Penjelasan Fungsi Butiran Pati Dalam Biologi

Rate this post

DosenPendidikan.Com – Dalam kebutuhan akan karbohidrat pada tubuh sangat diperlukan sebagai sumber energi makhluk hidup. Karbohidrat itu sendiri mengandung gugus fungsi karbonil “sebagai aldehida atau keton” dan banyak gugus hidroksil, yang salah satunya ialah pati.

Penjelasan Fungsi Butiran Pati Pada Tumbuhan

Dalam hal ini pati merupakan bahan utama yang hasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa dalam jangka waktu yang panjang. Yang secara harfiah, pati merupakan karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau.

Untuk manfaat pati yakni sebagai sumber karbohidrat pada pertumbuhan tumbuhan. Kandungan pati pati tumbuhan bukan hanya terdapat pada biji-bijian, tetapi juga terdapat umbi, daging buah dan sebagaian kecil pada daun atau batang. Yang pada umumnya, semua tumbuhan memiliki kandungan pati, tetapi jumlah yang dimiliki berbeda satu sama lainnya. Dalam perbedaan kandungan pati biasanya tergantung jenis tanamannya.

Pati ialah suatu karbohidrat yang berbentuk granul yang terdapat di dalam organ tanaman. Granul pati tersimpan di dalam biji, umbi, akar dan bagian dalam dari batang tanaman sebagai cadangan makanan yang akan digunakan ketika tanaman sedangan mengalami dormansi, germinasi dan pertumbuhan.

Struktur Pati Pada Tumbuhan

Pati dalam hal ini merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuha-tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia. Untuk komposisi amilosa dan amilopektin berbeda 5 dalam berbagai makanan yang mengandung pati. Amilopektin pada umumnya terdapat dalam jumlah yang lebih besar.

Sebagian besar pati ini mengandung antara 15% dan 35% amilosa. Dalam butiran pati, rantai-rantai amilosa dan amilopektin tersusun dalam bentuk semi kristal, yang menyebabkan tidak larut dalam air dan memperlambat pencernaannya oleh amilase pankreas. Bila dipanaskan dengan air, struktur kristal rusak dan rantai polisakarida akan mengambil posisi acak. Hal ini yang menyebabkan mengembang dan memadat “gelatinasi”, cabang-cabang dalam amilopektin yang terutama dapat menyebabkan pembentukan gel yang cukup stabil.

Dalam proses pemasakan pati di samping menyebabkan pembentukan gel juga dapat memecah sel, yang sehingga memudahkan pencernaannya. Dalam proses pencernaan semua bentuk pati dihidrolisa menjadi glukosa. Butiran pati sama sekali tidak larut dalam air dingin dan pada pemanasan butiran pati tiba-tiba mulai menggembung pada suhu penggelatinan. Umumnya pati dengan butiran besar menggembang pada suhu lebih rendah dari pada pati berbutir kecil. Suhu penggembungan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, pH, laju pemanasan, praperlakuan, adanya garam dan gula.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Fungsi Butiran Pati Dalam Biologi  semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan ada semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: