Penjelasan Klasifikasi Ganggang ( Alga ) Beserta Ciri-Cirinya

Posted on
Penjelasan Klasifikasi Ganggang ( Alga ) Beserta Ciri-Cirinya
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Ganggang ( Alga ) ialah protista yang bersifat fotoautotrof yang bisa membuat makanannya sendiri dengan cara fotositentis. Pada ganggang/alga ini mempunyai kloroplas dengan mengandung klorofil atau plastid yang berisi pigmen fotosintetik lainnya. Pada ganggang/alga ini dapat dengan mudah ditemukan di air tawar maupun air laut. Ada yang hidup dengan cara menempel di suatu tempat atau melayang-layang di air.

Klasifikasi Ganggang ( Alga ) Beserta Ciri-Cirinya
Nah berikut ini ganggang ( alga ) klasifikasi yang berdasarkan pigmen dominan, yang dibedakan menjadi enam filum , untuk lebih jelasnya simak uraian dibawah ini.

Baca Juga:

Euglenoid/Euglenophyta ( Alga Hijau Terang )

Euglenoid berasal dari bahasa Yunani dari kata eu yang berarti sejati dan gleen yang berarti mata. Euglenoid merupakan ganggang ( alga ) uniseluler dengan bintik mata yang berwarna merah ( stigma ) dan tidak berdinding sel, memiliki flagella dan bisa bergerak aktif seperti hewan, tetapi berklorofil dan berfotosintetis seperti tumbuhan. Untuk saat ini teridentifikasi terdapat sekitar 1.000 spesies Euglenoid, salah satu spesies yang terkenal Euglenoid ialah euglenoid viridis. Dengan menggunakan mikroskop cahaya, Euglena viridis tampak berwarna hijau. Klorofil tersimpan dalam kloroplas yang berbentuk oval.

Ciri-Ciri Euglenoid

  • Bersifat uniseluler
  • Mempunyai bintik mata yang berwarna merah ( stigma ).
  • Tidak berdinding sel.
  • Memiliki flagella.
  • Bisa bergerak aktif ( motil ) mirip dengan hewan.
  • Mempunyai klorofil a, b dan berfotositentis mirip tumbuhan serta pigmen karoten.
  • Untuk habitatnya di air tawar, seperti air kolam, danau, sawah dan banyak di parit-parit peternakan yang mengandung kotoran hewan.
  • Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner membujur.
  • Pembelahan sel terjadi dalam keadaan tertentu.

Chrysophyta ( Ganggang/Alga Keemasan Atau Ganggang Pirang )

Chrysophyta berasal dari bahasa Yunani yang dari kata “ Chrysos ” yang berarti emas. Chrysophyta ( ganggang keemasan/alga keemasan ) ialah ganggang yang memiliki pigmen dominan derivat yang berupa xantofil ( kuning ) dan pigmen lainnya yakni klorofil a, c dan fukosantin ( cokelat ). Chrysophyta bersifat uniseluler soliter, uniseluler koloni dan juga multiseluler. Ada Chrysophyta yang mempunyai flagella dan ada juga tidak memiliki flagella. Chrysophyta dengan berdinding sel mengandung hemiselulosa pectin atau silika. Chrysophyta menyimpan cadangan makanan dalam bentuk karbohidrat atau lemak. Habitatnya di air tawar dan air laut. Chrysophyta hidup sebagai organisme fotoautotrof. Namun sebagian spesies ada mampu menyerap senyawa organik terlarut ( miksotrofik ) atau menelan partikel makanan dan bakteri dengan menjulurkan pseudopodianya.

Ciri-Ciri Chrysophyta

Berpigmen dominan derivate karoten berupa xantofil ( kuning ) dan pigmen dengan klorofil a, c dan fukosantin ( cokelat ).

  • Bersifat uniseluler soliter, uniseluler koloni dan multiseluler.
  • Berflagela dan tidak berflagela.
  • Berdinding sel dan mengandung hemiselulosa pektin atau silika.
  • Menyimpan cadangan makanan bentuk karbohidrat atau lemak.
  • Habitat di air tawar dan air laut.
  • Hidup sebagai organisme fotoautotrof dan sebagian menyerap senyawa organik terlaruk ( miksotrofik ).
  • Kloroplas berukuran kecil dan berbentuk cakram atau lembaran.

Klasifikasi Chrysophyta

Chrysophyta dikelompokkan dalam tiga kelas yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae dan Bacilloriophyceae, antara lain sebagai berikut:

  • Xanthophyceae
    Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena memiliki pigmen klorofil dan xantofil. Tubuhnya multiseluler berbentuk filament bercabang dan senositik ( sel memiliki banyak inti ). Xanthophyceae, bereproduksi secara vegetative maupun generatif. Reproduksi secara vegetatif terjadi dengan membentuk zoospora yang akan tumbuh menjadi filament baru. Sedangkan reproduksi secara generatif ialah membentuk anteridium dengan menghasilkan dan oogonium yang menghasilkan ovum, jika terjadi fertilisasi akan dihasilkan zigospora selanjutnya tumbuh menjadi filament baru. Contohnya Vaucheria.
  • Chrysophyceae
    Chrysophyceae berwarna cokelat keemasan mengandung pigmen klorofil dan karoten. Cadangan makanan disimpan dengan bentuk karbohidrat dan minyak. Tubuhnya terdiri dari satu sel dan hidup secara soliter/koloni. Contohnya ganggang Syanura yang hidup berkoloni sedangkan Mischococcus dan Ochoromonas hidup, secara soliter, sel tubuhnya berbentuk mirip dengan bola dan berflagela.
  • Bacillariophyceae ( Diantomae atau Diatom )
    Bacillariophuceae berasal dari bahasa Yunani dari kata bacillus yang artinya batang kecil sedangkan phykos ialah alga. Bacillariophuceae ialah ganggang uniseluler, berwarna kuning kecokelatan dan memiliki dinding sel unik mirip gelas dari campuran bahan organik dan silika.

Pyrrophyta ( Dinoflagellata Atau Ganggang Api )

Pyrrophyta berasal dari bahasa Yunani yang dari kata pyrrhos yang artinya api atau ganggang api. Pyrrophyta ialah alga uniseluler yang menyebabkan air laut tampak bercahaya ( berpendat ) di malam hari karena sel-selnya mengandung fosfor. Pyrrophyta disebut juga dengan Dinoflagellata yang berasal dari kata Yunani dari kata dinos yang berarti berputar dan flagel yang berarti cambuk, karena memiliki flagella. Kecepatan dari pertumbuhan populagi Pyrrophyta ( ganggang api ) dipengaruhi oleh suhu, kadar garam dan nutrisi serta kedalaman air laut. Di musim tertentu terjadi perputaran aru dari bawah laut yang menimbulkan terangkatnya nutrisi dari dasar laut ke permukaan. Hal ini menyebabkan populasi ganggang api ( pyrrophyta ) melimpah ( blooming ) dan timbul pasang merah ( red tide ) di laut.

Ciri-Ciri Pyrrophyta ( Ganggang Api )

  • Bersifat uniseluler.
  • Sel-sel yang mengandung fosfor.
  • Kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh suhu, kadar garam dan nutrisi serta kedalaman air laut.
  • Tubuh primitif yang umumnya berbentuk ovoid tapi asimietri.
  • Memiliki dua flagella satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut dengan sulcus dan memanjang ke bagian posterior. Sedangkan yang satunya kea rah transversial yang ditempatkan dalam suatu lekukan ( cingulum ) melingkari tubuh atau bentuk spiral di beberapa belokan.
  • Cadangan makanan berupa amium dalam sitoplasma.
  • Pada umumnya dinding sel mengandung selulosa.

Chlorophyta ( Ganggang/Alga Hijau )

Chlorophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata Chloros yakni hijau. Chlorophyta ( ganggang hijau ) ialah ganggang yang berwarna hijau dengan pigmen dominan klorofil a dan klorofil b, serta pigmen tambahan karoten ( kuning kemerahan ) dan xantofil ( kuning ), klorofil b ialah jenis klorofil yang terdapat di tumbuhan dan tidak memiliki oleh ganggang lain. Kecuali Chlorophyta dan Euglenophyta. Chlorophyta memiliki dinding sel dari selulosa, cadangan makanannya disimpan dalam bentuk amilum, minyak dan protein.

Ciri-Ciri Chlorophyta ( Ganggang/Alga Hijau )

  • Berwarna hijau karena memiliki pigmen dominan klorofil a dan klorofil b serta pigmen tamabahan karoten ( kuning kemerahan ) dan zantofil ( kuning ).
  • Bersifat uniseluler atau berkoloni dan multiseluler.
  • Chlorophyta uniseluler memiliki flagella yang bergerak aktif.
  • Chlorophyta multiseluler berbentuk benang lembaran atau seperti tumbuhan tingkat tinggi.
  • Bereproduksi secara seksual atau aseksual. Secara seksual dengan membelah diri, menghasilkan zoospore dan fragmentasi sedangkan reproduksi secara seksual ialah dengan konjugasi dan peleburan gamet jantan dengan gamet betina.
  • Umumnya hidup secara fotoautotrof di air tawar.
  • Sebagian jenis hidup di laut sebagai fitoplankton.
  • Hidup di tanah yang lembab, salju, tembok basa atau menempel di tubuhtumbuhan atau hewan.
  • Hidup bersimbiosis mutualisme dengan organisme eukarotik.

Phaeophyta ( Ganggang/Alga Cokelat )

Phaeophyta berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata phaios yang berarti cokelat. Phaeophyta ialah jenis ganggang yang hidup di laut berwarna cokelat karena mengandung pigmen dominan fukosantin ( cokelat ) yang menutup, pigmen lainnya yakni klorofil a, klrofil c dan zantofil. Phaeophyta menyimpan cadangan makanan berupa minyak lamianrin. Dinding selnya mengandung pektin dan asal alginate. Phaophyta merupakan ganggang multiseluler dengan bentuk benang atau talus yang mirip tumbuhan tingkat tinggi. Mereka melekat di batuan dengan batuan holdfast atau mengapung karena memiliki alat pelampung yang terdapat dekat blade.

Ciri-Ciri Phaeophyta ( Ganggang Cokelat/Alga Cokelat )

  • Ukuran talus mikroskopis sampai ke makroskopis.
  • Berbentuk tegak, bercabang atau filament tidak bercabang.
  • Memiliki kloroplas tunggal, kloroplas berbentuk lempengan discoid ( cakram ) dan ada juga yang berbentuk benang.
  • Memiliki pirenoid dalam kloroplas, pirenoid ialah tempat menyimpan cadangan makanan.
  • Lapisan dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan lapisan luar dari gumi. Bagian antara dalam dinding sel dan bagian luar sel terdapat algin ( asal alginate ).
  • Memiliki jaringan transportasi air dan zat makanan anlog dengan jaringan transportasi tumbuhan darat.

Rhodophyta ( Ganggang Merah/Alga Merah )

Rhodophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata rhodos yang berarti merah. Rhodophyta ialah ganggang berwarna merah dengan pigmen dominan fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin ( merah ) dan fikosianin ( biru ), serta pigmen lain yaitu klorofil a, klorofil d dan karoten. Pigme fikoerritrin dan fikosianin membantu ganggang hidup di perairan dalam bentuk menangkap gelombang cahaya matahari yang tidak mampu ditangkap oleh klorofil. Rhodophyta hidup di laut yang berwarna merah kehitaman. Rhodophyta yang hidup di laut dengan kedalaman sedang berwarna merah cerah, sedangkan Rhodophyta hidup laut dangkal berwarna merah kehijauan karena fikoeritrin yang menutupi klorofil berjumlah lebih sedikit.

Ciri-Ciri Rhodophyta ( Ganggang Merah/Alga Merah )

  • Umumnya bersifat multiseluler.
  • Berbentuk benang atau lembaran.
  • Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa dan pektin dan ada juga yang mengandung zat kapur ( kalsium karbonat ) seperti Corralina.
  • Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk tepung florid ( bahan agar-agar ).
  • Reproduksi secara aseksual yakni dengan fragmentasi dan pembentukan aplanospora ( spora diam ) yang tidak berflagela, sedangkan reproduksi seksual ialah pembuahan sel telur oleh spermatium di dalam karpogonium.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Klasifikasi Ganggang ( Alga ) Beserta Ciri-Cirinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...