Penjelasan Amphibia Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya

Posted on
Penjelasan Amphibia Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya
5 (100%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Amphibian berasal dari bahasa Yunani yakni “ Amphi ” yang berarti “ Kedua ” dan “ Bios ” yang berarti “ Hidup ”. Amphibia dapat hidup di darat maupun di air tawar. Amphibia ini pertama kali muncul zaman Devonian yakni Era Paleozoic yakni sekitar 350 juta tahun lalu. Pada Amphibia muda dapat hidup di air dengan menggunakan alat pernapasan yang berupa insang dan saat sudah meranjak dewasa akan hidup didarat dengan menggunakan alat pernapasan yang berupa paru-paru.

Penjelasan Amphibia Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya
Pada Amphibia ini memiliki kulit yang selalu basah yang berguna dalam membantu pernapasan karena kulitnya yang mengandung berbagai pembuluh darah. Amphibia dapat bergerak dengan menggunakan empat kaki. Dan pada perkembangbiakan Amphibia dimana Amphibia berkembangbiak dengan bertelur yang pembuahannya dilakukan secara eksternal. Amphibia yang bertelur akan menuju ke air untuk mengeluarkan telur-telurnya. Amphibia mengalami metamorfosis mulai dari zigot >> embrio >> berudu >> katak kecil >> katak dewasa.

Ciri-Ciri Umum Amphibia

Dari setiap jenis-jenis amphibia memiliki ciri-ciri yang berbeda dan ada juga yang memiliki kesamaan dimana yang dimana kali ini dapat disimpulkan ciri-ciri umum amphibia, simak dibawah ini.

  • Amphibia memiliki dua pasang kaki yang digunakan untuk berjalan, melompat dan berenang. Contohnya pada katak, kaki katak pada bagian belakang lebih panjang dari pada kaki depannya. Rangka kaki bagoan depan terdiri dari humerus, radioulna, karpal, metacarpal dan falang ( tulang jari-jari ). Sedangkan rangka kaki belakang ialah terdiri dari femur, tibio-fibula, tarsal, metatarsal dan falang. Pada kaki depan memiliki empat jari, sedangkan pada kaki belakang memiliki lima jari dimana diantara jari-jari tersebut terdapat selaput renang.
  • Bagian-bagian tubuh amphibia ialah kepala dan badan seperti katak atau kepala, badan ekor seperti yang terdapat pada salamander.
  • Kulit yang lunak, berkelenjar dan juga selalu basah, kulit amphibia tidak bersisik kecuali salamander. Diantara kulit dan jaringan otot dimana dibawahnya terdapat berupa rongga yang berisi cairan limfa. Pada bangkong yang berwarna cerah, kulitnya menghasilkan cairan beracun bagi hewan lainnya.
  • Pernapasan Amphibia berupa insang, kulit dan juga paru-paru. Seperti katak dewasa yang bernapas dengan menggunakan paru-paru yang berupa kantong-kantong dengan dinding yang memiliki sejumlah ruangan.
  • Amphibia merupakan hewan yang berdarah dingin ( poikiloterm ).
  • Pada jantung Amphibia yang terdiri atas tiga ruangan, tiga ruangan itu ialah satu ventrikel dan dua untuk atrium. Merupakan peredaran darah tertutup ganda, artinya darah akan dua kali melwati jantung pada satu kali peredaran.
  • Sistem pencernaan lengkap yakni mulai dari mulut, faring, esophagus ( kerongkongan ), lambung, usus dan rectum yang langsung bersatu dengan kloaka. Contohnya katak memiliki mulut yang sangat lebar dan juga gigi-gigi yang kecil di sepanjang rahang atas. Di langit-langit mulut terdapat gigi vormer. Kidah yang bercabang dua pada bagian ujungnya dan pada permukaannya mengandung zat perekat yang digunakan untuk menangkap serangga. Amphibia juga memiliki hati, kantong empedu dan pankreas.
  • Sistem eksresi berupa ginjal tipe mesonefroid dan saluran kemih ( saluran wolf atau saluran mesonefros ) yang membawa secret ke kloaka. Amphibia juga memiliki kandung kemih yang ada disebelah sisi ventral kloaka.
  • Sistem indra pada amphibia terdiri atas mata, lubang hidung dan juga telinga . pada mata dilindungi oleh membrane niktitans ( selaput tidur ), kelopak mata atas dan kelopkan matah bawah. Hidup amphibia memiliki dua lubang hidung ( nares ) yang berhubungan dengan rongga mulut melalui koane. Sedangkan pada telinga, berkembang biak karena terdiri atas dua bagian yaitu telinga tengah dan telinga dalam dan tidak memiliki telinga luar. Pada telinga yang ada di bagian tengah berhubungan dengan faring yang melalui tabung Eustachius. Katak dan bangkong memiliki selaput telinga yang disebut dengan membrane timpani pada bagian telinga tengah. Pada salamander tidak memiliki selaput telinga, sehingga hanya dapat merasakan gerakan suara melalui kaki depan.
  • Pada perkembangbiakan amphibia, amphibia memiliki alat kelamin yang terpisah. Umumnya amphibia bersifat ovipar, namun ada juga yang ovovivipar dan vivipar dimana telur tersimpan dalam saluran reproduksi betina.

Klasifikasi Amphibia

Dalam klasifikasi amphibia dimana ada terdapat sekitar 4.000 spesies amphibia yang diklasifikasikan dalam beberapa ordo, sebagai berikut:

  • Apoda ( Gymnophiona ), contohnya Ichtyophis glutinosus ( salamander cacing ).
  • Urodela ( Caudata ) contohnya Plethodon glutinosis ( Salamander berlendir ).
  • Anura ( Salientia ), contohnya bangkong ( Bufo bufo ) dan katak pohon ( Hyla Caerulea ).

Peranan Amphibia

Amphibia memiliki banyak manfaat bagi manusia. Peranan amphibia atau manfaat amphibia bagi kehidupan manusia ialah sebagi berikut:

  • Katak diambil daging dan telurnya yang kemudian dikonsumsi.
  • Kulit katak dapat dibuat jaket dan berang kerajinan lainnya jika diberi samak.
  • Katak berfungsi sebagai pemberantas nyamuk yang dilakukan secara biologi dan juga sebagai pengendali serangga hama pada pertanian.
  • Katak dapat digunakan dalam tes kehamilan seperi bufo melanostictus, karena dapat mengjhsilkan hormone perang gonad yang efeknya sama dengan hormon perangsang gonad yang terdapat dalam urine wanita hamil.
  • Dapat digunakan sebagai racun untuk anak panah yang biasa dilakukan oleh suku Indian.
  • Racun bufotalin dan bufotenin dihasilkan oleh jenis kodok bufo marinus yang dimanfaatkan sebagai penguat denyut jantung.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Amphibia Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂