Klasifikasi batuan sedimen

Pengertian, Klasifikasi Dan Sifat Batuan Sendimen Menurut Ilmu Geografi

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk di permukaan bumi pada kondisi temperatur serta tekanan yang rendah. Batuan ini berasal dari batuan yang lebih dahulu terbentuk, yang mengalami pelapukan, erosi, dan kemudian lapukannya diangkut oleh air, udara, ataupun es, yang selanjutnya diendapkan dan berakumulasi di pada cekungan pengendapan, membentuk sedimen.

Klasifikasi batuan sedimen

Material-material sedimen itu lain terkompaksi, mengeras, mengalami litifikasi, dan terbentuklah batuan sedimen. Batuan sedimen meliputi 74% dari permukaan bumi. Diperkirakan batuan sedimen mencakup 8% dari total volume kerak bumi.

Studi tentang susunan strata batuan sedimen merupakan sumber utama untuk pendidikan ilmiah tentang sejarah bumi, termasuk Paleogeografi, paleoklimatologi lalu sejarah kehidupan. Disiplin ilmu yang mempelajari sifat-sifat lalu asal batuan sedimen dianggap sedimentologi.

Sedimentologi adalah periode dari baik geologi ataupun geografi fisik dan tumpang tindih sebagian dengan disiplin lain dalam ilmu bumi, seperti pedologi, geomorfologi, geokimia dan geologi struktur.

Klasifikasi Batuan Sedimen Berdasarkan Genesannya

Berdasarkan proses yang bertanggung jawab untuk pembentukan mereka, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat kelompok: batuan sedimen klastik, batuan sedimen biokimia (atau biogenik), batuan sedimen kimia dan grupp keempat untuk “kategori lainnya” adalah untuk batuan sedimen yang dibentuk oleh dampak vulkanisme, dan proses-proses slight lainnya.

Batuan sedimen klastik

Batuan sedimen klastik terdiri dari mineral silikat kemudian fragmen batuan yang diangkut menggunakan fluida yang bergerak (sebagai bed load, hung load, atau sebagai sedimen aliran gravitasi) dan terendapkan ketika fluida ini stop.

Batuan sedimen klastik segenap besar terdiri dari kuarsa, feldspar, fragmen batuan (litik), mineral lempung, dan mika; banyak mineral lainnya meraih hadir sebagai mineral aksesoris dan mungkin penting sebagaiselaku, ala, menurut, lokal.

Sedimen klastik, serta akhirnya menjadi batuan sedimen klastik, dibagi sesuai dengan ukuran partikel yang dominan (diameter).

Kebanyakan ahli geologi menggunakan skala ukuran butir Udden-Wentworth dan membagi sedimen terkonsolidasi menjadi tiga fraksi :

  • Kerikil (diameter> a couple of mm ).
  • Pasir (diameter 1/16 hingga 2 millimeter ).
  • Lumpur (lempung berdiameter <1/256 logistik sedang lanau berdiameter masa 1/16 dan 1/256 mm).

Klasifikasi batuan sedimen klastik sejajar skema ini; konglomerat dan breksi sebagian lebih besar terbuat dari kerikil, batupasir sebagian besar terbuat untuk pasir, dan batulumpur segenap besar terbuat dari lumpur. Subdivisi tripartit ini menyerupai dengan pembagian kategori dalam literatur yang lebih tua yakni rudit, arenit, lalu lutit.

Subbagian tiga grupp luas ini didasarkan di perbedaan dalam bentuk klas (konglomerat dan breksi), komposisi (batupasir), ukuran butir lalu / atau tekstur (batulumpur).

Batuan Sedimen Biokimia

Batuan sedimen biokimia dibuat waktu biota menggunakan bahan terlarut di udara atau air flow untuk membangun jaringan mereka.

Contohnya :

  • Sebagian luas batugamping yang terbentuk yang kerangka biota berkapur seolah-olah karang, moluska, dan foraminifera.
  • Batubara, terbentuk dari tanaman yang menghilangkan karbon untuk atmosfer dan mengkombinasikannya dengan unsur-unsur lain untuk membentuk jaringannya.
  • Endapan rijang terbentuk dari akumulasi kerangka berisi silika dari biota mikroskopis seperti radiolaria Dan diatom.

Batuan sedimen kimia

Batuan sedimen kimia terbentuk semasa konstituen mineral dalam larutan menjadi jenuh dan terpresipitasi secara anorganik. Batuan sedimen kimia yang umum meliputi batugamping oolitik dan batuan-batuan yang terdiri dari vitamin evaporit, seperti halit (batuan garam), silvit, barit kemudian gypsum.

Lain-lain

Kategori ke-4 ini termasuk batuan yang terbentuk oleh arus piroklastik, breksi impact, breksi vulkanik, dan proses relatif jarang lainnya.

Sifat-sifat Batuan Sedimen

Warna

Ragam dari batuan sedimen segenap besar ditentukan oleh besi yang terkandung didalamnya, yang merupakan unsur dengan 2 oksida utama :

  • Besi (II) oksida dan besi (III) oksida.
  • Besi (II) oksida hanya terbentuk dalam situasi anoxic dan menyebabkan batuan berwarna abu-abu atau kehijauan.
  • Besi (III) oksida hampir sering muncul dalam bentuk drinking hematit dan menyebabkan batuan berwarna kemerahan hingga kecoklatan.

Dalam iklim kering kawasan, batuan berada dalam kontak langsung dengan atmosfer dalam mana oksidasi adalah cara penting, sehingga menyebabkan batuan berwarna merah atau oranye. Sekuen tebal batuan sedimen berwarna merah yang terbentuk di iklim arid hampir sering disebut red bed. Tetapi, warna merah tidak sering berarti bahwa batuan ini terbentuk di lingkungan kawasan atau di iklim kering.

Tekstur

Ukuran, bentuk serta orientasi klas atau drinking dalam batuan disebut struktur. Tekstur adalah sifat-sfiat skala kecil dari batuan, tetapi tekstur juga cukup melimpah ditentukan oleh sifat-sifat batuan skala besar, seperti kepadatan, porositas atau permeabilitas.

Mineralogi

Kebanyakan batuan sedimen berisi baik kuarsa (terutama batuan silisiklastik) maupun kalsit ( terutama batuan karbonat).

Bertentangan dengan batuan beku lalu batuan metamorf, batuan sedimen biasanya mengandung sangat sedikit mineral utama yang berselisih. Namun, asal-usul mineral di batuan sedimen sering ekstra kompleks daripada dalam batuan beku.

Mineral dalam batuan sedimen dapat (telah) dibentuk oleh presipitasi selama sedimentasi maupun ketika terjadi diagenesis. Dalam kasus diagenesis, nutrient presipitasi dapat tumbuh tersebut semen yang lebih tua satu generasi.

Fosil

Dalam antara tiga jenis primer dari batuan, fosil amat sering ditemukan di batuan sedimen. Tidak seperti umumnya batuan beku dan batuan metamorf, batuan sedimen terbentuk pada suhu dan tekanan yang tidak merusak sisa-sisa fosil.

Seringkali fosil indonesia mungkin hanya terlihat saat belajar di bawah mikroskop (mikrofosil) atau dengan kaca pembesar atau lup.

Sistem Sedimen Primer

Struktur dalam batuan sedimen dapat dibagi ke dalam struktur ‘primer’ (terbentuk selama pengendapan) kemudian struktur ‘sekunder’ (terbentuk sesudah pengendapan). Tidak seperti struktur, struktur selalu berbentuk pilihan skala besar pada batuan yang dapat dengan mulus dipelajari di lapangan.

Sistem sedimen dapat menunjukkan sesuatu tentang lingkungan pengendapan sedimen atau dapat berfungsi utk mengindikasi di bagian dimana batuan tersebut berada semasa sebelum terjadi pembalikan ataupun gaya tektonik lainnya.

Sistem Sedimen Sekunder

Struktur sedimen sekunder adalah struktur dalam batuan sedimen yang terbentuk setelah pengendapan. Struktur ini terbentuk oleh proses kimia, fisika dan biologi dalam dalam sedimen.

Mereka sanggup menjadi indikator untuk situasi lingkungan setelah deposisi. Sedikit dapat digunakan sebagai kriteria umur relatif batuan.

Nah itu dia 😀 Definisinya batuan sendimen cukup mengertikah ?? 😀

Pengertian, Klasifikasi Dan Sifat Batuan Sendimen Menurut Ilmu Geografi