Pengertian Hutan Lumut Serta Ciri Dan Karakteristiknya

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Untuk Indonesia kaya akan sumber daya alam dan hutannya. Hutan yang berada di indonesia juga beragam dengan ciri masing-masing. Yang salah satu jenis hutan yang kali akan diulas yakni hutan lumut. Hutan Lumut/padang lumut/tundra merupakan tumbuhan alami yang terdapat di puncak suatu pegunungan yang tinggi dengan memiliki suhu yang begitu rendah yang selalu akan tertutup oleh kabut.

Pengertian Hutan Lumut

Pengertian Hutan Lumut

Hutan lumut merupakan komunitas pegunungan tropic yang memiliki struktur yang berbeda dengan taiga. Hutan lumut terdapat di daerah yang memiliki ketinggian 2.500 m, pohon-pohonnya kerdil dan juga ditumbuhi dengan lumut dan lumut kerak.

Ciri-Ciri Hutan Lumut

Ada beberapa ciri dari hutan yang diantaranya yaitu:

  • Akibat letaknya terlalu tinggi dari permukaan air laut, udara sangat lembab dan suhu sangat rendah.
  • Banyaj pohon-pohon penuh lumut.
  • Terdapat di puncak Papua, Sumatera dan Sulawesi.

Karakteristik Hutan Lumut

Apabila seseorang yang mendaki ke puncak sebuah gunung, jika jeli melihat atau mengamati, maka akan melihat suatu perubahan-perubahan dan perbedaan pada fisiognomi hutan sejalan dengan meningkatnya ketinggian tempat (elevasi). Pohon-pohon mulai banyak digelayuti lumut, epifit, termasuk berjenis-jenis anggrek.

Atap tajuk akan mulai memendek, setinggi-tingginya sekitar 30-an meter, sembulan (emergent) semakin jarang di dapati, begitu juga banir (akar papan) dan kauliflori, yakni munculnya bunga dan buah di tanag pohon (bukan di cabang atau pucuk ranting) dan yang menyolok, mulai pada elevasi tertentu, cabang dan ranting pohon tersebut akanmenjadi bengkak-bengkok dan daun-daunnya pun akan mengecil ukurannya.

Lantai hutan di pegunungan yang penuh lumut di ceramai, yang angka-angka ini akan lebih bervariasi lagi bila menyebut batas-batas subzona vegetasi pegunungan. Dari studinya selama berpuluh-puluh tahun di kawasan malesia, van steenis menyimpulkan bahwa terdapat tiga subzona hutan pegunungan yaitu:

  • Submontana (sub-pegunungan atau disebut juga hutan pegunungan bawah), antara ketinggian 1.000 hingga 1.500 m dpl.
  • Montana (hutan pegunungan atas) antara 1.000 hingga 2.400 m.
  • Subalpin. diatas ketinggian 2.400 m.

Walaupun demikian, sebagaimana di contohkan di atas, angka-angka ini tidak berlaku mutlak. Yang dalam kasus batas-batas ketinggian zona vegetasi berlaku suatu hukum yang dikenal sebagai “efek pemampatan elevasi” (Massenerhebungseffekt;Schroter, 1926). Yakni, batas-batas elevasi ini akan semakin ‘mampat’, merendah, pada gunung-gunung yang soliter apabila dibandingkan dengan gunung-gunung di wilayah pegunungan yang tinggi dan terluas.

Yang salah satu faktor penting pembentukan hutan ini ialah suhu yang rendah dan terbentuknya awan atau kabut yang kerap menyelimuti atap tajuk. kabut ini jelas meningkatkan kelembaban udara, menghalangi cahaya matahari dan dengan demikian menurunkan laju evapotranspirasi.

Dengan meningkatnya elevasi, pohon-pohon cenderung memendek dan banyak bercabang. Epifit berupa jenis-jenis anggrek, lumut dan pakis tumbuh melimpah di batang, cabang dan di atas tanah. Presipitasi turun dalam bentuk pengembunan kabut pada dedaunan, yang kemudian jatuh menetes ke tanah. Tanh di hutan ini terbilang cukup subur namun cenderung bergambut.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Hutan Lumut Serta Ciri Dan Karakteristiknya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Most popular articles related to Pengertian Hutan Lumut Serta Ciri Dan Karakteristiknya
Shares