Pengertian, Dasar Konformitas Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya

Pengertian, Dasar Konformitas Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
3 (60%) 2 votes

DosenPendidikan.Com – Konformitas ialah keadaan dan pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang wujud. Beberapa contoh dari konfomitas adalah ketika menengok jamaah sakit, orang akan membawakan buah atau makanan lain.

Ketika hendak mengambil dollar di ATM atau menaruh uang di bank, jamaah akan menunggu giliran dengan mengantri. Kuatnya pengaruh sosial yang terdapat dalam konformitas dibuktikan secara ilmiah pada penelitian yang dilakukan dengan Solomon Asch pada tahun 1951.

Pada penelitian Indonesia menunjukkan bahwa orang menjurus melakukan konformitas, mendapati penilaian dari orang lain karena tekanan kelompok yang dirasakan. Penelitian lain tentang konformitas pun dilakukan oleh Muzafer Sherif pada tahun 1936.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konformitas

Kohesivitas Dan Konformitas

Kohesivitas didefinisikan sebagai ketertarikan yang dirasakan oleh seseorang terhadap sebuah kelompok. ketika kohesivitas banyak atau ketika seseorang suka dan mengagumi suatu kelompok tertentu maka tekanan bagi melakukan konformitas akan naik besar.

Salah satu panduan untuk diterima oleh orang-orang tersebut adalah dengan akhirnya menjadi seperti mereka dalam penjuru hal. Sebaliknya ketika kohesivitas rendah, tekanan terhadap konformitas juga rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas memunculkan efek yang kuat bersama konformitas.

Konformitas Dan Ukuran Kelompok

Asch menemukan yakni konformitas meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah anggota kelompok. Sebaliknya penelitian-penelitian terkini malahan menunjukkan bahwa konformitas condong meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran kelompok hingga delapan orang anggota tambahan / lebih.

Jadi tampak yakni semakin besar kelompok ini, maka semakin besar jua kecenderungan seseorang untuk turut serta meskipun tingkah laku tersebut berbeda dari yang sebenarnya diinginkan.

Norma Sosial Deskriptif Dan Norma Sosial Injungtif

Norma deskriptif ialah norma yang hanya memberikan apa yang sebagian lebih besar orang lakukan pada situasi tertentu. Norma-norma ini mengakibatkan tingkah laku dengan trik memberi tahu seseorang mengenai apa yang umumnya dianggap efektif atau adaptif di dalam situasi tersebut. Sebaliknya arquetipo injungtif menetapkan tingkah laku apa yang diterima / tidak diterima pada situasi tertentu.

Akan tetapi arquetipo injungtif dapat memberikan pengaruh yang lebih kuat. Situasi ini benar karena direttiva injungtif cenderung mengalihkan atensi dari bagaimana orang bertindak pada situasi tertentu pada bagaimana mereka seharusnya bertingkah laku.

Seperti contoh melepaskan sampah sembarangan, maka mereka harus bertingkah laku utk membuang sampah ke kawasan sampah. Selain itu arquetipo injungtif juga dapat menyalakan motif sosial untuk melancarkan hal yang benar pada situasi tertentu tanpa mengindahkan apa yang orang yang lain lakukan.

Dasar-Dasar Konformitas

Pengaruh Sosial Normatif (Keinginan Untuk Disukai Dan Rasa Takut Akan Penolakan)

Salah 1 alasan penting mengapa seseorang melakukan konformitas adalah seseorang belajar bahwa dengan melancarkan konformitas bisa membantu bagi mendapatkan persetujuan dan penerimaan yang diinginkan. Sumber konformitas ini dikenal sebagai pengaruh sosial normatif karena pengaruh sosial ini meliputi perubahan tingkah laku untuk mencukupi harapan orang lain.

Umpama ketika sesorang bersama dengan teman lain yang sungguh-sungguh menyadari pentingnya kesehatan, jadi orang tersebut akan memperlihatkan kepadanya bahwa ia amat suka pada buah serta ikan segar serta bukan merokok, meskipun sesungguhnya jamaah tersebut tidak begitu hobi pada makanan itu.

Di situasi ini, jika seseorang mengubah perilakunya agar serasi dengan norma kelompok, boleh jadi juga dapat mengubah keyakinannya.

Pengaruh Sosial Informasional (Keinginan Untuk Merasa Tepat)

Dasar dari konformitas yang 2 adalah pengaruh sosial dari informasional yakni kecenderungan seseorang untuk bergantung pada jamaah lain sebagai sumber kabar tentang berbagai aspek lingkungan sosial.

Contohnya adalah turis Amerika yang mendapatkan tahu cara membeli tiket kereta di Paris boleh jadi akan mengamati perilaku jamaah Paris dengan cermat, memperhatikan ke mana mereka membeli tiket, bagaimana mereka melewati peron dan bagaimana trik mereka mencari gerbong kereta.

Dengan mengikuti langkah-langkah untuk orang lain yang jauh tahu, turis itu dapat menguasai dasar-dasar pembelian tiket kereta api di natural. Kecenderungan untuk menyesuaikan kita bergantung pada dua arah situasi seberapa besar keyakinan seseorang pada kelompok serta seberapa yakin seseorang di penilaian diri sendiri.

Pengertian, Dasar Konformitas Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya