Penjelasan Struktur Jaringan Hewan Beserta Fungsinya

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Pada jaringan hewan terbentuk dari beberapa sel dari hasil proses diferensiasi yang kemudian mengalami proses spesialisasi. Proses diferensiasi merupakan proses perbanyakan sel yang melalui fungsi reproduksi sel, sedangkan yang dimaksud dengan spesialisasi ialah proses lanjut dari diferensiasi sebagai proses perubahan bentuk dan fungsi.

jaringan pada hewan

Sel-sel yang dibentuk dan fungsinya sama kemudian berkelompok menjadi satu kesatuan yang membentuk suatu jaringan. Secara umum tubuh hewan terdiri dari 4 jaringan yaitu :

  • Jaringan epithelium
  • Jaringan ikat
  • Jaringan otot
  • Dan jaringan saraf

Nah berikut inilah penjelasan jaringan hewan simak dibawah ini :

Jaringan Epithelium

Yang merupakan jaringan yang menutupi atau membatasi permukaan bagian tubuh yang berupa organ, rongga dan saluran baik yang terletak didalam maupun diluar tubuh. Jaringan epithelium ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai letaknya didalam tubuh. Epithelium pipih berfungsi untuk melindungi dan membalut jaringan yang terletak dibawahnya. Sedangkan epitel silindris dan kubus berfungsi sebagai membrane permeable yang menjadi lalu lintas zat. Selain itu ada juga epithelium yang berfungsi untuk menerima rangsang yang terdapat disekitas alat indera.

Jaringan Ikat

Jaringan ini mempunyai variasi yang sangat luas berdasarkan bentuk, letak dan strukturnya. Yang fungsi utama yakni sebagai penghubung antar jaringan, penungjang tubuh, berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh, mekanisme perthanan dan regenerasi.

Ciri khas dari jaringan ikat yakni terdiri dari bahan interseluler yaitu behan diantara sel yang disebut matriks. Matriks ini terdiri atas serat-serat dan bahan dasar yang bentuknya tidak teratur, matriks terbagi menjadi dua yakni fibrosa yang berbentuk serat dan amorf yang tidak berbentuk. Berdasarkan matriks-matriks yang menyusunya, jaringan ikat dibagi menjadi dua kelompok yaitu jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat.

Disebut dengan jaringan ikat longgar karena jaringan ikat ini mempunyai ciri susunan serat-seratnya longgar. Jaringan ikat ini yang paling banyak mempunyai substansi dasar dan sel-sel jaringan ikat dari berbagai tipe. Sedangkan pada jaringan ikat padat, keadaan serat-serat penyusunnya berimpitan.

Jaringan Otot

Jaringan ini mempunyai struktur khusus yang fungsi utamanya ialah sebagai alat gerak aktif, baik bagi badan secara keseluruhan maupun bagi setiap bagian tubuh yang satu terhadap yang lainnya. Sel otot sering disebut juga sebagai serat-serat otot. Serat otot mengandung flamen ( benang ) aktin dan myosin. Aktin dan myosin ini merupakan kontraktil yang member kemampuan untuk memanjang dan memendekkan otot.

Dalam penggolongan otot berdasarkan struktur dan fungsinya terbagi menjadi 3 macam yaitu otot lurik ( otot rangka ), otot polos dan otot jantung.

  • Otot Lurik ( otot rangka )

    Merupakan otot yang membentuk daging pada hewan. Otot lurik tersusun atas sel-sel yang berbentuk silindris yang sangat panjang tapi tidak mempunyai percabangan. Cara bergerak ( kontraksi ) otot lurik ini dibawah kesadaran, sehingga disebut otot volunter. Sel-selnya mengandung saraf-saraf yang berasal dari system saraf pusat. Otot lurik dapat berkontraksi secara cepat dan kuat. Otot-otot lurik dapat anda temukan pada sebagian besar otot rangka.

  • Otot Polos

    Jenis otot ini disebut juga dengan otot lurik. Sel-sel otot polos berbentuk seperti gelendong dengan panjang antara 20-500 milimikron. Intiselnya hanya satu dan terletak pada bagian tengah sel. Kontraksi otot polos dipengaruhi oleh saraf-saraf yang berasal dari sistem saraf otonom.

  • Otot Jantung

    Merupakan jenis otot dari penggabungan otot lurik dan otot polos. Disebut demikian karena otot jantung, keadaan susunannya memperlihatkan susunan otot lurik, tetapi cara kerjanya seperti otot polos yaitu berkontraksi secara ritmis dan otomatis.

Jaringan Saraf

Pada jaringan saraf ini membentuk system saraf. System saraf berfungsi menjamin kepekaan hewan terhadap pengaruh lingkungannya. Dengan demikian system saraf mampu menanggapi pengaruh yang terjadi dari lingkungannya. Disamping itu, sistem saraf mampu mengendalikan gerakan otot, sekresi kelenjar dan berperan besar pada tingkah laku naluri.

Jaringan saraf ini terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel saraf atau neuron merupakan unit fungsional pada sistem saraf. Neuron yang terdapat dalam tubuh bentuknya bermacam-macam bergantung pada tempat beradanya dan fungsinya. Sitoplasma sel neuron mengandung organel-organel antara lain bedan golgi, mitokondria dan reticulum endoplasma. Untuk kelangsungan hidupnya, neuron mendapatkan suplai makanan melalui neuroglia yang terdapat disekitarnya. Neuron mempunyai badan sel, dendrite dan neurit ( akson ).

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Struktur Jaringan Hewan Beserta Fungsinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Penjelasan Struktur Jaringan Hewan Beserta Fungsinya
Shares