Penjelasan Fungsi Sistem Saraf Otonom ( Tak Sadar )

Posted on
Penjelasan Fungsi Sistem Saraf Otonom ( Tak Sadar )
2 (40%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Pada sistem saraf otonom mempunyai fungsi dengan ciri perbedaan dari jenis-jenis sistem saraf otonom. Sebelum mengulas fungsi sistem saraf otonom, apa anda tahu apa itu sistem saraf tak sadar ( otonom ) ?? sistem saraf tak sadar ( otonom ) merupakan sistem saraf yang bekerja tanpa disadari secara otomati, dan tidak dibawah kehendak saraf pusat. Contoh gerakan sistem saraf tak sadar ( otonom ) ialah denyut jantung gerak alat pencernaan, perubahan pupil mata, pengeluaran keringat dan lain-lain. Karakteristik sistem saraf tak sadar ( otonom ) ialah terdiri atas 12 pasang saraf otak ( kranial ) dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang ( spinal ).

Sistem Saraf Otonom

Kerja sistem saraf otonom ini ternyata sedikit banyak dipengaruhi hipotalamus yang terdapat di otak. Apabila hipotalamus dirangsang maka akan berpengaruh terhadap gerak otonom seperti mempercepat denyut jantung, menghambat kerja saluran pencernaan dan melebarkan pupil mata. Sistem saraf otonom terdiri atas gabungan saraf sensorik dan saraf motorik.

Macam-Macam Sistem Saraf Otonom

Untuk sistem saraf otonom ini dibedakan menjadi dua macam, antara lain sebagai berikut :

Sistem Saraf Simpatik

Sistem ini merupakan saraf yang terletak didepan ruas tulang belakang yang berpangkal pada sumsum tulang belakang ( medulla spinalis ) yang terdapat pada daerah dada dan pinggang. Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar dikarenakan saraf preganglion dari tulang belakang toraks ke 1 hingga ke 12. Sistem saraf simpatik ini terdiri atas 25 pasang ganglio atau simpul saraf di sumsum tulang belakang. Untuk fungsi utama dari sistem simpatik ini ialah untuk memacu kerja organ tubuh, namun ada juga beberapa yang menghambat kerja organ tubuh.

Fungsi Sistem Saraf Simpatik

  • Memperbesar pupil mata
  • Mempercepat detak jantung
  • Memperbesar bronkus
  • Memperlambat kerja alat pencernaan
  • Menghambat kontraksi kantung seni
  • Menghambat ereksi
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menghambat sekresi empedu
  • Meningkatkan sekresi adrenalin

Sistem Saraf Parasimpatik

Sistem saraf parasimpatik ialah sistem saraf yang berpangkal pada sumsum tulang lanjutan ( medulla oblongata ). Pada sistem saraf parasimpatik ini disebut juga dengan sistem kraniosakral dikarenakan saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Saraf simpatik berupa jarring-jaring yang saling terhubung dengan ganglion yang tersebar pada seluruh tubuh, sistem saraf parasimpatik mempunyai fungsi kerja yang berlawanan dengan fungsi kerja sistem saraf simpatik.

Jika fungsi utama sistem saraf simpatik ialah mempercepat kerja organ tubuh, namun beda halnya dengan fungsi utama sistem saraf simpatik yakni memperlambat kerja organ tubuh. Dari kerja kedua sistem saraf yang berlawanan tersebut menghasilkan keadaan yang normal.

Fungsi Sistem Saraf Parasimpatik

  • Memperkecil bronkus
  • Menghambat detak jantung
  • Memperkecil pupil mata
  • Mempercepat kontraksi kantung seni
  • Merangsang ereksi
  • Mempercepat kerja alat pencernaan
  • Meningkatkan tekanan darah
  • Meningkatkan sekresi empedu
  • Menghambat sekresi adrenalin

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Fungsi Sistem Saraf Otonom ( Tak Sadar ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂