Penjelasan Spesifikasi Bacillariophyta Beserta Ciri, Struktur Dan Reproduksinya

Posted on

DosenPendidikan.Com – Bacillariophyta atau “ Diatom ” ini merupakan organisme uniseluler yang berperan sebagai produsen yang tersebar luas di perairan air tawar, air laut dan juga di tanah-tanah yang lembab. Untuk jumlahnya diatom ini sangat banyak, diperkirakan sekitar 16.000 jenis. Karena jumlahnya yang begitu banyak, diatom fitoplankton menjadi komponen produsen yang sangat penting di perairan laut.

Spesifikasi Bacillariophyta
Untuk diatom ini ada yang hidup sendiri maupun ada juga yang berkoloni membentuk filament. Yang sebagian hidup bebas di permukaan air, beberapa jenis yang lain hidup menempel pada substrat. Yang setiap selnya mengandung satu nukleus dengan satu atau beberapa plastid yang berbentuk pita atau cakram yang berisi pigmen cokelat keemasan yang melimpah.

Yang zat makanan berupa tetes-tetes minyak, dan bentuk sel diatom memanjang yang dilapisi oleh sebuah dinding sel ( cangkang ) yang terdiri dari dua belahan yang saling menutupi. Pada dinding sel tersebut terbuat dari lapisan pektin dan silica, yang apabila diatom mati, tersisa cangkang silica yang tembus cahaya. Cangkang pada diatom tersebut dilengkapi dengan lubang kecil yang memungkinkan sel berhubungan dengan lingkungan air.

Ciri-Ciri Bacillariophyta

Adapun untuk ciri-ciri umum pada Bacillariophyta ialah sebagai berikut:

  • Uni sellular atau colonial dengan dinding sel tersusun oleh silikat.
  • Susunan tubuh berbentuk sel tunggal, berbentuk koloni dengan membentuk tubuh simetri bilateral ( pennales ) dan simetri radial ( centrales ).
  • Susunan sel terdapat dinding sel yang disebut frustula tersusun dari bagian dasar yang dinamakan hipoteka dan bagian tutup ( epiteka ) dan sabuk ( singulum ). Frustulaini tersusun oleh zat pectinyang dilapisi silicon. Epiteka dan hipoteka tersusun oleh valve atas dan valve bawah. Valve tersusun dari: rafe, stria, nodulus pusat dan nodulus kutub. Pennales, pina berarti sirip, strianya tersusun menyirip, banyak ditemukan diair tawar. Centrales, strianya tersusun memusat, banyak ditemukan di air laut.
  • Alat gerak yang berupa flagel terdapat pada sperma.
  • Isi sel berinti tunggal dan berinti diploid, pigmen klorofil a dan c, beta karotinsertaxantofil ( fukosantin ).
  • Habitat umumnya dalam semua situasi air, tetapi terutama dalam air dingin.

Struktur Bacillariophyta

Terdapat dinding sel yang disebut frustula tersusun dari bagian dasar yang dinamakan hipoteka dan bagian tutup ( epiteka ) dan sabuk ( singulum ). Frustula ini tersusun oleh zat pektin yang dilapisi silikon. Epiteka dan Hipoteka tersusun oleh valve atas dan valve bawah. Valve tersusun dari: rafe, stria, nodulus pusat dan nodulus kutun. Pennales pinna berarti sirip, strianya terusun menyirip, banyak ditemukan di air tawar. Centrales, central berarti pusat, strianya tersusun memusat banyak ditemukan di air laut.

Untuk setiap sel mengandung satu bukleus dengan satu atau beberapa plastid yang berbentuk pita atau cakram, berisi pigmen cokelat keemasan yang melimpah. Zat makanan berupa tetes-tetes minyak. Bentuk sel diatom memanjang, dilapisi oleh dinding sel ( cangkang ) yang terdiri dari dua belahan yang saling menutupi. Dinding sel ini terbuat dari lapisan pektin dan silikan. Yang apabila diatom mati, tersisa cangkang silica yang tembus cahaya. Cangkang pada diatom dilengkapi dengan lubang kecil yang memungkinkan sel berhubungan dengan lingkungan air.

Reproduksi Bacillariophyta

Adapun untuk perkembangbiakan Bacillariophyta ialah sebagai berikut:

Secara vegetatif ialah dengan pembelahan sel ( aseksual ) dan sedangkan secara gametik ( seksual ) dengan membentuk auxospora, dengan cara: Partegonosis, Pedogami, Konjugasi isogami, Konjugasi anisogami, Autogami dan Oogami.

  • Partogenesis
    Sel induk tidak membelah hanya intinya saja membelah secara mitosis, diawali dari mitosis pertama. Kemudian inti melebur dilanjutkan mitosis ke dua yang pada akhirnya dinding sel pecah dan inti diselubungi lendir dan membentuk dinding baru ( auxospora ).
  • Pedogami ( Perkawinan Anak )
    Sel dengan satu ini membelah secara meiosis menjadi dua sel anak dan sel anak ini akan menjadi membentuk 4 inti, plasma sel memisah dengan masing-masing dua inti, dua inti pertama mengalami degenerasi. Dua inti yang kedua mengadakan penggabungan ( perkawinan anak ), membentuk auxospora.
  • Konjugasi
    Dua sel induk berdekatan melakukan senggama, dilanjutkan dengan plasmogami dilanjutkan dengan sinapsis dan diakhiri dengan karyogami. Konjugasi anisogami merupakan satu sel dengan satu ini membelah secara meiosis membentuk menjadi 4 inti. 2 inti mengalami degenerasi dan 2 inti bersifat fungsional. 2 inti yang fungsional mengadakan pembelahan sel lagi membentuk 4 inti yang terdiri dari 2 besar dan inti kecil. Inti kecil bergabung dengan inti kecil ( auxospora ). Dan sedangkan Konjugasi isogami merupakan pada prinsipnya proses konjugasi isogami sama dengan anisogami. Perbedaannya pada ukuran inti hasil pembelahan ialah sama besar.
  • Oogami
    Oogami dilakukan oleh sel telur ( non motil ), gamet jantan ( motil ) yang mendatangi gamet betina ( sel telur ), mengadakan pembelahan meiosis dan membentuk anteridium.
  • Autogami
    Inti sel membelah secara mitosis menjadi 2 inti, dilanjutkan dengan pembelahan meiosis membentuk 4 inti, 2 inti mengalami degenerasi dan 2 inti bergabung membentuk auxospora.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Spesifikasi Bacillariophyta Beserta Ciri, Struktur Dan Reproduksinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂