Pengertian Konjungsi Temporal Beserta Contohnya

Pengertian Konjungsi Temporal Beserta Contohnya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Untuk hal demikian dalam membuat sebuah teks cerita, kalian dapat menggunakan konjungsi “kata sambung”, temporal supaya urutan peristiwa dapat tertata secara kronologis. Konjungsi “kata sambung” merupakan kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih. Konjungsi disebut juga dengan istilah kata sambung, kata hubung dan kata penghubung.

Pengertian Konjungsi Temporal Beserta Contohnya

Dalam hal ini konjungsi temporal itu sendiri dapat diartikan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu, Konjungsi tempral merupakan konjungsi yang mengacu pada waktu dan sekaligus sebagai saran kohesi teks. Dalam teks yang berkohesi itu penting kalian perhatikan supaya keserasian setiap unsur yang disambungkan tetap terjaga, yang sehingga tercipta susunan kata yang indah dan mudah untuk dapat dipahami.

Konjungsi temporal yang menghubungkan dua hal atau peristiwa, terdiri dari dua bagian yakni konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat dan konjungsi temporal yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. Contoh konjungsi temporal antara lain yakni sebelum, ketika, sejenak, semenjak, setelah, sementara dan lain-lain.

Pembagian Konjungsi Temporal

Pada konjungsi temporal dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  • Konjungsi sederajat
  • Konjungsi tidak sederajat

Konjungsi Temporal Sederajat

“Sebelumnya, sesudahnya, lalu, kemudian, selanjutnya”

Yang biasanya digunakan pada kalimat mejemuk setara dan konjungsinya tidak boleh diletakkan di awal dan akhir kalimat.

Contoh:

  • Mereka lalu ke pergi ke pasar.
  • Sinta menyapu halaman, kemudian dia mengepel lantai.
  • Andi sedang menonton TV, sebelumnya dia sudah membersihkan kamarnya terlebih dahulu.
  • Ari sedang mengerjakan PR, sesudahnya dia dapat bermain dengan teman-temannya.
  • Ridwan sedang melakukan tes kesehatan mata, selanjutnya dia akan melakukan tes kesehatan gigi.

Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

“Apabila, Bila, Bilamana, Demi, Hingga, Ketika, Sambil, Sebelum, Sedari, Sejak, Selama, Semenjak, Sementara, Seraya, Waktu, Tatkala dan Sebagainya”

Konjungsi yang memiliki kedudukan bertingkat atau tidak sederajat dan biasanya dalam hal ini biasanya digunakan pada kalimat majemuk dan boleh diletakkan di sembarang pola kalimat “awal, tengah dan akhir kalimat”.

Contoh:

  • Abah menonton TV sambil meminum kopi.
  • Ade dibelikan sepeda apabila dia mendapat nilai 90 di ulangan.
  • Hasan demi membanti pengobatan ibunya, ia rela menjual sepeda motornya.
  • Semenjak dia menikah dengan Sari, kehidupannya menjadi lebih tenang.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Konjungsi Temporal Beserta Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: