Penjelasan Proses Perkembangbiakan Tebu Dalam Biologi

Posted on
Penjelasan Proses Perkembangbiakan Tebu Dalam Biologi
3 (60%) 2 votes

DosenPendidikan.Com – Tebu merupakan tanaman yang di jadikan sebagai bahan baku gula. Pada tanaman ini hanya bisa tumbuh di daerah yang memiliki iklim tropis seperti di Indonesia. Tebu termasuk jenis tanaman rumput-rumputan dan jarak antara waktu tanam hingga di panen bisa mencapai kurang lebih setahun. Di Indonesia sendiri, tebu banyak dibudidayakan di wilayah pulau Jawa Dan Sumatera.

Proses Perkembangbiakan Tebu
Dalam hal ini lalu bagaimana proses perkembangbiakan pada tanaman tebu. Nah berikut ada beberapa fase dalam perkembangbiakan tanaman tebu, untuk lebih jelasnya simak uraian dibawah ini.

Fase Perkecambahan (0-1 Bulan)

Fase ini dimulai saat terjadinya pertumbuhan mata tunas tebu yang awalnya dorman menjadi tunas muda yang dilengkapi dengan daun, batang dan akar. Pada fase perkecambahan sangat ditentukan oleh faktor internal pada bibit seperti varietas, umur bibit, jumlah mata, panjang stek, cara meletakkan bibit, bibit terinfeksi hama penyakit, serta kebutuhan hara bibit.

Selain itu, untuk faktor eksternal seperti kualitas dan perlakukan bibit sebelum tanam, aerasi, kedalaman peletakan bibit dan kualitas pengolahan tanah juga sedikit berpengaruh pada fase perkecambahan ini.

Fase Pertunasan Atau Pertumbuhan Cepat (1-3 Bulan)

Dalam fase pertumbuhan anakan ialah perkecambahan dan tumbuhnya mata-mata pada batang tebu di bawah tanah menjadi tanaman tebu yang baru. Fase pertunasan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tebu, karena dapat mereflesikan produktivitas tanaman tebu. Pada fase ini, tanaman membutuhkan kondisi air yang terjamin kecukupannya, oksigen dan hara makanan khususnyan N, P dan K serta penyinaran matahari yang cukup.

Yang pada fase ini, secara agresif pada tanaman tebu mengalami pertumbuhan secara horizontal dengan terbentuknya tunas-tunas baru yang secara bertahap, yang mulai dari tunas primer hingga tunas tertier. Pada umur tanaman ini, pertumbuhan kesamping terus terjadi hingga mencapai pertumbuhan jumlah tunas maksimum pada umur tebu sekitar 3 bulan. Dalam proses pertunasan ini meskipun dominan terjadi munculnya anakan, namun pola pertumbuhannya berupa fisik dicerminkan dengan pembentukan daun, akar dan batang.

Fase Pemanjangan Batang (3-9 Bulan)

Dalam proses pemanjangan batang pada dasarnya merupakan pertumbuhan yang didukung dengan perkembangan beberapa bagian tanaman, yaitu perkembangan tajuk daun, perkembangan akar dan pemanjangan batang.

Fase ini terjadi setelah fase pertumbuhan tunas mulai melambat dan terhenti. Pemanjangan batang merupakan proses paling dominan pada fase ini, yang sehingga stadia pertumbuhan pada periode umur tanaman 3-9 bulan ini dikatakan sebagai stadia perpanjangan batang. Ada 2 unsur dominan yang berpengaruh dalam fase pemanjangan batang, yaitu diferensiasi dan perpanjangan ruas-ruas tebu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama sinar matahari, kelembaban tanah, aerasi, hara N dan faktor inheren tebu.

Fase Kemasakan Atau Generatif Maksimal (10-12 Bulan)

Fase kemasakan diawali dengan semakin melambatnya bahkan terhentinya pertumbuhan vegetatif. Tebu yang memasuki fase kemasakan secara visual ditandai dengan pertumbuhan tajuk daun berwarna hijau kekuningan, pada helaian daun acapkali dijumpai seperti bercak berwaran coklat.

Pada kondisi tertentu, sering ditandai dengan kaluarnya bunga. Selain sifat inheren tebu, faktor lingkungan yang berpengaruh cukup dominan untuk memacu kemasakan tebu antara lain kelembaban tanah, panjang hari, dan status hara tertentu seperti hara nitrogen.

Manfaat Lainnya Dari Tanaman Tebu

Selain sebagai bahan baku gula, tebu juga ternyata memiliki manfaat lain seperti:

  • Daun tebu yang kering (dadhok) ialah biomassa yang memiliki nilai kalori cukup tinggi. Ibu-ibu di pedesan Jawa sering memakai dadhok sebagai bahan bakar untuk memasak. Selain menghemat minyak tanah yang makin mahal, bahan bakar ini juga cepat panasnya.
  • Dalam konversi energi pabrik gula, daun tebu dan juga ampas batang tebu digunakan untuk bahan bakar boiler, yang uapnya digunakan untuk proses produksi dan pembangkit listrik.
  • Di beberapa daerah, air perasan tebu sering dijadikan minuman segar pelepas lelah, air perasan tebu cukup baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menambah glukosa.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Proses Perkembangbiakan Tebu Dalam Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: