Penjelasan Nemathelminthes Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Nemathelminthes atau Aschelminthes ialah filus yang pernah dipakai pada kerajaan Hewan ( Animilia ). Pengelompokan ini sekarang tidak digunakan lagi karena polifiletik meskipun demikian pengelompokannya kadang-kadang masih digunakan untuk kemudahan. Anggota-anggotanya mencakup berbagai cacing yang dikenal sebagai cacing gilig hewan dengan tubuh berbentuk silinder memanjang bahkan sangat panjang sehingga muncullah nama “ Nemathelminthes ” yang berarti ( cacing berkas ) dari bahasa Yunani, tubuhnya tidak beruas-ruas.

Nemathelminthes ( Nematoda )

Ciri-Ciri Pada Nemathelminthes

Nama lain Nemathelminthes merupakan Nematoda. Cacing yang tergolong dalam filum Nemathelminthes bentuk tubuhnya gilig ( bulat panjang ). Bilateral simetris, tidak bersegmen, triploblastik dan memiliki rongga tubuh semu ( Pseudoselomata ). Sebagian cacing gilig hidup bebas di air atau di tanah dan sebagian parasit pada hewan atau manusia. Cacing ini berukuran kecil ( mikroskopis ) dan tubuh dilapisi kutikula.

Saluran pencernaan sempurna, mulut di ujung anterior di lengkapi gigi pengait dan anus di ujung posterior. Cacing ini bernapas secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh dan memiliki cairan mirip darah sebagai alat transportasi.

Cara Hidup Nemathelminthes

Nemathelminthes ada yang hidup bebas ada pula yang parasit pada manusia. Nemathelminthes yang hidup bebas terdapat di tanah becek dan didasar perairan, berperan untuk menguraikan sampah organik sedangkan yang parasit akan hidup di tubuh inangnya dan memperoleh makanan dengan menyerap nutrisi dan darah dari inangnya. Hampir seluruh hewan dapat menjadi inang bagi Nemathelminthes.

Reproduksi Nemathelminthes

Nemathelminthes umumnya berproduksi secara seksual karena sistem reproduksinya bersifat gonokoris yaitu alat kelamin jantan dan betinanya terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi dilakukan secara internal. Hasil fertilisasi dapat mencapai lebih dari 100.000 telur per hari. Saat berada dilingkungan yang tidak menguntungkan maka telur dapat membentuk kista untuk perlindungan dirinya.

Klasifikasi Nemathelminthes

Filum Nemathelminthes terdiri dari dua kelas yaitu :

  • Aphasmidia
  • Phasmidia

Untuk contoh-contoh yang dikenal kebanyakan berasal dari kelas Phasmidia, seperti Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Enterobios vermicularis, Filaria buncrofti, Trichinella spiralis.

Nah berikut ini beberapa contoh dari Nemathelminthes yaitu :

  • Ascaris lumbricoides

    Cacing ini parasit pada usus halus manusia, dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing betina lebih panjang dari pada cacing jantan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 25 cm, diameter tubuh sekitar 0,5 cm. dalam sehari cacing betina mampu menghasilkan hingga 200.000 telur.

    Daur hidup Ascaris lumbricoides :
    Telur keluar bersama feses penderita > termakan oleh manusia > menetas menjadi larva dalam usus halus > larva menembus dinding usus > ikut aliran darah ke jantung > masuk ke paru-paru > trakea > tertelan lagi > lambung > di usus halus menjadi cacing dewasa.

  • Ancylostoma duodenale

    Ancylostoma duodenale disebut juga cacing tambang, banyak ditemukan di daerah pertambangan. Panjang tubuh cacing ini sekitar 1 hingga 1,5 cm. parasit pada usus manusia. Dengan gigi-gigi kaitnya cacing ini menambatkan diri pada dinding usus dan menghisap darah dari inangnya. Oleh karena itu cacing ini dapat menyebabkan anemia. Larva cacing ini menginfeksi manusia melalui kulit telapak kaki yang tidak beralas.

    Daur hidup Ancylostoma duodenale :
    Telur keluar bersama feses penderita > ditanah menetas menjadi larva > larva menembus kulit telapak kaki ( tanpa alas ) > ikut aliran darah ke jantung > masuk ke paru-paru > trakea > tertelan > lambung > diusus menjadi cacing dewasa.

  • Enterobios vermicularis

    Enterobios vermicularis disebut juga Oxyuris vermicularis atau cacing kremi. Parasit pada usus besar manusia. Jika akan bertelur cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar anus sehingga menimbulkan rasa gatal. Bila tanpa sengaja kita menggaruknya, kemudian tanpa cuci tangan maka telur cacing ini dapat tertelan kembali. Cacing betina panjangnya sekitar 1 cm sedangkan pada cacing jantan panjangnya sekitar 0,5 cm.

  • Wuchereria bancrofti

    Wuchereria bancrofti disebut juga Filaria bancrofti ( cacing filarial ). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah ( filariasis elephantiasis ) yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki ( dapat juga di organ lain misalnya skrotum ). Banyaknya populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Dengan adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di suatu organ. Jika penumpukan terjadi di daerah kaki maka kaki membengkak sehingga menyerupai kaki gajah.

  • Trichinella spiralis

    Trichinella spiralis parasit pada manusia dan hewan ( tikus, anjing, babi ). Infeksi karena cacing ini dinamakan trichinosis. Nemathelminthes bersifat triploblastik pseudoselomata, tubuh gilig, tidak bersegmen. Jenis kelaminnya gonochoris. Cacing ini memiliki sistem pencernaan sempurna. sistem pernapasannya secara difusi melalui permukaan tubuh. Alat ekskresi berupa nefridium sistem saraf tangga tali.

Peranan Nemathelminthes

Banyak cacing Nemathelminthes yang merugikan, karena parasit pada manusia dan hewan dapat menyebabkan ascariasis, filariasis, trichinosis dan anemia.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Nemathelminthes Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂