“Penjualan Eceran ( Ritel )” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Jenis )

Posted on

“Penjualan Eceran ( Ritel )” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Jenis )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Penjualan Eceran “Ritel” yang dimana meliputi tujuan, fungsi dan jenis, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Penjualan Eceran “Ritel”

Pengecer aray penjualan eceran atau dikenal dengan istilah ritel ialah kegiatan bisnis perdagangan “penjualan barang atau jasa” yang langsung disalurkan kepada konsumen akhir untuk digunakan sebagai kebutuhan pribadi, keluarga atau keperluan rumah tangga bukan untuk dijual kembali. Pengecer merupakan perantara dalam sistem saluran pemasaran, dimana pengecer mendapatkan barang dari produsen dan atau pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada konsumen akhir.

Tujuan Dan Fungsi Penjualan Eceran “Ritel”

Perdagangan eceran melakukan aktivitas pengemasan menjadi bagian yang lebih kecil, menyimpan persediaan, menyediakan jasa agar pelanggan dapat memperoleh barang dengan mudah. Tujuan penjualan eceran “ritel” antara lain ialah sebagai berikut “Weits dkk, 2007:4”.

  • Menciptakan tersedianya pilihan akan kombinasi sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
  • Memberikan penawaran produk dan jasa pelayanan dalam unit yang cukup kecil sehingga memungkinkan para konsumen memenuhi kebutuhannya.
  • Menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk “ready exchange of value”.
  • Mengadakan transaksi dengan para konsumen-nya.

Sedangkan menurut Sudjana “2005:117” terdapat empat tujuan perdagangan eceran atau retail yaitu sebagai berikut:

  • Perantara antara distributor dengan konsumen akhir.
  • Penghimpunan berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan konsumen.
  • Tempat rujukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen.
  • Penentu eksistensi barang dari manufaktur di pasar konsumen.

Adapun fungsi perdagangan eceran atau ritel menurut Utami “2008:8-9” adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan berbagai jenis produk dan jasa
  • Memecah “breaking bulk”
  • Penyimpan persediaan
  • Penyedia jasa
  • Meningkatkan nilai produk dan jasa

Jenis-Jenis Penjualan Eceran “Ritel”

Pedagang eceran yang memiliki toko atau disebut pengecer toko “Store Retailers” dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut “Kotler dan Armstrong, 2003:216”:

  • Toko Barang Khusus “Specialty Store”
    Lini produk yang sempit dengan keragaman yang dalam Toko pakaian adalah toko lini tunggal; toko pakaian pria adalah toko lini terbatas dan toko kemeja pesanan pria adalah toko yang sangat khusus.
  • Toko Serba Ada “Departemen Store”
    Beberapa lini produk, biasanya pakaian, perlengkapan rumah dan barang kebutuhan keluarga dengan masing-masing lini yang ditempatkan sebagai bagian tersendiri yang dikelola pembeli khusus atau pedagang khusus.
  • Pasar Swalayan “Supermarket”
    Usaha yang relatif besar, berbiaya rendah, bermarjin rendah, bervolume tinggi, swalayan yang dirancang untuk melayani semua kebutuhan untuk makanan, sarana mencuci dan produk-produk keluarga.
  • Toko Kenyamanan “Convenience Store”
    Toko yang relatif kecil dan terletak dekat daerah pemukiman menjual lini terbatas produk-produk kenyamanan dengan tingkat perputaran yang tinggi dan harga yang sedikit lebih tinggi.
  • Toko Disko “Discount Store”
    Barang dagangan standar yang dijual dengan harga yang lebih murah dengan marjin yang lebih rendah dan volume yang lebih tinggi.
  • Pengecer Potongan Harga “Off-Price Retailer”
    Barang dagangannya yang dibeli dibawah harga pedagang besar biasa dan dijual dibawah harga eceran.
  • Gerai Pabrik “Factory Outlet”
    Dimiliki dan dijalankan produsen dan biasanya menjual barang-barang yang berlebihan tidak diproduksi lagi atau tidak biasa.
  • Pengecer Potongan Harga Independen “Independent off-priceretailer”
    Dimiliki dan dijalankan pengusaha atau divisi perusahaan eceran yang lebih besar.
  • Klub Gudang Atau Klub Pedagang Besar “Warehouse Clubs Atau Wholesale Clubs”
    Menjual pilihan terbatas jenis produk kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, pakaian bermerek dan berbagai jenis barang lain dengan diskon yang sangat besar bagi anggota-anggota yang membayar iuran keanggotaan tahunan.
  • Toko Besar “Superstore”
    Ruang penjualan sekitar 35.000 kaki persegi yang ditujukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumen untuk jenis produk makanan dan non-makanan yang dibeli rutin.
  • Toko Kombinasi “Combination Store”
    Toko gabungan makanan dan obat yang memiliki ruang penjualan rata-rata 55.000 kaki persegi.
  • Hiperpasar “Hypermarkets”
    Berkisar antara 80.000 hingga 220.000 kaki persegi dan menggabungkan pasar swalayan, toko diskon dan eceran gudang.
  • Ruang Pameran Katalog
    Pilihan yang sangat banyak barang-barang berharga tinggi, mengalami perputaran cepat dan bermerek dengan harga diskon.

Pedagang eceran yang tidak memiliki toko atau disebut pengecer tanpa toko “Non-Store Retailers”, dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut “Kotler dan Armstrong, 2003:538”:

  • Penjualan Langsung “Direct Selling”
    Penjualan langsung disini tidak termasuk penjualan dari bisnis ke bisnis, kegiatan ini dimulai dari pedagang keliling dan terus berkembang menjadi industry yang besar.. Penjualan dilakukan oleh para wira-niaga langsung kepada pemakai akhir.
  • Penjualan Satu-Satu “One to One Selling”
    Penjualan dilakukan oleh wira-niaga dengan cara mengunjungi tempat tinggal konsumen satu per satu serta berusaha mendapatkan pesanan pembelian.
  • Penjualan Satu Ke Banyak “One to Party Selling”
    Seorang wira-niaga akan datang ke rumah seorang konsumen dan mengundang teman atau tetangganya untuk melihat demonstrasi produk.
  • Pemasaran Jaringan “Network Marketing-MLM”
    Perusahaan memilih para usahawan untuk berperan sebagai distributor. Distributor lalu akan memilih beberapa anggota baru sebagai agen. Para agen kemudian akan memilih beberapa orang lain lagi untuk menjual produk perusahaan kepada para pembeli yang potensial.
  • Pemasaran Langsung “Direct Marketing”
    Pemasaran langsung dimulai dari katalog dan surat pos, bahkan sekarang telah berkembang berbagai cara baru yang modern, seperti pemasaran melalui telepon “Telemarketing”, pemasaran melalui TV “Home Shopping” maupun informasi berbelanja melalui elektronik “infomercial”.
  • Mesin Penjual Otomatis “Automatic Vending”
    Mesin penjual otomatis ini memiliki beberapa keunggulan seperti penjualan 24 jam sehari serta mudah ditemukan di banyak tempat yang strategis.
  • Jasa Pembelian “Buying Service”
    Suatu pengecer tanpa toko yang melayani konsumen khusus seperti sekolahan, rumah sakit ataupun lembaga pemerintahan. Anggota organisasi tersebut dapat menjadi anggota jasa pembelian dan mereka boleh membeli berbagai produk dengan harga diskon.

Demikianlah pembahasan mengenai “Penjualan Eceran ( Ritel )” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Jenis ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: