Penjelasan Nematoda Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya

Posted on
Penjelasan Nematoda Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya
4 (80%) 1 vote

DosenPendidikan.Com – Nematoda merupakan cacing yang berbentuk bulat panjang ( gilik ) atau seperti benang. Dalam istilah Nematoda berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata “ Nema ” yang berarti “ berenang ” dan “ Ode ” yang berarti “ seperti ”. Nematoda yakni hewan tripoplastik dan pseudoselomata ( berongga tubuh semu ).

Nematoda Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya
Nematoda ini memiliki bentuk tubuh dan ukuran yang beragam mulai dibawah ukuran 1 mm sampai lebih dari 1 m. nematoda hidup di air tawar dan darat, umumnya berukuran kurang dari 1mm, sedangkan yang hidup di laut mencapai 5 cm. Untuk cacing yang betina memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan yang cacing jantan. Individu jantan memiliki ujung posterior yang berbentuk kait. Nematoda memiliki bentuk segmen dengan tubuh silindris atau bulat panjang ( gilik ) dan tidak bersegmen. Dan di bagian anterior atau daerah mulut tampak simetri radial dan semakin kea rah posterior membentuk ujung yang meruncing.

Struktur Nematoda

Pada Nematoda ini memiliki tiga lapisan embrionik yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Tubuhnya memiliki rongga tubuh yang semu. Permukaan tubuh ditutupi oleh lapisan kutikula yang keras dan transparan. cacing yang hidup secara parasit di saluran pencernaan inang dan mempunyai lapisan kutikula lebih tebal yang dibanding dengan cacing yang hidup bebas. Dibawah laisan kutikula cacing, terdapat epidermis yang biasanya terdiri dari sel-sel. Dinding tubuh dari Nematoda tersusun dari otot longitudinal yang kontraksinya menghasilkan gerakan memukul seperti cemeti. Pseudoselom yang berisi cairan dengan fungsi sebagai rangka hidrostatik dan menunjang gerakan meliuk-liuk.

Fungsi Tubuh Nematoda

  • Sebagai sistem pencernaan nematoda.
  • Sistem peredaran darah dan pernapasan nematoda.
  • Sistem ekskresi nematoda.
  • Sistem alat indra nematoda.

Habitat nematoda ini ialah hidup bebas di alam dan memiliki daerah yang penyebaran yang luas mulai daerah kutub yang dingin, padang pasir, hingga ke laut yang dalam. Nematoda ini sangat mudah ditemukan di laut, air tawar, air oayau dan tanah. Nematoda ini hidup bebas dengan memakan sampah organik, bangkai, kotoran hewan, tanaman yang membusuk, ganggang jamur dan hewan kecil lainnya. Tetapi banyak juga hidup parasit pada hewan, manusia, bahkan tumbuhan. Nematoda hidup parasit manusia ditemukan di sejumlah organ, seperti anus, usus halus, paru-paru, mata, pembuluh darah dan pembuluh limfah.

Ciri-Ciri Nematoda

Ada beberapa ciri-ciri Nematoda sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk bulat pajang ( gilik )atau mirip dengan benang.
  • Hewan tripoblastik dan pseudoselomata ( berongga tubuh semu ).
  • Hidup bebas dengan memakan sampah organik, kotoran hewan, tanaman yang membusuk , ganggang, jamur dan hewan kecil lainnya.
  • Dapat ditemukan di air tawar, air laut dan air payau serta tanah.
  • Cacing betina lebih besar dari pada cacing jantan.
  • Hidup parasit di hewan, manusia dan tumbuhan.
  • Bagian anterior atau daerah mulut tampak simetru radial.
  • Bentuk tubuh silindris atau bulat panjang ( gilik ) dan tidak bersegmen.
  • Semakin kea rah posterior membentuk ujung yang meruncing.
  • Berukuran bervariasi mulai dari air tawar dan darat berukuran kurang dari 1 mm, sedangkan di laut hidup mencapai 5 cm.
  • Terdapat di organ seperti anus, usus halus, pembuluh darah, pembuluh limfa, jantung, paru-paru dan mata.

Klasifikasi Nematoda

Nematoda ini dibagi dalam beberapa kelas antara lain Adenophorea dan Secernentea, nah berikut ini untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.

Adenophorea

Anggota kelas dari Adnophorea tidak memiliki phasmid ( organ kemosreseptor ) sehingga disebut dengan Aphasmida. Banyak dari anggota Adenophorea yang hidup bebas, tetapi menjadi parasit di berbagai hewan. Contohnya trichuris ovis sebagai parasit di domba.

Cacing Trichinella spiralis menjadi parasit di usus karnivor dan manusia. Cacing yang menyebabkan penyakit trikinosis. Setelah cacing dewasa kawin, cacing jantang mati, sedangkan cacing betina menghasilkan larva. Larva memasuki sel-sel mukosa dinding usus kemudian mengikuti peredaran daran hingga ke otot lurik. Dalam otot lurik. Larva membentuk sista, manusia mengalami infeksi cacing jika cacing dimakan yang kurang matang dan mengandung sista. Penyakit trikinosis ditandai dengan rasa mual yang hebat dan terkadang menimbulkan kematian ketika larva menembus otot jantung.

Secernentea

Secernentea disebut dengan phasmida, karena terdapat anggota spesiesnya memiliki phasmid. Banyak anggota kelas hidup dalam tubuh vertebrata, serangga dan tumbuhan. Berikut uraian tentang contoh-contoh spesies secernentea.

  • Ascaris Lumbricoides ( Cacing Perut )
    Ascaris lumbricoides ialah parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi cacing perut menyebabkan penderita mengalami kekurangan gizi, tubuh pada bagian anterior cacing memiliki mulut yang dengan dikelilingi tiga bibir dan gigi-gigi kecil. Cacing betina memiliki ukuran panjang sekitar 20-49 cm dengan diameter 4-6 mm, dibagian ekor runcing lurus dan dapat menghasilkan 200.000 telur per hari. Cacing jantan berukuran panjang sekitar 15-31 dengan diameter 2-4 mm, bagian ekor runcing melengkung dan di bagian anus terdapat spikula yang berbentuk kait untuk memasukkan sperma ke tubuh betina.Setelah terjadi perkawinan cacing betina menghasilkan telur, telur kemudian keluar bersama tinja. Telur mengandung embrio terletan bersama-sama dengan makanan yang tekontaminasi. Didalam usus inang telur menetas menjadi larva. Larva selanjutnya menembus dinding usus dan masuk ke daerah pembuluh darah, jantung, paru-paru, faring dan usus halus hingga cacing dapat tumbuh dewasa.
  • Ancylostoma Duodenale ( Cacing Tambang )
    Anylostoma duodenale disebut cacing tambang karena sering ditemukan di daerah pertambangan, misalnya di Afrika. Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan menghisap darah sehingga dapat menyebabkan anemia bagi penderita ankilostomiasis. Cacing tambang dewasa betina yang berukuran 12 mm, memiliki organ-organ kelamin luar ( vulva ) dan dapat menghasilkan 10.000 hingga 30.000 telur per hari. Cacing jantan yang berukuran 9 mm dan memiliki alat kopulasi di ujung posterior. Diujung anterior cacing terdapat mulut yang dilengkapi 1-4 pasang gigi kitin untuk mencengkram dinding usus inang.setelah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur keluar bersama feses ( tinja ) penderita. Ditempat yang becek telur menetas dan menghasilkan larva. Larva masuk ke tubuh manusia dari pori-pori telapak kaki. Larva mengikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, faring dan usus halus hingga yang tumbuh dewasa.
  • Oxyuris Vernicularis ( Cacing Kremi )
    Oxiyuris vermicularis atau Enterobius vermicularis ( cacing kremi ) berukuran 10-15. Cacing yang hidup di usus besar manusia khususnya pada anak-anak. Cacing dewasa betina menujua ke dubur pada malah hari untuk bertelur dan mengeluarkan suatu zat yang menyebabkan rasa gatal. Rasa gatal menyebabkan penderita menggaruknya sehingga telur cacing mudah terselip di buku-buku. Telur cacing dapat tertelan kembali pada saat penderita makan. Diusus telur akan menetas menjadi cacing kremi baru, cara penularan cacing kremi tersebut disebut dengan autoinfeksi.
  • Wuchereria Bancrofri ( Cacing Filaria atau Cacing Rambut )
    Wuchereria bancrofri yang hidup parasit di kelenjar getah bening ( limfa ). Cacing menyebabkan penyakit kaki gajah ( elephantiasis ) atau filariasis. Cacing dewasa berdiameter 0.3 mm. cacing betina berukuran panjang 8 cm dan jantan berukuran panjang 4 cm.setelah terjadi perkawinan cacing betina menghasilkan microfilaria. Disiang hari microfilaria berada dipembuluh darah yang besar dan malam hari pindah ke pembuluh darah kecil di bawah kulit. Bila nyamuk perantara ( Culex, Anopheles Mansonia atau Aedes ) menggigit di malam hari, microfilaria bersama darah masuk ke perut nyamuk. Microfilaria menembus dinding usus nyamuk menuju ke otot toraks dan betmetamorfosis. Setelah mencapai ukuran 1.4 mm, microfilaria pindah ke belalai nyamuk dan siap ditularkan ke orang lain. Cacing akan menggulung ke kelenjar limfa dan tumbuh hinffa dewasa. Cacing dewasa yang berjumlah banyak akan menghambat sirkulasi getah benang, sehingga setelah beberapa tahun mengakibatkan pembengkakan kaki.
  • Onchorcerca Volvulus
    Onchorcea vovulus merupakan cacing mikroskopiss penyebab onchocerciasis ( river blindness ) yang mengakibatkan kebutaan. Vector pembawa ialah lalat kecil penghisap darah black fly ( simulium ). Cacing banyak terdapat di Afrika dan Amerika Selatan.

Reproduksi Nematoda

Nematode berproduksi dengan secara seksual, yang umumnya diesis atau gonokoris yakni organ kelamin jantan dan betina yang terdapat di individu berbeda. Fertilisasi terjadi secara internal di dalam tubuh cacing betina. Telur yang sudah dibuahi memiliki cangkang yang tebal dank eras. Dipermukaan ccangkang memiliki pola yang spesifik digunakan untuk proses identifikasi jenis cacing yang menginfeksi manusia melalui pengamatan telur cacing pada tinja. Telur menetas menjadi larva yang berbentuk mirip induknya. Larva mengalami molting atau pergantian kulit hingga empat kali. Cacing dewasa tidak mengalami pergantian kulit tetapi tubuhnya tumbuh membesar.

Daur hidup dari nematode ialah memerlukan satu inang atau lebih. Seperti Wuchereria banchrofti ( cacing filarial ) memiliki inang utama manusia dan inang perantara nyamuk. Oxyuris vermicularis ( Cacing kremi ) yang hanya membutuhkan satu inang manusia dan tidak memerlukan inang perantara.

Peranan Nematoda

Pada umumnya Nematoda merugikan karena hidup parasit dan dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia dan tumbuhan. Contohnya Globodera Rostochiensis yang menjadi parasit pada tanaman kentang dan tomat dan sebagai vector dari virus sebagian tanaman pertanian. Tetapi ada juga Nematoda yang menjadi predator hama, misalnya ulat tanah, Caenorhabditis elegan merupajan Nematoda yang hidup bebas di tanah, telah lama digunakan sebagai organisme model untuk penelitian mengenai perkembangan hewan, termasuk perkembangan saraf, karena mudah dikembangbiakan dan mudah dianalisis struktur genetiknya. NASA bahkan menggunakan Caenorhabditis elegans untuk meneliti dampak dari gravitasi nol pada perkembangan otot dan fisiologinya dengan mengirim sampel cacing tersebut ke luar angkasa selama dua minggu.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Nematoda Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...