keadilan sosial adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang meliputi semua aspek kehidupan: ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan kesempatan.Dengan arti lain, keadilan sosial adalah hilangnya monopoli dan konsentrasi salah satu aspek hidup yang dilakukan oleh kelompok atau golongsn tertentu.

D. Karakteristik Masyarakatmadani

Mengacu Bahmuller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya :

  • Integrasi individu – individu dan kelompok >> kelompok eksklusif ke dalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
  • Penyebaran kekuasaan yang menarik >> kepentingan yang mendominasi di masyarakat dapat dikurangi dengan kekuatan >> kekuatan alternatif.
  • Terjembataninya kepentingan >> kepentingan individu dan negara sebagai organisasi keanggotaan – organisasi sukarela dapat memberikan masukan >> masukan untuk keputusan >> keputusan pemerintah.
  • Kesetiaan luas (loyalitas) dan kepercayaan (trust) sehingga individu >> individu mengakui hubungannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri (individualis).
  • Pembebasan Masyarakat melalui lembaga >> lembaga sosial dengan berbagai perspektif.

E. Pilar Penegakan Masyarakat madani

Pilar penegakan masyarakat madani adalah lembaga yang merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mengkritik kebijakan yang diskriminatif penguasa dan mampu memperjuangkan aspirasi rakyat yang tertindas.Pilar-pilar meliputi:

1. Lembaga Swadaya Masyarakat

LSM merupakan lembaga sosial yang didirikan oleh pemerintah yang tugas utamanya adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang tertindas.

LSM dalam konteks pemberdayaan masyarakat madani kepada orang-orang yang bertanggung jawab memegang tentang hal-hal penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti pelatihan dan sosialisasi program pengembangan masyarakat.

2. Pers

Pers adalah lembaga yang berfungsi untuk mengkritik dan menjadi bagian dari kontrol sosial yang dapat menganalisa dan menerbitkan berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan warga negara. Selain itu, pers juga diharapkan untuk menyajikan berita secara obyektif dan transparan.

3. Supremasi Hukum “Rule of Law”

Setiap warga negara, baik duduk dipemerintahan atau sebagai orang harus tunduk pada aturan atau hukum.Sehingga dapat mewujudkan hak-hak dan kebebasan di antara warga negara dan antara warga dan pemerintah melalui cara-cara damai dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Aturan hukum juga memberikan jaminan dan perlindungan terhadap segala bentuk penindasan individu dan kelompok yang melanggar norma hukum dan segala bentuk penindasan hak asasi manusia.

4. Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi adalah di mana kampus aktivis (dosen dan mahasiswa) yang merupakan bagian dari kekuatan sosial dan masyarakat madaniyang bergerak melalui jalan moral Porce untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.

Namun, setiap gerakan membuatnya harus berada di jalur yang benar dan memposisikan diri pada nyata dan realitas yang benar-benar objektif dan bersuara bunga masyarakat.

Sebagai penegakan pilar bagian dari masyarakat madani, College memiliki tugas utama untuk menemukan dan menciptakan ide-ide dan alternatif yang konstruktif untuk dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

5. Partai Politik

Partai politik merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasi politik politiknya.Partai menjadi tempat ekspresi politik warga negara sehingga partai politik merupakan prasyarat bagi pembentukan masyarakat madani.

Simak Selengkapnya Link Di Bawah Ini Untuk Artikel Lainya Yaaaaa ….. !!! :

Demikian Pengertian Dan Sejarah Masyarakat Madani Menurut Para Ahli Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com 😀