Pengertian Lingkungan Hidup Dan 10 Faktor Penyebab Kerusakannya

Rate this post

Pengertian Lingkungan Hidup Dan 10 Faktor Penyebab Kerusakannya – Lingkungan adalah kombinasi dari kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah atau di laut, dengan institusi yang mencakup penciptaan manusia sebagai keputusan tentang bagaimana menggunakan lingkungan fisik. Lingkungan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah semua tak bernyawa tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, suara. Sementara komponen biotik adalah segalanya bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Lingkungan hidup, adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan trade off terkait Lawan lingkungan adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya sangat dipengaruhi oleh manusia.

Definisi Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997, lingkungan kesatuan dengan segala sesuatu ruang, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, di mana Republik Indonesia dalam melaksanakan kedaulatan kepulauan suara, hak berdaulat dan yurisdiksi.Di lingkungan ada ekosistem, yaitu urutan unsur-unsur lingkungan yang utuh dan unit lengkap berinteraksi untuk menyeimbangkan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan.

Mengacu pada definisi di atas, lingkungan hidup Indonesia tidak lain hanyalah sebuah Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan nilai strategis yang tinggi, bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya. Secara hukum, konsep dalam melaksanakan penegakan pengelolaan lingkungan di Indonesia adalah kepulauan.

Perjanjian internasional tentang Lingkungan

Indonesia termasuk dalam perjanjian: Keanekaragaman Hayati, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies Langka, Limbah Berbahaya, Hukum Laut, Uji Nuklir Ban, Perlindungan Lapisan Ozon, Polusi Kapal, Penebangan Hutan Tropis 83, Penebangan Hutan Tropis 94, Plain basah, Perubahan Iklim – Protokol Kyoto (UU 17/2004), Perlindungan Kehidupan Laut (1958) dengan UU 19/1961.

Masalah lingkungan di Indonesia

Bencana alam: banjir, kekeringan, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, kebakaran hutan, gunung lumpur, tanah longsor, limbah industri, limbah pariwisata, limbah rumah sakit.

Masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini:

  • Illegal logging / penebangan.
  • Polusi air dari limbah industri dan pertambangan.
  • Polusi udara di daerah perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia).
  • Asap dan kabut dari kebakaran hutan, kebakaran hutan permanen / tidak bisa dipadamkan.
  • Perambahan cagar alam / satwa liar, perburuan, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi.
  • Perusakan terumbu karang, pembuangan sampah B3 / radioaktif dari negara maju, tempat pembuangan sampah tanpa pemisahan / pengolahan.
  • Semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur, hujan asam akibat polusi udara.

Limbah rumah sakit

Hasil dari penggunaan peralatan medis padat dan cair, bahan kimia dan bagian dari tubuh manusia yang tidak dapat digunakan lagi. Limbah-pembangkit Unit di rumah sakit adalah semua unit yang menghasilkan limbah loundri, dapur, ruang operasi satuan, laboratorium, radiologi Unit, toko obat / farmasi, kantor, kantin dan lain sebagainya. pengolahan limbah padat dan cair dapat dilakukan dengan cara cara kimia dan tradisional, tetapi dalam incenarator standardisasi.

Komponen Lingkungan Hidup

Secara umum, unsur lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.

Lingkungan Biotik

Lingkungan biotik (lingkungan organik) merupakan komponen makhluk hidup yang menghuni planet bumi, terdiri atas mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia. Secara khusus, lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi: produsen, dalam hal ini tumbuhan yang memproduksi sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya;konsumen, yaitu hewan serta manusia; dan pengurai, yang merupakan mikroorganisme yang merombak dan menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati. Termasuk ke dalam kelompok pengurai adalah jamur, bakteri, dan cacing tanah.

Lingkungan Abiotik

Lingkungan abiotik merupakan kondisi yang terdapat di sekeliling makhluk hidup berupa benda mati (unsur anorganik), seperti batuan, tanah, mineral, dan udara. Lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.

Dalam sudut pandang ekologi manusia, yaitu ilmu yang mempelajari dan menganalisis hubungan timbal balik (interaksi dan interelasi) antara manusia dan lingkungannya, unsur lingkungan hidup itu dibedakan atas tiga kelompok utama, yaitu lingkungan alam (lingkungan fisik), sosial, dan budaya.

  • Lingkungan alam merupakan kondisi alamiah suatu wilayah yang meliputi kondisi iklim, tanah, fisiografi, dan batuan.
  • Lingkungan sosial adalah manusia dengan semua aktivitas dan karakternya, baik sebagai individu atau pribadi maupun makhluk sosial.
  • Lingkungan budaya adalah benda-benda hasil daya cipta manusia, seperti bangunan, karya seni, sistem kepercayaan, dan tatanan kelembagaan sosial.

Faktor Kerusakan Lingkungan

Kerusakan lingkungan akibat dua faktor  baik secara alami atau karena tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan dapat membuat ekosistem dan kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat  kerusakan lingkungan.

Faktor alam

Jumlah bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menyebabkan kerusakan lingkungan. Ini bisa menjadi bencana alam banjir, tanah longsor, tsunami, tornado, badai, letusan gunung berapi, gempa bumi atau. Selain berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya, bencana ini akan menciptakan kerusakan lingkungan.

Faktor buatan

Manusia sebagai makhluk yang cerdas dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari gaya hidup yang sederhana menuju kehidupan modern. Dengan perkembangan kehidupan, tentu saja, perlu juga untuk sangat berkembang, termasuk eksploitasi sumber daya alam perlu berlebihan.

Kerusakan lingkungan karena faktor manusia dapat mencakup keberadaan penenbangan ilegal menyebabkan banjir atau tanah longsor, dan pembuangan sampah di tempat terutama aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.

Simak Link Di Bawah Ini Untuk Artikel Lainnya :

Demikian Ulasan Tentang Pengertian Lingkungan Hidup Dan 10 Faktor Penyebab Kerusakannya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀