Penjelasan Peranan Cacing Dalam Ilmu Biologi

Posted on

DosenPendidikan.Com – Cacing merupakan suatu makhluk makro yang berada di dalam tanah, sebagai pengurai jasad lain, mulai dari hewan yang mati, daun gugur, akar yang mati sampai jasad manusia yang telah tutup usia hingga batu kapur.

Peranan Cacing

Untuk hal ini cacing yang dimaksud ialah cacing tanah. Untuk jenis cacing ini berbeda dengan cacing yang membuat hewan atau manusia menjadi sakit. Banyaknya cacing dalam tanah menunjukkan bahwa tanah itu sehat. Cacing tanah memakan humus dalam tanah, dan kemudian mengubah humus itu menjadi unsur hara, hal ini sangat baik untuk tanah.

Beberapa Peranan Cacing

Ada beberapa peranan cacing yang diantaranya yaitu:

Sebagai Penghasil Pupuk Organik

Sejak dahulu negara kita dikenal sebagao negara agraris karena mata pencarian pokok sebagian besar ialah bertani. Untuk sektor pertanian ini dianggap dapat memberikan banyak keuntungan. Untuk dapat mengoptimalkan hasil pertanian, petani selalu mengandalkan pemberian pupuk, baik itu organik maupun anorganik.

Untuk pupuk organic dihasilkan dari proses pengomposan atau perombakan bahan organic pada kondisi lingkungan yang lembab oleh sejumlah mikkroba ataupun organism pengurai. Yang salah satu organism pengurai ialah cacing tanah. Penguraian oleh cacing tanah lebih cepat dibandingkan mikkroba. Untuk kemampuan cacing tanah menguarai bahan organic 3-5 kali lebih cepat, itulah sebabnya cacing tanah sangat potensial sebagai penghasil pupuk organic. Bahkan mutu pupuk organiknya lebih baik.

Bahan organic merupakan sumber makanan utama bagi cacing tanah, setelah bahan organic dimakan maka dihasilkan pupuk organic. Pupuk organic tersebut lebih dikenal dengan kascing (bekas cacing), Kascing merupakan plartikel-partikel tanah berwarna kehitaman yang memiliki ukuran lebih kecil dari pertikel tanag biasa sehingga lebih cocok untuk pertumbuhan tanaman, Kascing mengandung komponen yang bersifat biologis yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman antara lain mengandung hormone pengatur tumbuh yaitu giberelin, sitokinin dan auxin.

Sebagai Pendaur Ulang Limbah

Yang salah satu cara terbaik dalam menangani limbah ini ialah dengan membudidayakan cacing tanah, cara ini sangat menguntungkan karena limbah tidak perlu diangkut ke tempat penampungan, cukup hanya dengan memberikan penyuluhan kepada rumah tangga dan perusahaan supaya dapat mengolah limbahnya sendiri dengan memanfaatkan cacing tanah.

Untuk kemampuan cacing tanah dalam mendaur ulang limbah organic dicirikan dari sistem pencernaan cacing tang ini sangat anerneda dengan hewan lainnya karena terdiri dari farink, kerongkongan, kelenjar kalsefeous, tembolok, lambung dan usus besar. Bahan organc yang masuk melalui mulut akan melalui komponen pencernaan tersebut dan akhirnya akan keluar dari tubuh sebagai kascing.

Untuk cara mencerna makan pada cacing tanah dapat secara langsung, tidak langsung dan intermediet. Mencerna secara langsung karena pada tubuh cacing tanah terdapat beberapa enxim yang dapat amerombak bahan organic kompleks melalui proses enzimatik. Mencerna secara tidak langsung karena perombakan bahan organic dibantu oleh mikroflora seperti bakteri atau fungi. Sementara secara intermediet karena perombakan dilakukan dengan menggunakan senyawa organic yang disediakan mikroflora, senyawa ini pada mikroflora ini dapar menguraikan serasah daun.

Sebagai Bahan Baku Pakan Ternak Dan Ikan

Dari berbagai penelitian di peroleh hasil bahwa tepung ikan dapat digantikan dengan tepung cacing tanah, ditinjau dari kandungan proteinnya ternyata tepung cacing tanah masih lebih baik dibandingkan tepung ikan. Kandungan protein tepung ikan 58% sedangkan protein cacing mencapai 64-76% selain itu tepung cacing mengadung asam amino paling lengkap, berlemak rendah, muda dicerna dan tidak mengandung racun.

Dari hasil percobaan diperoleh bahwa tepung cacing tanah menyebabkan berat telur dan kadar protein telur lebih tinggi dibandingkan menggunakan tepung ikan. Disamping itu dengan pemberian tepung cacing dapat menekan pengaruh racun pernah dilaporkan bahwa pemberian tepung ikan yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit erosi empedal dan muntah hintam pada ayam sehingga pertumbuhan ayam menjadi lambat dan bahakn dapat menjadi mati.

Sebagai Umpan Memancing

Cacing tanah sejak dahulu sudah digunakan orang dalam memancing, cacing yang digunakan umumnya hanya merupakan tangkapan dikebun-kebun, namun semakin berkurangnya lahan kebun dan semakin banyaknya petani yang menggunakan pestisida menyebabkan masyarakat sulit menemukan cacing tanah.

Melihat kondisi cacing tanah di alam yang semakin menipis tersebut maka pembudidayaan cacing tanah untuk umpan memacing menjadi peluang usaha. Banyaknya kebutuhan cacing tanah pada saat hari-hari libur dapat dimanfaatkan oleh peternak.

Sebagai Pakanan Burung

Cacing tanah sangat sekali disukai oleh beberapa jenis burung berkicau seperti cucakrawa, murai batu dan anis. Dengan pemberian cacing tanah maka penampilan burung akan semakin prima dan sehat.

Dengan adanya perkumpulan penggemar dan perlombaan burung maka akan semakin bertambahnya pula kebutuhan cacing tanah. Hala ini akan menumbuhkan upaya masyarakat penggemar burung dalam memperbaiki penampilan burung peliharaannya supaya menang dalam satu lomba.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Peranan Cacing Dalam Ilmu Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: