Pengertian Inflasi Dan Deflasi “ Dalam Ekonomi ”

Pengertian Inflasi Dan Deflasi “ Dalam Ekonomi ”
3 (60%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Karena terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997 hal tersebut sebagai puncaknya dari serangkaian Liberalisasi dari sektor perbankan sejak tahun 1980-an hal ini telah menunjukkan bahwa industry perbankan nasional belum mempunyai kelembagaan perbankan yang kokoh yang telah didukung dengan infrastruktur perbankan yang baik. Secara fundamental system perbankan Indonesia masih harus diperkuat untuk dapat menyelesaikan gejolak internal ataupun eksternal. Fundamental perbankan nasional yang terbukti belum kokoh merupakan tantangan bukan hanya bagi industri perbankan secara umum.

inflasi dan deflasi1

Tantangan dalam dunia perbankan juga selalu berubah seiring dengan perubahan yang terjadi dalam industri jasa keuangan secara umum. Untuk mewujudkan perbankan di Indonesia yang lebih kokoh perbaikan harus dilakukan diberbagai bidang. Ternyata untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi perbankan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Inflasi

Harga barang atau jasa yang tidak ada harga yang tetap dari waktu-kewaktu bahkan cenderung selalu naik hal yangb demikian diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara arus uang adan arus barang. Yang dimana arus barang harus tetap mengalir dari hasil produksi perusahaan kepasar barang dan bertemu dengan arus yang berasal dari pembelanjaan pemerintah dan rumah tangga atau konsumen. Pada kondisi yang demikian harga akan tercipta, bila arus uang dan arus barang berada dalam kesimbangan maka harga akan mengalami kestabilan, jumlah penawaran sama dengan jumlah dari permintaan, begitu juga jumlah uang yang tersedia di masyarakat. Apabila terjadi ketidak seimbangan antara penawaran dan permintaan barang serta arus uang dan arus barang saat itulah yang dinamakan inflas.

Pengertian inflasi ialah suatu proses atau peristiwa dalam perekonomian diakibatkan karena terganggunya keseimbangan antara arus uang dan arus barang atau inflasi yaitu seatu gejala yang dimana tingkat harga umum sedang mengalami kenaikan yang secara terus menerus. Apabila kenaikan yang terjadi hanya sekali walaupun persentasi yang cukup besar belum dapat dikatakan sebagai inflasi karena tidak memiliki pengaruh lanjutan, misalnya kenaikan harga-harga menjelangn bulan ramadhan atau pada hari besar lainnya hal tersebut belum dikatakan sebagai inflasi karena tidak memiliki pengaruh lebih lanjut. Kejadian seperti contoh tersebut diistilahkan sebagai kenaikan tingkat harga dan setiap peristiwa yang cenderung mendorong naiknya tingkat harga disebut sebagai gejolak inflasi. Sedangkan tingkat persentase kenaikan tingkat harga dan beberapa indeks harga dari suatu periode ke periode lain disebut denga laju inflasi.

Macam Dan Penyebab Inflasi

Secara umum penyebab dari inflasi ialah sebagai berikut :

  • Terjadinya deficit APBN
  • Kenaikan harga BBM
  • Jumlah uang yang beredar terlalu berlebihan sehingga melebihi keuntungan
  • Terjadinya eksparsi kredit
  • Tradisi masyarakat yang bersifat konsumtif seiring mengimpor barang
  • Terjadi pemberontakan
  • Pengenaan pajak pada konsumen
  • Dan terjadinya bencana alam

Sebab-sebab inflasi

  • Desakan ( tekanan ) produksi atau distribusi ( kurangnya produksi atau juga termasuk kurangnya distribusi ).
  • Terikan permitaan ( kelebihan likuiditas/uang/alat tukar ) lebih dipengaruhi dari peran Negara dalam kebijakan moneter ( ban sentral )

Inflasi digolongkan menjadi beberapa macam yang diantara sebagai berikut

Berdasarkan parah tidaknya inflasi
  • Inflasi ringan
    Inflasi yang termasuk golongan ini jika tingkatannya masih berada dibawah 10% per tahun.
  • Inflasi sedang
    Inflasiyang lajunya berada diantara 10% sampai dengan 30% per tahun
  • Inflasi berat
    Inflasi yang lajunya berada diantara 30% sampai dengan 100% per tahun
  • Hiperinflasi
    inflasi yang terjadi diatas 100% per tahun akibat yang terjadi jika inflasi diatas 100% ialah masyarakat akan mengalami ketidak percayaan terhadap pemakaian uang akibat yang lebih parah lagi ialah terjadinya kehancuran system ekonomi yang dibangun ( dialami Indonesia pada decade tahun 1966, inflasi yang terjadi yaitu 650% per tahun ).
Berdasarkan penyebabnya
  • Inflasi permintaan Agregat ( Demand pull Inflastion )
    Penyebab pertama kali inflasi jenis ini ialah adanya kenaikan permintaan total ( agregat demand ) sedangkan produksi berada pada keadaan kesempatan kerja penuh ( pull employment ). Apabila kesempatan kerja penuh tercapai maka pertambahan permintaan hanya akan menaikan harga, sedangkan kenaikan jumlah produksi tidak dapat diusahakan lagi. Inflasi jenis ini disebut inflasi jenis mumi. Bila kenaikan permintaan menyebabkan terjadinya keseimbangan GNP berada diatas GNP pada kesempatan kerja penuh maka terjadilah inflationary gap yang pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
  • Inflasi biaya ( cost push inflation )
    Inflasi biaya ini terjadi karena adanya penurunan dalam penawaran total ( agregat supply ) karena adanya kenaikan biaya produksi kenaikan biaya produksi menyebabkan adanya kenaikan harga serta produksi akan turun, jika berjalan terus-menerus maka akan terjadi cost push inflation.
Berdasarkan asal inflasi
  • Inflasi yang berasal dari dalam negeri ( domestic inflation )
    Penyebab anggaran belanja dibiayai dengan percetakan uang baru kenaikan upah dan sebagainya.

Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Masyarakat

Dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum
  • Mendorong penanaman modal spekulatif
  • Tingkat bunga meningkat
  • Adanya ketidakpastian keadaan ekonomi dimasa yang akan dating
  • Timbulnya masalah dalam neraca pembayaran
  • Daya beli masyarakat turun dikarenakan nilai mata uang turun
Dampak inflasi terhadap perekonomian secara khusus

• Dampak inflasi terhadap pendapatan
• Dampak inflasi terhadap produksi
• Dampak inflasi terhadap distribusi
• Dampak inflasi terhadap indivindu dan masyarakat

Pengaruh Infalsi

Secara umum infalsi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi disuatu Negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang berdifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, deficit neraca pembayaran dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, pengaruh inflasi secara lebih terperinci antara lain ialah :

  • Untuk masyarakat yang memiliki pendapat tetap, inflasi sangat merugikan, misalnya seorang pension pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990 uag pensiunya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya namun pada tahun yang berikutnya tahun 2003 tiga belasa tahun kemudian daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebalinya orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan seperti pengusaha tidak dirugikan dengan adanya inflasi.
  • Menyebabkan orang enggan untuk menabungh karena nilai mata uang semakin menurun.
  • Orang yang meminjam uang ke bank, inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, niali uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam.
  • Inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi dari pada kenaikan biaya produksi.

Cara Mengatasi Inflasi

  • Kebijakan moneter
    Tindakan yang dilakukan oleh bank sentaral untuk memengaruhi uang yang beredar dari kredit, kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi inflasi ialah sebagai berikut kebijak diskonto, operasi pasar terbuka, pemberian kredit selektif dan perubahan cadangan minimum.
  • Kebijakan fiscal
    Kebijakan yang menyangkut pengaturan pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan mempengaruhi harga seperti mengurangi pengeluaran Negara, menaikan atau mengefektifkan pajak, menekankan pengeluaran pemerintah dan mengadakan pnjaman pemerintah.
  • Kebijakan non moneter
    Dapat ditempuh melalui cara sperti kebijakan upah, kebijakan yang berkaitan dengan hasil produksi dan kebijakan penentuan harga dan indexing.

Deflasi

Sebagai meningkatkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang berada dimasyarakat. Deflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih sedikit dari jumlah barang yang ada. Sehingga terjadi penurunan harga-harga. Misalnya kenapa hal ini bias terjadi dalam kehidupan sehari-hari harga barang-barang elektronik semakin hari semakin murah. Hal ini terjadi karena perkembangan teknologi yang cepat sehingga supply barang teknologi dipasaran semakin banyak. Sedangkan jumlah uang yang beredar di masyrakat sedikit, sehingga barang-barang teknologi tersebut jatuh harganya. Atau deflasi bias terjadi ketika permintaan barang dari masyrakat semakin menurun dan permintaan uang dari masyrakat meningkat.

Dalam ekonomi deflasi ialah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah, deflasi ialah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyrakat maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar, dimana cara menaggulanginya ialah dengan cara menurunkan tingkat suku bunga atau yang lebih sederhana ialah dengan mencetak lebih banyak uang.

Penyabab Deflasi

  • Menurunnya persedia uang dimasyrakat
    Menurunnya jumlah persedian uang dimasyrakat ini cenderung disebabkan karena sebagian besar masyrakat menyimpan uangnya dibank masyrakat menyimpan uangnya dibank kemungkinan disebabkan oleh tungkat suku bunga yang tinggi dapat memberikan keutungan yang cukup tinggi. Sehingga dengan demikian persedian uang dimasyrakat semakin berkurang.
  • Meningkatnya persediaan barang
    Kadang kala produksi barang tdiak bias dibendung bila permintaan barang meningkat produsen cenderung terus meningkatkan produksinya pada saat kondisi seperti itu, jika jumlah barang yang diproduksi tersebut tidak habis terjual kepada konsumen dan produksi tetap dilakukan sedangkan permintaan akan barang semakin berkurang maka akan dapat meningkatkan jumlah persediaan barang dimasyarakat akibatnya harga barang tersebut semakin menurun karena jumlahnya banyak.
  • Menurunnya permintaan akan barang
    Bila permintaan akan suatu barang menurun sedangkan produksi tetap dilakukan maka cebderung hal tersebut akan menurunkan tingkat harga barang yang bersangkutan.

Dampak Deflasi

  • Kesempatan kerja berkurang karena terjadi pemecatan buruh akibat turunnya produksi barang
  • Kegiatan perekonomian mundur
  • Pajak-pajak tidak dapat ditarik oleh Negara sehingga pendapatan Negara berkurang
  • Pengusaha-pengusaha kurang bernafsu untuk memproduksi barang karena harga terus menurun.
  • Menyebabakan suku bunga disuatu Negara menjadi nol persen lalu diikuti juga dengan turunnya suku bunga pinjaman di bank.
  • Dan sebagianya

Cara Mengatasi Deflasi

Dengan memberikan stimulasi ekonomi berupa bantuan likuiditas ke sector bisnis, dengan demikian diharapkan kegiatan ekonomi kembali berputar. Pemerintahan juga dapat memotong pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk meggairahkan perekonomian. Dari sisi bank sentral pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang dimasyrakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarkannya dengan uang tunai. Selain itu juga dapat dilakukan dengan memotong suku bunga, namun seperti dijelaskan diatas memotong suku bunga bukanlah jalan keluar yang sesungguhnya tetapi hanya sekedar pengobatan sementara untuk menggairahkan ekonomi dan mengharapkan harga bergerak naik dengan sendirinya.

Pengaruh Deflasi

  • Penurunan persedian uang deflasi dapat menyebabkan menurunnya persedian uang di masyrakat dan akan menyebabkan depresi besar dan juga akan membuat pasar investasi akan mengalami kekacauan.
  • Memperlambat aktivitas ekonomi dikarenakan barang mengalami penurunan, konsumen memilikikemapuan untuk menunda belanja mereka lebih lama lagi dengan harapan harga barang akan turun lebih jauh, akibatnya aktivitas ekonomi akan melambat dan memberikan pengaruh pada spiral deflasi.
  • Dampak susulan dari melesunya kegiatan ekonomi ialah banyak pekerja yang akhirnya mengalami PHK karena pemilik bisnis tidak sanggup membayar gaji karyawannya dengan demikian pendapatan yang diterima masyrakat menjadi sedikit dan jumlah uang yang beredar di masyrakat semakin berkurang.
  • Mengakibatkan melesunya investasi disektor riil maupun dilantai bursa akibatnya ini akan menambah berat kelesua ekonomi dikarenakan tidak ada lagi aktivitas bisnis yang berjalan.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Inflasi Dan Deflasi “ Dalam Ekonomi ” ini semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda, sekian dan terima kasih. 🙂

Baca Juga: