Penjelasan Ciri-Ciri Jamur Ascomycota serta Perkembangbiakan Dan Contohnya

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Ascomycota ialah filum atau divisi dari fungsi, anggota filum ini tersebar diseluruh dunia, pada Ascomycota ini dapat bereproduksi dengan secara seksual maupun secara aseksual.

ascomycota

Ciri-Ciri Jamur Ascomycota

Jika jamur Zygomycota mempunyai hifa yang tidak bersekat seperti pipa, jamur sejati ( Eumycota yang terdiri dari Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota ) yang memiliki hifa yang bersekat-sekat. Pada dinding sel terdiri atas kitin dan dapat hidup sebagai saprofit, parasait atau bersimbosis.

Perkembangbiakan Secara Seksual Dan Aseksual Ascomycota

Ascomycota ialah kelompok jamur yang berkembang biak dengan cara membentuk spora didalam selnya ( kantung kecil ) yang disebut askus, pembentukan askus inilah yang menjadi ciri dari Ascomycota.

Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan askospora yang melalui beberapa tahap yaitu :

  • Perkawinan ( kopulasi ) yang antara gametangium jantan dan gametangium betina.
  • Bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut dengan plasmolisis.
  • Bersatunya inti yang berasal dari gametangium yang disebut dengan kariogami.
  • Dan kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi, dilanjutkan dengan pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas.

Perkembangbiakan secara aseksual dapat dilakukan dengan cara pembentukan konidium fragmentasi dan pertunasan. Untuk kelompok jenis jamur ini dapat dipermukaan roti, nasi dan makanan yang sudah basi, dengan memiliki ciri warna merah, cokelat atau hijau.

Contoh Jamur Ascomycota

Contoh jamur Ascomycota yang hidup sebagai saprofit, antara lain yaitu :

  • Saccharomyces cereviciae ( khamir bir, roti dan alkohol ).
  • Saccharomyces tuac ( khamir tuak ).
  • Saccharomyces ellipsoideus ( khamir anggur ).
  • A Penicillium sp. ( makanan dan roti busuk ).
  • Neurospora crassa ( pembuatan oncom ).

Dan contoh jamur yang tumbuh sebagai parasit ialah jamur Saccharomycosis yang menyerang pada epitel mulut anak-anak.

Jamur yang dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau yang membentuk Lichenes ( lumut kerak )

Saccharomycota

Saccharomycota dianggap sebagai penjelmaan dari Endomycota, jamur ini dapat hidup sebagai saprofit dan sering dimanfaatkan untuk pembuatan kue, tapai, alkohol, roti atau bit, bersifat uniseluler, sel berbentuk bulat, tidak berhifa dan berkembang biak dengan pertunasan. Sebagai ada yang tumbuh dimakanan tertentu yang mempunyai hifa, tetapi tidak tetap dan terputus-putus menjadi sel yang terpisah-pisah.

Dinding selnya mengandung fosfor glikoprotein. Ragi atau Sacharomyces cereviceae dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti dan pembuatan alkohol. Ragi dikelompokkan ke dalam Ascomycota karena pembiakan seksualnya dilakukan dengan membentuk askospora. Jika keadaan lingkungan memungkinkan untuk tumbuh, ragi berkembang biak secara aseksual dengan membentuk tunas, yang kemudian tunas ini memisahkan diri. Sering kali tunas tersebut tetap melekat pada induk dan bertunas lagi sehingga membentuk koloni.

Pada perkembangbiakan seksual, dinsing sel ragi berfungsi sebagai askus. Inti selnya yang diploid ( 2n ) membelah secara meiosis menghasilkan 4 sel haploid yang akan berkembang menjadi askospora. Setelah askospora keluar dari askus, masing-masing akan bertunas dan membentuk askospora baru. Selanjutnya terjadi peleburan antara dua askospora baru membentuk sel ragi yang diploid ( 2n ).

Saccharomyces yang dimasukkan ke dalam cairan yang mengandung gula bisa menyebabkan pengkhamiran yakni perubahan gula menjadi alkohol. Sel-sel khamir yang mengedapa pada pembuatan bir disebut dengan faex medicinalis dan berguna dalam pembuatan vitamin B-Kompleks.

Saccharomyces cereviciae ( khamir roti ) dan alkohol ( khamir bir ) berguna untuk pembuatan roti atau alkohol. Saccharomyces tuac dapat mengubah nira menjadi tuak. Saccharomyces ellipsoideus ialah khamir yang dapat mengubah cairan buah anggur menjadi minuman anggur.

Penicillium sp.

Penicillium sp. Merupakan jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada diujung hifa. Setiap konidium akan tumbuh menjadi jamur baru konidium berwarna kehijauan dan dapat hidup dimakanan, roti, buah-buahan busuk, kain atau kulit. Penicillium caseicolum dapat memberi citarasa yang khas untuk keju rokefort dan kamembert, sedangkan penicillium notatum dan penicillium chrysogenum ialah pembuatan penisilin karena bersifat racun yang dapat menghasilkan zat mematikan, yaitu antibiotika.

Sekarang ini antibiotika banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroba pada manusia. Pemakaian penisilin harus sesuai dengan anjuran doker. Jika tidak ( berlebihan ) pasien akan mengalami kekebalan.

Neurospora crassa

Merupakan jamur yang dimanfaatkan untuk pembuatan oncom, jamur ini berwarna oranye dan sering tumbuh dikayu yang telah terbakar.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Ciri-Ciri Jamur Ascomycota serta Perkembangbiakan Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂