Penjelasan Macam-Macam Konflik Sosial Menurut Para Ahli

Posted on
Penjelasan Macam-Macam Konflik Sosial Menurut Para Ahli
5 (100%) 2 votes

DosenPendidikan.Com – Timbul atau munculnya sebuah konflik dikarenakan adanya suatu perbedaan dan keragaman. Berdasarkan pernyataan tersebut. Di Indonesia sendiri merupakan salah satu Negara yang berpotensi konflik. Hal ini dapat kita lihat di berita-berita di media massa berbagai konflik terjadi di Indonesia baik konflik horizontal maupun vertical.

konflik antar suku

Konflik Horizontal menunjukkan pada konflik yang berkembang diantara anggota masyarakat. Konflik horizontal ialah konflik yang bernuasa suku, agama, ras dan antar golongan seperti di Papua, poso, sambas dan sampit.

Konflik Vertical ialah konflik yang terjadi diantara masyarakat dengan negara. Umumnya konflik ini terjadi karena ketidakpuasan akan cara kerja pemerintah seperti konflik dengan para buruh, konflik aceh, serta daerah-daerah yang muncul gerakan separatism. Namun dalam kenyataannya ditemukan banyak konflik dengan bentuk dan jenis yang beragam.

Menurut Para Ahli

Menurut Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto ( 1989 ) berusaha mengklasifikasikan bentuk dan jenis-jenis konflik tersebut, menurutnya konflik memiliki beberapa bentuk khusus yaitu sebagai berikut.

  • Konflik Pribadi
    Konflik terjadi dalam diri seseorang terhadap orang lain. Umumnya konflik pribadi diawali perasaan tidak suka terhadap orang lain yang pada akhirnya melahirkan perasaan benci yang mendalam. Perasaan yang demikian mendorong untuk memaki, menghina bahkan memusnahkan pihak lawan. Pada dasarnya konflik pribadi sering terjadi dalam masyarakat. Misalnya indivindu yang terlibat hutang atau masalah pembagian warisan dalan keluarga.
  • Konflik Rasial
    Konflik rasial pada umumnya terjadi di suatu negara yang memiliki keragaman suku dan ras. Lalu apa yang dimaksud dengan ras ? ras ialah pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri biologisnya seperti bentuk muka, hidung, warna kulit dan warna rambut. Secara umum ras di dunia dikelompokkan menjadi lima ras yaitu Australoid, Mongoloid, Kaukasoid, Negroid dan ras-ras khusus. Hal ini berarti kehidupan dunia berpotensi munculnya konflik juga jika perbedaan antar ras dipertajam. Misalnya orang-orang kulit hitam dengan kulit putih akibat diskriminasi di Afrika.
  • Konflik Antarkelas Sosial
    Kelas-kelas di masyarakat terjadi karena adanya sesuatu yang dihargai seperti kekayaan, kehormatan dan kekuasaan. Semua itu menjadi dasar penempatan seseorang dalam kelas-kelas sosial yaitu kelas sosial atas menengah dan bawah. Seseorang yang memiliki kekayaan dan kekuasaan yang besar menempati posisi atas sedangkan orang yang tidak memiliki kekayaan dan kekuasaan berada pada posisi bawah. Dari setiap kelas mengandung hak dan kewajiban serta kepentingan yang berbeda-beda. Jika perbedaan ini ntidak dapat diatasi maka situasi kondisi tersebut mampu memicu munculnya konflik rasial. Misalnya konflik antara buruh dengan pimpinan dalam sebuah perusahaan yang menuntut upah.
  • Konflik Politik Antargolongan
    Dunia perpolitikan pun tidak lepas dari munculnya konflik sosial. Politik ialah cara bertindak dalam menghadapi atau menangani suatu masalah. Konflik politik terjadi karena setiap golongan di masyarakat melakukan politik yang berbeda-beda pada saat menghadapi suatu masalah yang sama. Perbedaan inilah yang menjadi peluang terjadinya konflik antar golongan terbuka lebar.
  • Konflik Bersifat Internasional
    Konflik internasional biasanya terjadi karena perbedaan kepentingan yang menyangkut kedaulatan negara yang saling berkonflik. Akibat dari konflik ini ialah seluruh rakyat dalam suatu negara merasakannya. Pada umumnya konflik internasional berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan pada akhirnya menimbulkan perang antar bangsa.

Menurut Mulyasa

Mulyasa ( 2003 ) membagi konflik berdasarkan tingkatannya menjadi enam yaitu sebagai berikut.

  • Konflik Intrapersonal
    Konflik intrapersonal merupakan konflik internal yang terjadi dalam diri seseorang. Konflik intrapersonal akan terjadi ketika individu harus memilih dua atau lebih yang tujuan saling bertentangan dan bimbang mana yang harus dipilih untuk dilakukan. Misalnya antara tugas sekolah dengan acara pribadi. Konflik ini bisa diibaratkan seperti makan buah simalakama dimakan salah tidak dimakan salah dan kedua pilihan yang ada memiliki akibat yang seimbang. Konflik intrapersonal juga bisa disebabkan oleh tuntutan tugas yang melibihi kemampuan.
  • Konflik Interpersonal
    Konflik interpersonal yaitu konflik yang terjadi diantar indivindu. Konflik yang terjadi ketika adanya perbedaan tentang isu tertentu tindakan dan tujuan dimana hasil bersama sangat menentukan. Misalnya konflik antar tenaga kependidikan dalam memilih mata pelajaran unggulan daerah.
  • Konflik Intragrup
    Konflik intra grup ialah konflik antara anggota dalam satu kelompok. Setiap kelompok dapat mengalami konflik substantive atau efektif. Konflik substantive terjadi karena adanya latar belakang keahlian yang berbeda ketika anggota dari suatu komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama. Sedangkan konflik efektif terjadi karena tanggapan emosional terhadap suatu situasi konflik tersebut.
  • Konflik Intergrup
    Konflik intergroup yaitu konflik yang terjadi antar kelompok. Konflik intergroup terjadi karena adanya saling ketergantungan, perbedaan persepsi, perbedaan tujuan dan meningkatnya tuntutan akan keahlian, misalnya konflik antar kelompok guru kesenian dengan kelompok guru matematika. Kelompok guru kesenian memandang bahwa untuk membelajarkan lahu tertentu dan melatih penapasan perlu disuarakan dengan keras. Sementara kelompok guru matematika merasa terganggu karena para peserta didiknya tidak konsentrasi belajar.
  • Konflik Intraorganisasi
    Konflik intraorganisasi yaitu konflik yang terjadi antar bagian dalam suatu organisasi misalnya konflik antara bidang kurikulum dengan bidang kesiswaan.
  • Konflik Interorganisasi
    Konflik interorganisasi merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun. Konflik ini menyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. Dalam setiap kasus hubungan interorganisasi harus diatur sebaik mungkin untuk mempertahankan kolaborasi dan menghindari semua konsekuensi disfungsional dari setiap konflik yang mungkin timbul.

Menurut Dahrendorf

Menurut Dahrendorf ( 1989 ) konflik dibedakan menjadi 4 macam antara lain sebagai berikut.

  • Konflik antara atau dalam peran sosial ( intrapribadi ) misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi ( konflik peran ).
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial ( antar keluarga, antargeng ).
  • Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir ( polisi melawan massa ).
  • Konflik antar satuan nasional ( perang saudara ).

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Macam-Macam Konflik Sosial Menurut Para Ahli semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂