Penjelasan Platyhelminthes Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya

Posted on
Penjelasan Platyhelminthes Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya
1.33 (26.67%) 3 votes

DosenPendidikan.Com – Platyhelmintes ( Cacing Pipih ) ialah Filum dalam kerajaan Animalia ( hewan ) yang bersifat tripoblastik yang hidup parasit dan memiliki bentuk tubuh yang rata ( pipih ). Terdapat 18.500 spesies dari Platyhelmintes ( cacing pipih ). Untuk istilah dari Platyhelmintes berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Platy yang berarti pipih dan Helmintes yang cacing. Platyhelmintes merupakan filum ketiga dari kindom animalia ( hewan ) setelah porifera dab coelenterate.

Penjelasan Platyhelminthes Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya

Struktur Dan Fungsi Platyhelmintes ( cacing pipih )

Platyhelmintes ( cacing pipih ) ialah cacing yang tergolong triplobalstik aselomata karena memiliki 3 lapisan embrional yang terdiri dari ektoderma, endoderma dan mesoderma. Platyhelmintes ( cacing pipih ) memiliki struktur dan fungsi tubuh yang berbeda dengan cacing golongan lainnya antara lain yaitu :

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan Platyhelmintes ( cacing pipih ) ialah gastrovaskuler dimana peredaran makanan tidak melalui darah tetapi oleh usus. Sistem pencernaan Platyhelmintes ( cacing pipih ) dimulai dari mulut faring dan ke kerongkongan. Pada bagian belakang kerongkongan terdapat ususyang bercabang ke seluruh tubuh. Sehingga usus tidak hanya mencerna makanan tapi usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

Sistem Syaraf

Dalam sistem syaraf terdapat beberapa macam sistem saraf pada Platyhelmintes ( cacing pipih ) antara lain sebagai berikut :

  • Sistem syaraf tangga tali ialah sistem syaraf yang paling sederhana. Pada sistem tersebut pusat susunan syaraf disebut dengan ganglion otak terdapat pada bagian kepala dan jumlah sepasang, dari kedua ganglion otak tersebut keluar tali syaraf sisi yang memanjang di bagian kiri dan kanan tubuh yang dihubungkan dengan serabut syaraf melintang.
  • Pada cacing pipih lebih tinggi tingkatannya sistem saraf dapat tersusun dari sel saraf ( neuron ) yang dibedakan menjadi sel saraf sensori ( sel pembawa sinyal dari indera ke otak ), sel saraf motor ( sel pembawa dari otak ke efektor dan sel asosiasi ( perantara ).

Indera

Dari beberapa jenis Platyhelmintes ( cacing pipih ) memiliki sistem penginderaan berupa oseli yaitu bintik mata yang mengandung pigmen peka terhadap cahaya. Bintik mata tersebut biasanya berjumlah sepasang dan terdapat dibagian anterior ( kepala ). Seluruh cacing pipih ini memiliki indra meraba dan sel kemoresptor diseluruh tubuhnya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berupa aurikula ( telinga ), statosista ( pengatur keseimbangan ) dan reoreseptor ( organ untuk mengetahui arah aliran sungai ). Pada umumnya Platyhelmintes ( cacing pipih ) memiliki sistem osmoregulasi yang disebut dengan protonefridia. Sistem ini terdiri dari saluran pengeluaran cairan yang dimilikinya disebut protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedangkan sisa metabolism tubuhnya dikeluarkan secara difusi melalui dinding sel.

Reproduksi

Meskipun Platyhelmintes ( cacing pipih ) merupakan hewan hemafrodit beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu. Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual. Reproduksi seksual ialah dengan menghasilkan gamet, Fertilisasi ovum terjadi didalam tubuh. Fertilisasi dapat dilakukan sendiri atau dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes ( Cacing Pipih )

Platyhelmintes ( cacing pipih ) memiliki beberapa ciri-ciri / karakteristik umum antara lain sebagai berikut :

  • Memiliki bentuk tubuh pipih, simetris dan tidak bersegmen
  • Memiliki ukuran tubuh mikroskopis dan ada juga yang memiliki panjang tubuh 20 cm yaitu cacing pita.
  • Memiliki satu lubang yaitu dimulut tanpa dubur.
  • Memiliki daya regenerasi yang tinggi dan bersifat hermafodit ( dua kelamin ).
  • Hidup parasit dan ada juga yang hidup bebas.
  • Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab atau dalam tubuh organism lain.
  • Melakukan perkembanganbiakan ( bereproduksi ) secara generative dengan perkawinan silang dan berproduksi secara vegetatif yaitu membelah diri.
  • Sensitive dengan cahaya.
  • Dan lain-lain.

Klasifikasi Platyhelmintes ( Cacing Pipih )

Platyhelmintes ( cacing pipih ) dibedakan menjadi 3 kelas antara lain sebagai berikut :

Turbellaria ( Cacing Rambut Getar )

Kelas turbellaria ialah bagian dari Platyhelmintes ( cacing pipih ) yang menggunakan bulu getar sebagai alat geraknya. Contoh : Planaria.

Trematoda ( Cacing Isap )

Kelas Trematoda ialah bagian dari Platyhelmintes ( cacing pipih ) yang memiliki alat hisap yang dilengkapi kait yang berfungsi melakatkan diri pada inangnya karena golongan ini hidup secara parasit pada manusia dan hewan. Contoh trematoda ialah fasciola ( cacing hati ), clonorchis dan schistosoma. Pada trematoda dewasa dalam usus, hati, ginjal, paru-paru dan pembuluh darah vertebrata.

Cestoda ( Cacing Pita )

Kelas Cestoda ( cacing pita ) ialah bagian Platyhelmintes ( cacing pipih ) yang memiliki kulit yang dilapisi dengan kitin sehingga tidak tercemar oleh enzin di usu inag. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, contohnya taenia solium dan T. Saginata. Spesies ini memiliki skoleks yang berfungsi atau digunakan untuk menempel pada usus inang. Reproduksi taenia ialah menggunakan telur yang telah dibuahi dan didalamnya terkandung larva yang disebut dengan onkosfer.

Peranan Platyhelmintes ( Cacing Pipih )

Pada umumnya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan karena bersifat parasi pada manusia dan hewan namun terdapat spesies Platyhelmintes ( cacing pipih ) yang tidak merugikan manusia atau hewan yaitu Planaria. Planaria mempunyai peranan yang dimanfaatkan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes ( cacing pipih ) lebih banyak memberikan dampak kerugikan bagi manusia dan hewan, karena cacing tersebut parasit dalat hewan ketika manusia mengkonsumsinya dampaknya dapat merugikan manusia karena terinfeksi cacing yang dapat menyebabkan masalah-masalah bagi kesehatan manusia.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Platyhelminthes Beserta Struktur, Ciri, Klasifikasi Dan Peranannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂