Pengertian, Jenis Dan Tipe Sosialisasi Dalam Masyarakat Dan Keluarga

Pengertian, Jenis Dan Tipe Sosialisasi Dalam Masyarakat Dan Keluarga

Posted on
Pengertian, Jenis Dan Tipe Sosialisasi Dalam Masyarakat Dan Keluarga
3 (60%) 2 votes

DosenPendidikan.Com – Sosialisasi adalah proses penanaman ataupun transfer kebiasaan atau nominal dan aturan dari 1 generasi ke generasi sebagainya didalam kelompok / masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Sebab dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dilakukan oleh individu.

Pengertian, Jenis Dan Tipe Sosialisasi Dalam Masyarakat Dan Keluarga

Jenis – Jenis Sosialisasi

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi special primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Berdasarkan Goffman kedua proses ini berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal lalu tempat bekerja.

Dalam kedua institusi tersebut, terdapat segenap individu dalam situasi yang sama, terpisah dari penduduk luas dalam jangka masa kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, lalu diatur secara formal.

1. Sosialisasi Primer

Peter L. Conchyliculteur dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi mulailah yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar akhirnya menjadi anggota masyarakat (keluarga).

Sosialisasi primer berlangsung saat putra berusia 1-5 tahun / saat anak belum hadir ke sekolah. Anak dimulai mengenal anggota keluarga lalu lingkungan keluarga. Secara bertahap dan berkala dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang yang lain di sekitar keluarganya.

Di dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan buah hati menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan ragam interaksi secara terbatas dalam dalamnya. Warna kepribadian putra akan sangat ditentukan dengan warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara buah hati dengan anggota keluarga terdekatnya.

2. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu pada masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam metode resosialisasi, seseorang diberi salahsatu identitas diri yang anyar. Sedangkan pada proses desosialisasi seseorang memulai proses pencabutan identitas diri yang lama.

Tipe Sosialisasi

Setiap kelompok penduduk mempunyai standar dan gede yang berbeda. contoh, standar ‘apakah seseorang itu benar atau tidak’ di sekolah dengan kelompok sepermainannya tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut benar apabila nilai ulangannya pada atas tujuh atau bukan pernah terlambat masuk sekolah.

Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik bila solider dengan teman ataupun saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun gak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada 2 tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Formal

Sosialisasi tipe ini terjadi dan melalui sebuah lembaga-lembaga yang berwenang menurut peraturan yang berlaku dalam pelosok, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.

2. Informal

Sosialisasi tipe ini memiliki di masyarakat atau di pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, kemudian kelompok-kelompok sosial yang memiliki di dalam masyarakat.

Teliti sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah pada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai lalu norma yang berlaku pada lingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, adalah siswa bergaul dengan saudara sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi.

Dengan adanya proses soialisasi ini, siswa akan disadarkan terhadap peranan apa yang hendak ia lakukan. Siswa pun diharapkan mempunyai kesadaran di dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah ya ini termasuk anak yang baik dan disukai kawan atau tidak ? Apakah perliaku saya sudah pantas ataupun tidak ?

Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal lalu informal, namun hasilnya paling suluit untuk dipisah-pisahkan sebab individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekalian … 😀

Pengertian, Jenis Dan Tipe Sosialisasi Dalam Masyarakat Dan Keluarga