Pengertian, Proses Terjadinya Dan Macam Jenis Hutan Di Indonesia

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat dengan pepohonan dan tumbuhan sebagainya. Kawasan-kawasan semacam ini memiliki di wilayah-wilayah yang besar di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), home hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, serta merupakan salah satu arah biosfer Bumi yang amat penting.

Pengertian, Proses Terjadinya Dan Macam Jenis Hutan Di Indonesia

Hutan adalah gaya kehidupan yang tersebar pada seluruh dunia. Kita meraih menemukan hutan baik dalam daerah tropis maupun wilayah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil ataupun di benua besar.

Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati kota yang cukup luas.

Macam-Macam Hutan

Menurut Asal

Hutan yang bermula dari biji, tunas, juga campuran antara biji kemudian tunas.

  • Hutan yang bermakas dari biji disebut pun ‘hutan tinggi’ karena pepohonan yang tumbuh dari biji cenderung
  • menjadi lebih banyak dan dapat mencapai umur lebih lanjut.
  • Hutan yang berasal dari tunas dianggap ‘hutan rendah’ dengan tanda sebaliknya.
  • Hutan campuran, akibat karenanya, disebut ‘hutan sedang’.

Penggolongan lain menurut asal adalah

  • Hutan perawan (primer) merupakan hutan yang tena asli dan belum sempat dibuka oleh manusia.
  • Hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau kerusakan lumayan luas.

Akibatnya, pepohonan di hutan sekunder hampir sering terlihat lebih pendek kemudian kecil. Namun jika dibiarkan tanpa gangguan untuk masa yang panjang, kita mengenai sulit membedakan hutan sek dari hutan primer. Dalam bawah kondisi yang pantas, hutan sekunder akan meraih pulih menjadi hutan special primer setelah berusia ratusan tahun.

Berdasarkan Letak Geografisnya

  • Hutan tropika, yakni hutan-hutan pada daerah khatulistiwa.
  • Hutan temperate, hutan-hutan di daerah empat musim (antara garis lintang 23,5º – 66º).
  • Hutan boreal, hutan-hutan di daerah lingkar kutub.

Berdasarkan Sifat-Sifat Musimannya

  • Hutan hujan, dengan tidak sedikit musim hujan.
  • Hutan selalu hijau.
  • Hutan musim atau hutan gugur daun.
  • Hutan sabana, pada tempat-tempat yang musim kemaraunya panjang. Dll.
  • Hutan wisata.

Berdasarkan Ketinggian Tempatnya

  • Hutan pantai.
  • Hutan dataran rendah.
  • Hutan pegunungan bawah.
  • Hutan pegunungan arah.
  • Hutan kabut.
  • Hutan elfin.

Berdasarkan Situasi Tanahnya

  • Hutan rawa air-tawar atau hutan rawa.
  • Hutan rawa gambut.
  • Hutan rawa bakau, atau hutan bakau.
  • Hutan kerangas.
  • Hutan tanah kapur.

Berdasarkan Jenis Pohon Yang Dominan

  • Hutan jati, Jawa Timur.
  • Hutan pinus,  di Aceh.
  • Hutan dipterokarpa, di Sumatra dan Kalimantan.
  • Hutan ekaliptus, di Nusa Tenggara. Dll.

Berdasarkan Sifat-sifat Pembuatannya

  • Hutan alam.
  • Hutan buatan.
  • Hutan rakyat.
  • Hutan kota.
  • Hutan tanaman industriDll.

Jenis-jenis Hutan di Indonesia

Berdasarkan Biogeografi

Kepulauan Nusantara adalah relief alam yang terbentuk dari rédigée pertemuan antara tiga lempeng bumi. Hingga hari indonesia pun, ketiga lempeng bumi itu masih terus saling mendekat. Akibatnya, antara yang lain, gempa bumi sering timbul di negeri kepulauan di sini..

Sejarah pembentukan Kepulauan Nusantara di sabuk khatulistiwa tersebut menghasilkan tiga kawasan biogeografi utama, yaitu: Paparan Sunda, Wallacea, dan Paparan Sahul. Masing-masing kawasan biogeografi ialah cerminan dari sebaran motif kehidupan berdasarkan perbedaan permukaan fisik buminya.

Kawasan Paparan Sunda (di bagian barat)

Paparan Sunda adalah lempeng bumi yang bergerak dri Kawasan Oriental (Benua Asia) dan berada di sisi barat Garis Wallace. Garis Wallace merupakan suatu garis khayal pembatas antara tempat flora fauna di Paparan Sunda dan di periode lebih timur Indonesia.

Garis ini bergerak dari utara ke selatan, antara Kalimantan dan Sulawesi, serta masa Bali dan Lombok. Garis ini mengikuti nama biolog Alfred Russel Wallace yang, pada 1858, memperlihatkan yakni persebaran flora fauna pada Sumatera, Kalimantan, Jawa, lalu Bali lebih mirip dengan yang ada di daratan Benua Asia.

Kawasan Paparan Sahul (di bagian timur)

Paparan Sahul adalah lempeng bumi yang bergerak untuk Kawasan Australesia (Benua Australia) dan berada di sisi timur Garis Weber. Garis Weber adalah sebuah garis khayal pembatas antara lingkungan flora fauna di Paparan Sahul dan di periode lebih barat Indonesia.

Garis ini membujur dari utara ke selatan antara Kepulauan Maluku dan Papua dan antara Nusa Tenggara Timur dan Australia. Garis indonesia mengikuti nama biolog Utmost Weber yang, sekitar 1902, memperlihatkan bahwa persebaran botánica fauna di kawasan indonesia lebih serupa dengan yang ada di Benua Quotes.

Kawasan Wallace / Laut Dalam (di bagian tengah)

Lempeng bumi pinggiran Okazaki, japan Timur ini bergerak pada sela Garis Wallace lalu Garis Weber. Kawasan sekarang mencakup Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara), serta Kepulauan Maluku.

Flora fauna di kawasan ini melimpah merupakan jenis-jenis endemik (hanya ditemukan di tempat bersangkutan, tidak ditemukan di periode lain manapun di dunia). Namun, kawasan ini pun memiliki unsur-unsur baik yang Kawasan Oriental maupun yang Kawasan Australesia.

Wallace berpendapat bahwa laut tertutup sera pada Zaman Es hingga tumbuhan dan satwa dalam Asia dan Australia meraih menyeberang dan berkumpul pada Nusantara.

Walaupun jenis bacteria fauna Asia tetap jauh banyak terdapat di periode barat dan jenis botánica fauna Australia di periode timur, hal ini disebabkan Kawasan Wallace dulu ialah palung laut yang amat dalam sehingga fauna sukar untuk melintasinya dan botánica berhenti menyebar.

Nah bagaimana sobat cukup banyak bukan jenis hutan itu … 😀

Ayo lestarikan hutan kita untuk masa depan generasi penerus bangsa .. 😀

Pengertian, Proses Terjadinya Dan Macam Jenis Hutan Di Indonesia