Penjelasan Kurs Valuta Asing Dan Beserta Penggunaannya

Ekonomi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Sejak pada tahun 1994 sampai dengan akhir tahun 60-an, system kurs valuta asing atau sistem moneter internasional didasarkan pada Fixed Exchange rate ( sistem kurs tetap ). Untuk sistem ini biasa dikenal dengan sebutan yaitu Sistem Bretton Woods, karena didasarkan pada perjanjian yang telah disetujui oleh Dana Moneter Internasional ( IMF ) dengan Bank Dunia ( IBRD ). Pada sistem ini juga dikenla sebagai standar tukar emas, hal ini karena banyak negara yang memegang emas dan devisa, khususnya Dollar Amerika sebagai cadangannya. Namun sejak pada tahun 60-an sistem tersebut tidak lagi dipergunakan dan telah beralih dengan menggunakan sistem kurs mengambang ( floating exhange rate ).

kurs valuta asing

Kurs valuta asing ialah suatu harga yang dibayar untuk satu unit mata uang asing. Contoh : seorang importir akan melakukan pembayaran ke Amerika sebanyak US$ 500,00 maka uang yang perlu disediakan oleh importir tersebut sangat tergantung pada kurs ( nilai tukarnya ). Misal : kurs US$ 1 = Rp 9.250,00, maka uang yang harus dibayar oleh importer tersebut ialah sebesar 500 x Rp 9.250,00 = Rp 4.625.000,00.

Pada nilai kurs valuta asing bersifat fluktuatif artinya kurs valuta asing dapat mengalami kenaikan dan penurunan, sehingga memungkinkan terjadinya hal-hal berikut ini.

Kurs Valuta Asing Bersifat Fluktuatif

  • Devaluasi

    Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata unag asing atau valuta asing, dengan tujuan untuk dapat meningkatkan ekspor dan bisa menambah devisa negara untuk mencapai surplus dalam neraca perdagangan.

  • Revaluasi

    Suatu kebijakan yang dilakukan oleh sebuah pemerintah untuk menaikan nilai dari mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing atau valuta asing.

  • Apresiai

    Keadaan meningkatnya atau menguatnya nilai mata uang dalam suatu negeri terhadap mata uang asing atau valuta asing yang melalui mekanisme pasar.

  • Depresiasi

    Keadaan menurutnya atau melemahnya dari nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing atau valuta asing yang melalui mekanisme pasar.

Pada dasarnya dalam sistem standar emas pemerintah ( Bank Sentral ) berkewajiban untuk selalu bersedia memperjual belikan emas kepada siapapun yang menginginkannya dengan harga tertentu yang telah ditetapkan oleh suatu pemerintah. Sistem standar emas ( Gold Standard ) mulai digunakan di Inggris pada tahun 1870 yang dimana dari masing-masing mata uang tersebut memiliki kandungan emas tertentu. Sebagai contoh £ 1 mengandung 4 gram emas, sedangkan US$ 1 mengandung 2 gram emas, maka £ 1 bisa dibuat kurs dengan US dollar sebesar $ 2 atau US$ 1 = £ 0,5. Dalam sistem standar emas, kurs valuta asing relatif stabil bisa berubah disekitar titik paritas arta yasa dan dibatasi oleh titik ekspor emas serta titik impor emas.

Dalam Penggunaan Kurs Valuta Asing

Dalam penggunaannya sistem ini terdiri atas empat macam kurs valuta asing yaitu sebagai berikut :

  • Kurs oaritas arta yasa ( Mint Parity ) ialah kurs yang menunjukkan perbandingan kandungan emas yang telah diperoleh dengan cara menukarkan satu satuan uang suatu negara dengan satu satuan uang negara lain.
  • Kurs titik ekspor emas ( Gold Export Point ) ialah kurs valuta asing terendah yang terjadi dalam sistem standar emas.
  • Kurs titik impor emas ( Gold Import Point ) ialah kurs valuta asing terendah yang terjadi dalam sistem standar emas.
  • Kurs valuta asing yang terjadi ialah kurs yang bergerak naik atau turun disekitar kurs paritas arta yasa.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Kurs Valuta Asing Dan Beserta Penggunaannya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan serta pengetahuan anda semua, terima kasih banyak kunjungannya. 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Kurs Valuta Asing Dan Beserta Penggunaannya
Shares