Penjelasan Perkembangbiakan Jamur Secara Spora Aseksual Dan Seksual

Posted on
Penjelasan Perkembangbiakan Jamur Secara Spora Aseksual Dan Seksual
3.3 (65%) 4 votes

DosenPendidikan.Com – Jamur ( cendawan ) merupakan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof, jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut dengan hifa. Dalam hal ini jamur berkembangbiak secara aseksual dan seksual. Dalam reproduksi aseksual dilakukan ketika sumber makanan melimpah dan reproduksi seksual dilakukan ketika sumber makanan sedikit atau lingkungan kurang menguntungkan.

Perkembangbiakan Jamur
Reproduksi aseksual yang paling sederhana ialah dengan fragmentasi talus. Fragmen-fragmen talus yang terpisah dapat tumbuh menjadi jamur yang utuh. Jamur uniseluler berkembang biak dengan membelah diri. Semua jamur dapat membentuk tunas atau kuncup.

Kuncup berkembang dari permukaan hifa. Sel pada hifa tersebut yang kemudian mengalami pembelahan nukleus, satu nukleus mengisi kuncup dan nukleus yang lain tetap berada di dalam sel semula. Dalam satu hifa dapat dibentuk lebih dari satu kuncup sekaligus. Kuncup tersebut dapat segera melepaskan diri dari hifa induk dan tumbuh membentuk jamur baru.

Untuk perkembangbiakan aseksual pada jamur yang paling utama ialah dengan membentuk spora aseksual haploid ( sering disebut mitospora yaitu spora yang dihasilkan dari pembelahan mitosis ). Sebuah jamur dapat menghasilkan sampai lebih dari 12 milyar spora pada setiap badan buahnya bahkan jamur yang lebih besar dapat mencapai ratusan milyar. Spora merupakan alat penyebaran yang utama pada jamur.

Pembahasan Spora Aseksual Terdiri Dari Beberapa Jenis

Dalam hal ini spora aseksual pada jamur terdiri beberapa jenis, untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.

  • Konidiospora Atau Konidium
    Dalam hal ini spora yang dibentuk di ujunh atau sisi suatu hifa. Konidium kecil bersel satu disebut mikrokonidia, sedangkan konidium yang besar dan bersel banyak disebut makrokonidia.
  • Sporangiospora
    Dalam hal ini sporangiospora dibentuk di dalam kantong yang disebut sporangium yang terletak pada ujung hifa khusus yang disebut sprangiosfor. Sporangiospora ada yang dapat bergerak menggunakan flagella disebut zoospore dan ada pula yang tidak dapat bergerak disebut aplanospora.
  • Arthrospora Atau Oidium
    Merupakan spora yang terbentuk pada sel-sel hifa yang terputus.
  • Klamidospora
    Merupakan spora berdinding tebal yang dibentuk ketika keadaan lingkungan tidak menguntungkan bagi pertumbuhan jamur. Spora ini sangat tahan terhadap lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan dan paparan bahan kimia.
  • Blastospora
    Merupakan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler yaitu khamir.

Perkembangbiakan seksual pada jamur melalui beberapa tahap yaitu plasmogami, kariogami dan meiosis. Jamur tidak memiliki alat kelamin jantan dan betina yang ada ialah hifa ( + ) dan hifa ( – ). Plasmogami merupakan proses terjadinya fusi dari dua protoplas dari sel-sel hifa ( + ) dan ( – ) yang bersesuaian. Plasmogami dapat terjadi melalui konjugasi, isogami, anisogami, oogami, gametangiogami, dan somatogami.

Setelah plasmogami dihasilkan sebuah sel yang memiliki dua nukleus ( dikarion ) karena nukleus dari kedua sel tidak langsung bergabung. Pada beberapa jamur periode dikarion ini berlangsung cukup lama. Dua nukleus itu kemudian mengalami kariogami ( penyatuan nukleus ) menghasilkan sel dengan nukleus diploid yang disebut zigot. Setelah terjadi kariogami, zigot yang terbentuk segera melakukan pembelahan meiosis menghasilkan spora-spora seksual yang haploid ( spora seksual sering disebut meiospora ).

Pembahasan Spora Seksual Terdiri Dari Beberapa Jenis

Dalam hal ini spora seksual pada jamur terdiri beberapa jenis, untuk lebih jelasnya simak dibawah ini.

  • Askospora
    Merupakan spora bersel satu yang dihasilkan dalam suatu kantong yang disebut askus.
  • Basidiospora
    Merupakan spora bersel satu yang dibentuk di dalam suatu badan menyerupai gada yang disebut basidium.
  • Zigospora
    Merupakan spora berdinding tebal yang dibentuk melalui peleburan dua ujung hifa reproduktif ( gametangia ) yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya.
  • Oospora
    Merupakan spora yang dibentuk melalui peleburan gamet jantan yang dihasilkan anteridia dengan gamet betina yang dihasilkan oogonia. Oospora dibentuk di dalam oogonium.

Spora yang dihasilkan apabila jatuh pada lingkungan yang sesuai akan tumbuh membentuk hifa, kemudian bercabang-cabang membentuk miselium. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan untuk menghasilkan keturnan yang lebih tahan ( adaptasi ) terhadap kondisi lingkungan.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Perkembangbiakan Jamur Secara Spora Aseksual Dan Seksual semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

loading...