Penjelasan Klasifikasi Annelida Beserta Contoh Dan Cirinya

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Annelida ialah kelompok hewan dengan memiliki bentuk tubuh seperti susunan cincin, gelang-gelang atau ruas-ruas. Yang dalam istilah Annelida berasal dari bahasa Yunani yang dari kata annulus yang berarti cincin dan oidos yang berarti bentuk.

Klasifikasi Annelida Beserta Contoh Dan Cirinya

Annelida ini merupakan cacing dengan memiliki tubuh bersegmen tripoblastik dengan rongga tubuh sejati ( hewan selomata ) dan bernapas yang melalui kulitnya. Terdapat sekitar 15.000 spesies annelida mempunyai panjang tubuh mulai dari 1 mm sampai 3 m. filum Annelida ini hidup di air tawar, air laut dan juga di tanah, yang umumnya annelida ini hidup secara bebas, meskipun ada yang bersifat parasit.

Baca Juga:

Nah berikut ini beberapa klasifikasi Annelida, untuk lebih jelasnya simak uraian dibawah ini.

PolyChaeta

Polychaeta ialah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang terdiri 2 kata yakni Poli yang berarti “ banyak ” dan Chaeta yang berarti “ rambut ”. sehingga Polychaeta merupakan kelas dengan rambut paling banyak di filum Annelida. Polychaeta mempunyai bagian tubuh yang terdiri dari kepala mata dan sensor palpus. Sedangkan hidup Polychaeta ini hidup di air, Polychaeta memiliki tubuh bersegmen dengan struktur mirip daging yang bentuknya mirip dayung, hal ini disebut Parapodia ( tunggal = parapodium ). Berfungsi sebagai alat gerak, sebagian besar dari Polychaeta, memiliki Parapodia berfungsi sebagai insang karena terdapat pembuluh darah halus. Disetiap parapodium terdapat rambut halus yang sifatnya kaku yang biasanya disebut seta, rambut dilapisi kutikula sehingga licin. Pada umumnya ukuran Polychaeta ialah 5 hingga 10 cm.

Contoh Jenis PolyChaeta

  • Eunice viridis ( Cacing Palolo ) sebagai bahan makanan ( mengandung protein tinggi ).
  • Lysidice oele ( Cacing Wawo ) sebagai bahan makanan ( mengandung protein tinggi ).
  • Nereis domerlili, Nereis Virens, Neanthes Virens ( Cacing air laut ).
  • Arenicola sp.

Ciri-Ciri PolyChaeta

  • Berambut banyak.
  • Hidup di laut dan dapat dibedakan antara jantan dan betina.
  • Memiliki parapodia ( alat gerak ).
  • Memiliki panjang tubuh sekitar 5-10 cm, dengan diameter 2 hingga 10 mm.
  • Tinggal dalam tabung dan ada juga hidup bebas.
  • Tubuh dapat dibedakan menjadi prostomium ( kepala ) dan peristomium ( segmen pertama ).

OligoChaeta

oligoChaeta berasal dari bahasa Yunani dari kata Oligo yang berarti sedikit dan Chaeta yang berarti rambut. Kelas OligoChaeta merupakan kelas filum Annelida yang memiliki sedikit rambut. Banyak anggota dari OligoChaeta yang hidup di dalam tanah atau tempat lembab, tetapi ada juga yang hidup di air. karena memiliki sedikit rambuat seta dan tidak memiliki parapodia, sehingga kepalanya kecil tidak memiliki alat peraba dan tidak memiliki bintik mata. Pada lapisan kulit terdapat bagian saraf dengan fungsi untuk menerima rangsangan.

OligoChaeta bersifat hermaprodit/monoceus dengan pekembangbiakan secara generatif dengan perkawinan dan secara vegetatif dengan regenerasi. Terdapat Kitellum ( Selzadel ) yang berfungsi sebagai alat reproduksi. Pada ruas 9 hingga 11 terdapat receptaculum seminis yang berfungsi sebagai penampung sel-sel spermatozoa.

Contoh Jenis OligoChaeta

  • Moniligaster houtenil ( Cacing tanah Sumatra ).
  • Tubifex sp ( Cacing air tawar/sutra ), berperan sebagai indikator pencemaran air.
  • Lumbricus terestris, Pheretima sp ( Cacing Tanah ), berperan membantu aerasi tanah sehingga menyuburkan tanah.
  • Perichaeta musica ( C. Hutan ).

Ciri-Ciri OligoChaeta

  • Tidak memiliki parapodia.
  • Memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.
  • Memiliki sedikit rambut.
  • Kepala berukuran kecil tanpa alat peraba/tentakel dan mata.
  • Mengalami penebalan antara segmen ke 32-37 yang disebut dengan klitelum.
  • Telur terbungkus oleh kokon.
  • Daya regenerasi tinggi.
  • Hidup air tawar atau darat.
  • Hermafrodit.

Hirudenia

Hirudenia merupakan kelas filum Annelida yang tidak memiliki seta ( rambut ) dan tidak memiliki parapodium di tubuhnya. Tubuh Hirudinea yang pipih dengan ujung depan serta dibagian belakang runcing. Disegmen awal dan akhir terdapat alat penghisap yang berfungsi dalam bergerak dan menempel. Gabungan dari alat penghisap dan kontraksi serta relaksasi otot ialah mekanisme pergerakan dari Hirudinea. Kebanyakan dari Hirudinea merupakan ekstoparasit yang sering di dapati di permukaan luar inangnya. Ukuran Hirudinea beragam dari 1 hingga 30 cm.

Hirudinea hidup pada inangnya untuk menghisap darah dengan cara menempel. Sebagian mereka membuat luka pada permukaan tubuh inang sehingga dapat menghisap darahnya, sedangkan sebagian lain mensekresikan suatu enzim yang dapat melubangi kulit dan jika itu terjadi maka waktunya mensekresikan zat anti pembeku darah, kebanyakan tidak terasa saat kelas ini menempel pada inangnya karena ia menghasilkan suatu zat anastesi yang bida menghilangkan rasa sakit. Jenis ini dikenal dengan sebutan lintah.

Contoh Jenis Hirudenia

  • Heaemodipso zeylanice ( pacet ), hidup di darat, temple lembab dan menempel pada daun.
  • Hirudo javanica ( lintah yang terdapat di pulau jawa ).
  • Dinobdelia Ferox ( lintah yang terdapat di India ).
  • Hirudo medicinalis ( lintah ), hidup di air tawar.

Ciri-Ciri Hirudenia

  • Tidak memiliki parapodia dan seta di segmen tubuhnya.
  • Ukuran tubuh beragam mulai dari 1-30 cm.
  • Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.
  • Hidup air tawar, darat dan air laut.
  • Memiliki zat antikoagulasi.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Klasifikasi Annelida Beserta Contoh Dan Cirinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Klasifikasi Annelida Beserta Contoh Dan Cirinya
Shares