Pengertian, Prinsip Dan Klasifikasi Tipografi Font Untuk Belajar Dasar Design

Pengertian, Prinsip Dan Klasifikasi Tipografi Font Untuk Belajar Dasar Design
2 (40%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Tipografi  adalah seni dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan distribusi pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, untuk kenyamanan membaca maksimal. Juga dikenal sebagai seni jenis huruf (jenis desain), kerja yaitu atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai simbol suara dapat diabaikan.

Tipografi Font

Prinsip Utama Tipografi

Sebagai salah satu pembahasan dalam ilmu desain, tipografi memiliki prinsip yang sama dengan berbagai desain lainnya, ilmu membuat sesuatu yang berguna, dan mudah digunakan. Dalam konteks tipografi, tentu saja itu diterapkan ke teks. Fungsi utama dari tipografi adalah untuk membuat teks yang berguna dan mudah digunakan.

Typeface

Typeface adalah karakter yang dirancang khusus untuk digunakan bersama-sama. Sebagai karakter yang dirancang untuk digunakan bersama-sama, tentu saja, tipografi memiliki fitur desain yang sama. Arti dari fitur desain adalah karakteristik visual dari karakter dalam tipografi. Untuk mendapatkan kesamaan fitur, beberapa bagian dari karakter sering ditemukan dalam karakter lain dalam jenis huruf yang sama.

Klasifikasi Rupa Huruf

Dalam beberapa literatur tipografi, jenis huruf dapat golongankan di beberapa klasifikasi, yang berguna untuk memudahkan mengidentifikasi jenis huruf. Berdasarkan klasifikasi umum dan sering digunakan, klasifikasi berdasarkan timeline sejarahnya dan fungsinya, jenis huruf diklasifikasikan menjadi :

Blackletter / Inggris Kuno / textura, tulisan tangan berdasarkan (script) yang populer pada Abad Pertengahan (sekitar abad ke-17) di Jerman (gaya gothic) dan Irlandia (Celtic gaya).

Humanis / Venetian, tulisan tangan berdasarkan (script) gaya Romawi di Italia. Humanis disebut karena stroke seperti tulisan tangan manusia.

Old Style, Seni serif font yang memiliki bentuk jenis logam, gaya ini telah mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.

Transitional, Rupa huruf serif, pertama kali muncul sekitar 1692 oleh Philip Grandjean, bernama Roman du Roi atau “jenis huruf raja”, karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.

Modern / Didone, Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad ke-17, sebelum era modern.

Slab serif / Egytian Arts serif, muncul sekitar abad ke-19, kadang-kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni Mesir kuno dan arsitektur.

Sans-serif / Rupa huruf tanpa kait

Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.

Geometris Sans-serif, dalam bentuk huruf tersebut berdasarkan bentuk geometris, seperti lingkaran persegi panjang dan segitiga.

Sans-serif humanis, bentuk huruf seperti tulisan tangan manusia.

Display / dekoratif, muncul sekitar abad ke-19, untuk mengatasi kebutuhan di dunia periklanan. Karakter adalah ukurannya yang besar.

Script dan Kursif, menyerupai tulisan tangan – tulisan tangan manusia. Script, huruf kecil dan terhubung satu sama lain, sementara Cursive tidak.

Selain itu ada juga klasifikasi tersebut didasarkan pada bentuk huruf :

Roman, awalnya koleksi ibukota seperti yang biasa ditemukan di pilar dan prasasti Romawi, tetapi kemudian berkembang menjadi definisi semua surat-surat yang telah mendominasi garis lurus karakteristik tegak dan kaku.

  • Serif, dengan karakteristik memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, juga siripan memfasilitasi huruf diukir ke batu.
  • Egyptian, atau dikenal sebagai slab serif. Karakter adalah kaki / sirip / serif yang berbentuk seperti papan persegi dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kokoh dan stabil.
  • Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip / serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

Script, merupakan goresan pena kerajinan tangan, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang dihasilkan sifast pribadi dan akrab.

Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Di Kutip Dari Sumber : wikipedia.org

Demikian Pembahasan Tentang Pengertian, Prinsip Dan Klasifikasi Tipografi Font Untuk Belajar Dasar Design Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com … 😀