Pengertian Neraca Dalam Akuntansi Beserta Elemen-Elemennya

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Neraca ( Akuntansi ) : Dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan ( balance sheet atau statement of financial position ) merupakan bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntasi yang menunjukkan posisi keuangan entitastersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur yaitu :

  • Aset
  • Liabilitas
  • Dan Ekuitas

Yang dihubungan dengan persamaan akuntansi berikut ini

  • Aset = liabilitas + ekuitas

Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi ( triwulan, caturwulanan atau tahunan ).

Sebenarnya Apa Saja Elemen-Elemen Yang Ada Pada Neraca Akuntansi ??

neraca

Didalam ilmu akuntansi, neraca ialah hal yang terbilang sangat penting dan sangat utama. Neraca sangat diperlukan untuk kegiatan administrasi keuangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dan hal-hal yang lain terkait.

Ada beberapa macam neraca dengan berbagai fungsinya masing-masing. Dari beberapa macam neraca ini, dapat diketahui adanya neraca secara umum. Elemen-elemen yang terdapat dalam neraca ini dapat meliputi current assets, current liabilities, noncurrent assets, noncurrent liabilities dan owner equity, nah berikut ini penjelasanya simak ulasanya dibawah ini.

Current Assets

Current assets dalam neraca melingkupi cash dan sumber-sumber yang diharapkan dapat dikonversikan menjadi sebuah cash selama siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu 1 tahun atau bisa juga lebih. Namun ada pula pengecualian dalam current assets yaitu :

  • Cash yang dibatasi penggunaannya untuk memenuhi tujuan tertentu, seperti untuk perolehan noncurrent assets maka ini tidak termasuk dalam current assets.
  • Aset yang tidak berkaitan dengan siklus operasi perusahaan dan menggunakan dasar periode 1 tahun dalam pengklasifikasiannya. Misalnya pada note receivable yang jatuh tempo dalam 15 bulan yang berasal dari penjualan tanah dalam rangka investasi. Aset ini tetap diklasifikasikan dalam noncurrent assets meskipun siklus operasi lebih dari 15 bulan.

Current Liabilities

Current Liabilitas ialah obligasi yang diharapkan dapat dibayar menggunakan current assets atau dengan menciptakan current liabilities lain. Dapat juga berupa obligasi yang diharapkan dapat dibayar dalam jangka waktu 12 bulan ( atau selama 1 siklus operasi, atau lebih lama ), namun ada juga yang dikecualikan.

Item-item yang tidak termasuk current liabilities :

Debts Yang Akan Dilikuidasi

Dari dana yang telah diakumulasikan serta akan dilaporkan sebagai noncurrent assets, dana ini biasanya dikenal dengan ( sinking funds ).

Obligasi Jangka Pendek

Yang akan dibiayai kembali ( digantikan oleh penerbitan obligasi baru ), dengan criteria seperti :

  • Maksud perusahaan ialah untuk membiayai kembali ( refinance ) obligasi berdasarkan long-term basis.
  • Maksud perusahaan tersebut dibuktikan melalui actual refinancing setelah tanggal neraca. Namun harus pula sebelum laporan keuangan nyang diselesaikan atau keberadaan persetujuan refinancing secara eksplisit.

Callable Obligation

Callable obligation merupakan obligasi yang memenuhi syarat berikut :

  • Dibayarkan berdasarkan penagihan ( tidak memiliki tanggal jatuh tempo tertentu ) atau
  • Memiliki tanggal jatuh tempo tertentu, namun dapat ditarik jika debitur melanggar perjanjian.

Obligasi yang jatuh tempo berdasarkan penagihan dalam 1 tahun ( atau 1 siklus operasi atau yang lebih lama ), harus diklasifikasikan sebagai current. Obligasi jangka panjang juga diklasifikasikan sebagai current jika obligasi tersebut dapat ditarik pada tanggal neraca karena debitur melanggar perjanjian kontrak.

Noncurrent Assets

Noncurrent assets terdiri dari :

  • Investment
    Misalnya : stocks, bonds land, building and equipment
  • Intangible Assets
    Misalnya : goodwill, patents, trademarks, organization costs.
  • Other Noncurrent Assets
    Misalnya : Deferre Income Tax Assets

Deferred income tax berasal dari perbedaan sementara antara taxable income ( income yang menjadi subyek pajak pada formulir pajak ) dengan income before taxes yang dilaporkan pada laporan keuangan. Deferred Income Tax assets muncul saat taxable income yang melebihi income before taxes berjalan yang dilaporkan dan perbedaan tersebut yang diharapkan untuk dikembalikan pada periode yang akan datang.

Noncurrent Liabilities

Noncurrent liabilities antara lain :

  • Long-term Debt
  • Long-term Lease Obligations
  • Deferred Income Tax Liability ( kebalikan Deferred Income Tax assets )

Owners’ Equity

Contributed Capital

  • Capital stock : menunjukkan jumlah saham yang diterbitkan dikalikan dengan par value/stated value per lembar saham.
  • Additional PIC : menggambarkan investasi oleh pemegang saham, yang merupakan kelebihan dari jumlah yang dibebankan pada capital stock.

Retained Earnings

Merupakan jumlah penghasilan/pendapatan dari periode masa lalu yang tidak didistribusikan. Sebagian R/E kadang-kadang dilaporkan sebagai terbatas dan tidak tersedia untuk dividen. Pembatasan R/E ini dikenal dengan Appropriations dan dibuat untuk tujuan-tujuan tertentu.

Pengungkapan Tambahan Pada Neraca

  • Ikhtisar dari kebijakan akuntansi yang signifikan misalnya hal-hal yang berkaitan dengan motode depresiasi.
  • Informasi tamabahan untuk mendukung summary totals
  • Informasi tentang item-item yang tidak tervantum didalam laporan keuangan
  • Informasi tambahan, seperti informasi tentang segmen bisnis
  • Subsequent events/post-balance sheet events yakni kejadian-kejadian yang terjadi antara tanggal pelaporan dengan tanggal penerbitan laporan keuangan.
    Ada 2 jenis subsequent events yang meliputi :
    1. Yang berpengaruh pada angka-angka dalam laporan keuangan periode sebelumnya. Dalam hal ini terdapat informasi yang menunjukkan bahwa kondisi pada tanggal neraca berbeda dengan kondisi pada saat membuat estimasi akun-akun tertentu. Misalnya : kebangkrutan pelanggan akan mempengaruhi angka Allowance For Doubtful Accounts.
    2. Yang tidak berpengaruh pada angka-angka dalam laporan keuangan periode sebelumnya, tetapi harus dilaporkan dalam catatan atas laporan keuangan. Dalam hal ini tidak mengungkaplam perbedaan kondisi pada tangga neraca, tetapi melibatkan kejadian yang dianggap sangat signifikan. Misalnya : penjualan bonds atau capital stocks dalam jumlah yang signifikan.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Neraca Dalam Akuntansi Beserta Elemen-Elemennya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚