Penjelasan Daur Infeksi Dan Reproduksi Virus “ Daur Litik Dan Daur Lisogenik ”

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Dalam reproduksi virus disebut dengan replikasi, virus hanya bisa berkembang biak di dalam sel hidup karena di luar sel hidup virus tidak aktif. Virus ini memanfaatkan kemampuan metabolism sel inang untuk memperbanyak diri. Sifat infeksi virus ini tergantung pada jenis virus dan kondisi lingkungan yang dibedakan menjadi daur litik maupun daur lisogenik.

Daur Litik Dan Daur Lisogenik

Daur Litik

Pada virus yang melalukan daur litik tersebut, infeksi virus diikuti dengan perbanyak virus yang berlangsung cepat, yang diakhiri dengan kerusakan atau kematian sel inang. Virus baru yang terbentuk siap untuk menginfeksi sel inang yang lain dan memperbanyak diri.

Tahap-Tahap Replikasi Virus ( Daur Litik )

Agar lebih jelas, perhatikan tahap-tahap replikasi virus pada daur litik berikut ini.

  • Tahap adsorbs yaitu virus menempel pada permukaan sel inang. Tempat penempelan virus terletak pada bagian yang mengandung protein tertentu yang bisa dikenali oleh reseptor virus.
  • Tahap injeksi yaitu virus melakukan penetrasi pada membrane sel dan masuk ke dalam sitoplasma atau hanya memasukkan materi genetik ke dalam sel inang dengan kapsid ( beserta selubung bila ada ) tetap di permukaan sel inang. Pada sel tumbuhan yang memiliki dinding sel kaku, masuknya virus ke dalam sel inang dilakukan dengan bantuan serangga ketika memakan bagian tumbuhan. Virus hewan juga dapat masuk ke sel inang melalui proses fagositosis.
  • Tahap sintesis protein yang berdasarkan materi genetic dari virus, setelah masuk di dalam sel inang, materi genetik virus akan mengendalikan segala proses didalam sel inang. Di sini genetik yang dibawa virus digunakan untuk memproduksi protein yang diperlukan oleh virus. Protein yang dihasilkan ialah protein kapsomer dan protein enzim untuk replikasi materi genetik virus.
  • Tahap replikasi ( penggandaan ) materi genetik virus, yang pada tahap ini dihasilkan materi genetik baru yang sama persisi dengan materi genetik virus yang menginfeksi. Replikasi bisa berlangsung di dalam sitoplasma maupun di dalam nukleus, tergantung pada jenis virus yang menginfeksi.
  • Tahap pematangan yaitu perakitan atau penggabungan materi genetik virus dengan kapsid, yang masing-masing ADN hasil replikasi masuk ke dalam kapsid, sehingga terbentuk virus baru yang telah utuh. Dalam setiap sel inang dapat terbentuk sampai 100 virus baru.
  • Tahap litik yaitu ketika virus keluar dari sel inang, yang diikuti dengan rusaknya sel inang ( lisis ), sekarang juga diketahui bahwa beberapa jenis virus yang lain dapat keluar dari sel melalui membrane tanpa mematikan sel yang inangnya.

Daur Lisogenik

Untuk jenis virus yang melakukan daur lisogenik infeksinya tidak menyebabkan kematian sel secara langsung. Setelah menginfeksi, materi genetic virus bergabung dengan materi genetik sel inang ( virus tidak aktif ). Sel inang mungkin tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus. Bila sel inang berkembang biak, meteri genetik virus akan diwariskan kepada setiap sel yang dihasilkan.

Virus yang melakukan daur lisogenik sewaktu-waktu dapat aktif dan melakukan daur litik yang dipicu oleh faktor kimia atau fisika misalnya karena radiasi ultraviolet. Dalam penelitian lain menunjukkan setelah mengalami daur lisogenik sekitar 100.000 kali, ADN viral secara spontan aktif dan memulai virus litik.

Virus tidak bisa berkembang biak dengan pembelahan, reproduksi pada virus disebut replikasi yaitu pembentukan komponen virus dan perakitannya untuk membuat virus baru. Replikasi dimulai ketika virus masuk ke dalam sel. Dalam pelindung virus dilepaskan oleh enzim dalam sel dan ARN/AND virus masuk dan mengadakan kontak dengan ribosom ( organela tempat sintesa protein ) di dalam sel. Lalu akan berlangsung sintesis protein yang spesifik sesuai ARN/ADN.

Asam nukleat virus mengganda dan protein yang diperlukan sebagai pelindung juga dibentuk, kemudian berlangsung perakitan partikel virus yang baru. Beberapa jenis virus keluar dari dalam sel dengan bersamaan yang rusaknya sel yang ditumpangi. Virus jenis yang lain dapat keluar dari sel melalui membrane tanpa mematikan sel yang ditumpanginya.

Tahap-Tahap Replikasi Virus ( Daur Lisogenik )

Daur ini akan berulang, masing-masing virus yang telah meninggalkan sel inang akan mencari sel baru untuk diinfeksi, bagaimana proses replikasi virus pada daur lisogenik, simak dibawah ini.

Contoh virus yang melakukan daur lisogenik ialah bakteriofag yang disebut dengan virus lambda yang menginfeksi bakteri Escherichia coli. Daur lisogenik ini ditemukan oleh ahli mikrobiologi perancis Andre Lwoff pada tahun 1950. Awal proses replikasi virus pada daur lisogenik sama dengan proses pada daur litik.

Setelah tahap injeksi ADN virus tidak langsung melakukan sintesis tetapi ADN virus berintegrasi/bergabung dengan ADN sel inang dan tahap ini disebut tahap penggabungan. ADN bakteri yang berbentuk melingkar ( sirkular ) mulamula putus, lalu ADN virus menggabungkan diri diantaranya, terbentuklah ADN baru yang mengandung ADN bakteri dan ADNvirus. ADN virus ini tidak aktif, sehingga bakteri tetap dapat tumbuh secara normal, bakteri yang mengandung fage yang tidak aktif ini disebut profage.

Setelah tahap penggabungan diikuti dengan tahap pembelahan, saat sel inang membelah diri maka ADN virus akan diturunkan pada sel anak yang dihasilkan. Dengan demikian terbentuk dua sel bakteri yang mengandung ADN virus yang identik. Demikian seterusnya, setiap bakteri yang terinfeksi membelah diri, maka pada setiap sel yang dihasilkan akan mengandung materi genetik virus.

Karena sesuatu hal, misalnya terkena radiasi sinar ultraviolet, profage akan aktif, memisahkan diri dari ADN bakteri dan memulai daur litik yaitu menggandakan diri dan membajak ADN bakteri untuk membangun protein dan melakukan perakitan untuk membentuk virus yang baru.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Daur Infeksi Dan Reproduksi Virus “ Daur Litik Dan Daur Lisogenik ” semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂