Penjelasan Cara Dalam Menentukan Awal Dan Akhir Ramadhan

Posted on
Penjelasan Cara Dalam Menentukan Awal Dan Akhir Ramadhan
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Seseorang yang menjalankan puasa di Bulan Ramadhan waktunya sudah ditentukan yaitu pada bulan Ramadhan. Hari yang ada dalam bulan Ramadhan ada yang 29 hari dan ada yang 30 hari.

Cara Menentukan Awal Dan Akhir Ramadhan

Puasa Ramadhan mulai di syari’atkan pada tahun kedua Hijriyah melalui firma Allah Swt.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ( Q.S. Al-Baqarah/2 : 183 )

Untuk cara bagaimana menentukan awal dan akhir ramadhan, dapat dipakai dengan 3 cara sebagai berikut ulasannya.

Istikmal

Istikmal ialah menyempurnakan bilangan dari bulan Sya’ban 30 hari dalam menentukan awal Ramadhan dan menyempurnakan bilangan hari bulan Ramadhan dengan 30 hari dalam menentukan akhir bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda. Artinya : “ Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda : berpuasalah kamu sekalian karena kamu melihat bulan dan berbukalah atau berlebaranlah kamu sekalian karena kamu melihat bulan. Jika kami sekalian tidak melihat bulan maka sempurnakanlah bilangan hari dari bilangan Sya’ban tersebut menjadi 30 hari ”. ( H.R. Al-Bukhari ).

Rukyah

Rukyah ialah cara menentukan awal dan akhir ramadhan dengan rukayatul hilal artinya melihat bulan, yaitu bulan sabit tanggal 1 bulan Qamariyah dengan mata kepala kita. Begitu juga untuk menentukan akhir bulan ramadhan yaitu dengan melihat bulan pada tanggal 1 syawal.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya “ Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan ( permulaan ) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang batil ). Karena itu barang siapa di antara kamu hadir ( dinegeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ), maka ( wajiblah baginya berpuasa ), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah SWT menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah SWT atas petunjuknya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur ” ( QS. Al-Baqarah : 185 ).

Hisab

Dalam cara menentukan awal dan akhir ramadhan yang dilakukan dengan memakai hisab ( perhitungan ) menurut ilmu Falaq atau ilmu Astronomi ( ilmu perbintangan ).

Allah SWT, berfirman dalam surat Yunus ayat 5

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya “ dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan ( waktu ). Allah SWT tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar, dia menjelaskan tanda-tanda ( kebesaran-nya ) kepada orang-orang yang mengetahui ( Q.S. Yunus/10 : 5 ).

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Cara Dalam Menentukan Awal Dan Akhir Ramadhan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...