Pengertian, Jenis Dan 4 Keuntungan Serta Kerugian Investasi Saham

Rate this post

Pengertian, Jenis Dan 4 Keuntungan Serta Kerugian Investasi Saham – Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen keuangan yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan saham menerbitkan, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis saham (efek ekuitas) dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal usaha selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

Saham Perusahaan

Saham Perusahaan

Jenis Saham

Ada beberapa jenis saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham preferen biasanya disebut sebagai campuran saham karena memiliki karakteristik mirip dengan saham biasa biasa.

Biasanya hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung pada kebutuhan perusahaan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lain-lain. Setiap kelas dengan kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri dan simbol huruf telah ada artinya apa-apa.

Karakteristik Saham

Saham Preferen

Saham preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki berbagai tingkatan, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda.
  • Tagihan Terhadap Aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi daripada saham biasa dalam hal pembagian dividen
    dividen kumulatif, jika tidak dibayar pada periode sebelumnya, dapat dibayar pada periode berjalan dan di muka dari saham biasa.
  • Konvertibilitas, ditukar menjadi saham biasa, jika kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.

Saham Biasa

Memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris.
  • Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru.
  • Perseroan terbatas, jumlah yang diberikan saja.

Kategori Saham

Ketika hal kinerja perdagangan, saham dapat dikelompokkan menjadi :

  • Blue chip stocks, saham biasa yang memiliki reputasi tinggi sebagai pemimpin dalam industri, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
  • Income stocks, saham emiten dengan kemampuan untuk membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
  • Growth stocks, yang terdiri dari terkenal dan kurang terkenal.
  • Speculative stocks, saham secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, memiliki kemungkinan berpenghasilan tinggi di masa depan, namun tidak pasti.
  • Cyclical stocks, saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro serta situasi bisnis secara umum.
  • Emerging Growth Stocks, saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat relatif kecil dan stabil meskipun kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan.
  • Defensive Stocks, saham tetap stabil dari satu periode atau kondisi tidak pasti dan resesi.

Aplikasi

Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa melalui broker. Di Indonesia, pembelian saham harus dilakukan pada kelipatan 100 lembar atau disebut juga 1 lot. Saham pecahan (tidak bulat 100 lembar) dapat diperdagangkan di atas meja. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan:

  • Peningkatan nilai modal (capital gain).
  • Mendapatkan dividen.

Saham perusahaan dengan penawaran publik pertama sebelum listing di bursa saham disebut Initial Public Offering (IPO), sedangkan jika terdaftar (listing) dan perusahaan ingin meningkatkan saham yang beredar dengan memberikan hak untuk maju ke pemegang saham yang ada untuk membeli disebut hak memesan efek terlebih dahulu yang Dahulu (HMETD) atau juga dikenal sebagai Right Issue.

Beberapa perusahaan Indonesia melakukan saham ganda listing di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek New York. Sahamnya diperdagangkan di NYSE dikenal sebagai American Depositary Receipt (ADR). Harga saham bisa naik atau turun, seiring dengan situasi yang ada.

Seperti ketika krisis keuangan pada tanggal 15 September 1998, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG juga barometer saham di Indonesia anjlok hingga mencapai nilai 292,12 poin. Pada bulan September juga, IHSG mencapai titik rendah dari 254 poin. Hal ini menyebabkan saham di negara ini berada di bawah nilai.

Dalam periode 2002-2007, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor. Misalnya pada tahun 2006 dan 2007 IHSG memposisikan diri sebagai salah satu yang terbaik melakukan indeks dunia (peringkat kedua setelah China, mencapai tingkat 2.745,826 poin).

Pada tanggal 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,262 poin sekaligus membuat sejarah sebagai tingkat indeks tertinggi dalam sejarah Indonesia. Selain itu, IHSG telah meningkat rata-rata tahunan sebesar 42,18% dibandingkan dengan indeks pergerakan indeks tertinggi meningkat di Asia.

Keuntungan dan kerugian dalam investasi saham

Pada dasarnya ada dua manfaat investor dengan membei atau memiliki saham, yaitu:

Dividen

Bagi hasil yaitu diberikan perusahaan penerbit saham pada pendapatan perusahaan, dividen yang diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham pada RUPS.

Dividen dibagikan oleh perusahaan dapat devien berarti uang tunai untuk setiap pemegang saham diberikan dalam bentuk dividen tunai dalam jumlah tertentu dolar untuk setiap saham atau bisa dalam bentuk dividen saham, yang berarti setiap dividen pemegang saham diberikan sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh investor meningkat dengan divisi The = eviden saham.

Capital Gain 

Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual, dimana harga jual lebih tinggi dari harga beli, capital gain terbentuk dengan adanya aktifitas perdagangan di pasar sekunder.

Misalnya seorang pemodal membeli saham BUMI dengan harga per lembar Rp.5000 kemudian menjualnya dengan harga Rp.5500 per lembarnya, yang berarti pemodal tersebut telah mendapatkan capital gain sebesar Rp.500 untuk setiap saham yang dijualnya. Umumnya pemodal dengan orientasi jangka pendek untuk mengejar keuntungan melalui capital gain.

Selain dua keuntungan tersebut, para pemegang saham juga memungkinkan untuk memperoleh:

Saham bonus

Saham bonus (jika ada) yang saham perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham yang diambil dari agio saham, agio saham adalah selisih antara harga jual saham dengan harga nominal ketika perusahaan awal pasar penawaran umum, misalnya, setiap saham dengan nilai nominal Rp 500 dijual dengan harga Rp 800 per saham untuk perusahaan akan memberikan tambahan modal disetor sebesar Rp 300 per saham.

Sedangkan kerugian yang bisa terjadi dalam investasi di saham, yaitu:

Tidak mendapatkan dividen

Perusahaan akan membagikan dividen jika laba operasi perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak dapat membagikan dividen jika perusahaan mengalami kerugian. Dengan demikian potensi keuntungan investor dividen untukmendapatkan ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.

Capital Loss

Dalam kegiatan perdagangan saham, tidak selalu pemodal mendapatkan capital gain atau keuntungan atas saham yang dijual. Ada saat-saat ketika investor menjual harga saham mereka lebih rendah dari harga pembelian, sehingga investor mengalami kerugian modal.

Misalnya seorang investor membeli saham pada harga Rp.5000 BUMI per saham, tetapi beberapa waktu kemudian dijual untuk Rp.4500 per saham, yang berarti bahwa investor mengalami kerugian sebesar Rp 500 per saham, kerugian disebut capital loss.

Dalam membeli dan menjual saham, kadang-kadang investor untuk menghindari potensi kerugian yang lebih besar bersama dengan terus menurunnya harga saham, investor bersedia untuk menjual saham mereka dengan harga lebih rendah dari harga pembelian, istilah ini dikenal sebagai Cut Loss.

Perusahaan bangkrut dan dilikuidasi

Jika perusahaan bangkrut, maka tentu akan berdampak langsung kepada para pemegang saham perusahaan. Sesuai dengan daftar yang aturan saham di bursa saham. Dalam kondisi perusahaan dilikuidasi, maka pemeganng saham akan mendapatkan posisi lebih rendah dari kreditur atau pemegang obligasi, dan jika ada sisa akan dibagikan kepada para pemegang saham.

Saham di delist dari bursa (delisting)

Risiko lain yang dihadapi oleh investor adalah jika saham perusahaan dikeluarkan dari bursa saham listing (pencatatan).

Sebuah pencatatan saham perusahaan di bursa saham pada umumnya karena kinerja yang buruk dari perusahaan, misalnya, dalam kurun waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan, mengalami kerugian beberapa tahun, tidak membagikan dividen berturut-turut selama beberapa tahun dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan listing aturan di bursa.

Ada juga perusahaan di delist dari bursa dengan tujuan Go Swasta, Go perusahaan swasta yang tidak merugikan investor karena perusahaan penerbit saham melakukan pembelian kembali saham yang diterbitkan.

Saham Suspend

Jika saham ditangguhkan atau diberhentikan oleh otoritas perdagangan bursa. Dengan demikian investor tidak dapat menjual saham mereka sampai saham dicabut status ditangguhkan suspend. Suspend biasanya terjadi dalam waktu singkat, misalnya dalam sesi pertama, hari pertama perdagangan, tetapi juga dapat terjadi dalam beberapa hari perdagangan.

Hal-hal yang menyebabkan saham dalam suspensi saham mengalami kenaikan harga yang luar biasa, sebuah perusahaan bangkrut oleh kreditur, atau kondisi lain yang memerlukan otoritas bursa menghentikan perdagangan untuk kemudian diminta lainnya.

Sehingga informasi tersebut belum jelas adegan spekulasi, jika setelah memperoleh informasi yang jelas, maka status suspend saham tersebut dapat dicabut oleh bursa efek dan dapat diperdagangkan lagi seperti sebelumnya.

Mekanisme Perdagangan Saham di Indonesia

Hal pertama yang harus dilakukan adalah investor harus menjadi nasabah di perusahaan sekuritas di muka. Investor membuka rekening dengan membayar deposit sebesar Rp 25 juta, sementara yang lainnya memerlukan Rp 15 juta dan seterusnya. Jumlah Bervariasi.

Pada disimpan dasarnya, batas minimal atau jumlah nominal membeli saham tidak ada tapi Bursa Efek Indonesia pembelian minimal 500 saham atau 1 lot, misalnya, harga saham perusahaan ODONG senilai Rp 100,00 maka dana minimal yang diperlukan untuk membeli satu lot equals Rp 50.000,00 (500 lembar dikali Rp 100,00) penjualan .Transaksi atau pembelian dapat dilakukan pada hari bursa.

Visit Juga :

Demikian Ulasan Tentang Pengertian, Jenis Dan 4 Keuntungan Serta Kerugian Investasi Saham Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀