Penjelasan Reliabilitas Beserta Metode Yang Di Gunakan

Posted on

DosenPendidikan.Com – Suatu dalam pengukur dapat dikatakan bila alat tersebut dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlainan senantiasa akan menunjukkan suatu hasil yang sama ( kosisten ). Jadi suatu alat yang reliable merupakan alat secara konsisten yang member hasil dari ukuran yang sama. Oleh karena itu, reliabilitas alat merupakan syarat yang paling mutlak untuk menentukan suatu pengaruh variable satu terhadap variable yang lainnya.

Reliabilitas

Disamping itu juga reliabilitas merupakan syarat bagi validitas tes. Tes yang tidak reliable dengan sendirinya tidak valid. Apabila tes itu tidak reliabel, maka senantiasa akan menghasilkan hasil yang berbeda-beda dab bisa disangsikan apakah yang diukur hal yang sama. Instrument yang reliabel merupakan alat untuk mengetahui adanya perubahan antara skor sebelum dan sesudah percobaan atau penelitian. Dianggap bahwa perubahan itu dapat terjadi atas pengaruh variable dari percobaan tersebut.

Metode Yang Di Gunakan

Metode yang digunakan untuk mengukur reliabilitas tes antara lain dengan meneliti test-retest dan test parallel. Untuk lebih jelasnya dari masing-masing simak ulasannya berikut ini.

Test-Retest

Test-retest untuk menentukan reliabilitas hanya berhasil apabila dilakukan dalam situasi yang stabil artinya situasi sewaktu mengadakan test dan retest hendaknya sama. Idealnya skor untuk test dan retest harus sama bagi semua individu yang diuji. Dalam eksperimen dengan variabel eksperimen itu dapat diduga bahwa perubahan skor itu ialah akibat dari variabel eksperimen itu. Perubahan itu adalah perubahan dalam sikap atau sifat yang diukur oleh test itu.
Untuk keuntungan dari metode test-retest ialah bisa dibandingkan secara langsung dengan test itu sendiri. apabila ternyata hasil test dengan retest banyak perbedaannya, maka perlu diadakan analisis tiap item untuk mengetahui apakah item itu mampu atau tidak membedakan antara responden yang memiliki sifat itu.

Untuk dapat mengetahui reliabilitas suatu alat pengukur dengan tes-retest, kita harus meminta responden yang sama supaya menjawab semua pertanyaan dalam alat pengukur sebanyak dua kali. Selang waktu antara test dengan retest sebaiknya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Apabila terlalu dekat, responden masih ingat jawaban yang berikan pada saat test. Namun apabila terlalu jauh kemungkinan terjadi perubahan pada fenomena yang diukur.

Untuk kelemahan dari metode ini ialah bahwa para responden yang menjalani test dapat mengingat item-itemnya dan akan memberikan jawaban yang sama pada saat retest.

Test Paralel

Untuk test paralel, peneliti perlu menyusun dua macam test dengan item-item yang berbeda namun untuk mengukur hal yang sama. Dari kedua test itu diberikan kepada responden yang sama, yang kemudian dicari validitasnya untuk masing-masing jenis. Kedua test itu dikatakan paralel atau ekuivalen.

Untuk menghitung reliabilitas, maka perlu mengorelasikan skor dari kedua test tersebut. Keuntungan cara ini ialah bahwa responden tidak dipengaruhi karena mengingat item-item pada test pertama, karena bentuk test berbeda. Sementara itu kelemahannya ialah bahwa peneliti harus menyusun dua macam test mengenai gejala yang sama. Pekerjaan ini memakan waktu yang cukup banyak. Selain itu pekerjaan ini juga sulit karena harus diusahakan supaya kedua test itu memiliki reliabilitas yang sama.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Reliabilitas Beserta Metode Yang Di Gunakan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


loading...