“Peramalan “Forecasting” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Jenis )

Posted on

“Peramalan “Forecasting” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Jenis )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Peramalan “Forecasting” yang dimana dalam hal ini meliputi tujuan, fungsi dan jenis, nah agar dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Peramalan “Forecasting”

Peramalan “Bahasa Inggris = Forecasting” ialah suatu teknik analisa perhitungan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif untuk memperkirakan kejadian dimasa depan dengan menggunakan referensi data-data di masa lalu. Peramalan bertujuan untuk memperkirakan prospek ekonomi dan kegiatan usaha serta pengaruh lingkungan terhadap prospek tersebut.

Peramalan atau Forecasting merupakan bagian terpenting bagi setiap perusahaan ataupun organisasi bisnis dalam setiap pengambilan keputusan manajemen. Peramalan itu sendiri bisa menjadi dasar bagi perencanaan jangka pendek menengah maupun jangka panjang suatu perusahaan. Di dalam sebuah peramalan “forecasting” dibutuhkan sedikit mungkin kesalahan “eror” didalamnya. Agar dapat meminimalisir tingkat kesalahan tersebut maka akan lebih baik jika peramalan tersebut dilakukan dalam satuan angka atau kuantitatif.

Tujuan Dan Fungsi Peramalan “Forecasting”

Fungsi peramalan atau forecasting terlihat pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik ialah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan. Apabila kurang tepat ramalan yang kita susun, maka masalah peramalan juga merupakan masalah yang selalu kita hadapi “Ginting, 2007”.

Menurut Heizer dan Render “2009:47”, permalan atau forecasting memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu serta melihat sejauh mana pengaruh dimasa datang.
  • Peramalan diperlukan karena adanya time lag atau delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat implementasi.
  • Peramalan merupakan dasar penyusutan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas suatu rencana bisnis.

Jenis-Jenis Peramalan “Forecasting”

Berdasarkan horizon waktu, peramalan atau forecasting dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu “Herianto, 2008:78”

  • Peramalan jangka panjang yaitu yang mencakup waktu lebih besar dari 18 bulan, misalnya peramalan yang diperlukan dalam kaitannya dengan penanaman modal, perencanaan fasilitas dan perencanaan untuk kegiatan litbang.
  • Peramalan jangka menengah yaitu mencakup waktu antara 3 sampai 18 bulan, misalnya peramalan untuk perencanaan penjualan, perencanaan produksi dan perencanaan tenaga kerja tidak tetap.
  • Peramalan jangka pendek yaitu mencakup jangka waktu kurang dari 3 bulan. Misalnya peramalan dalam hubungannya dengan perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja dan penugasan karyawan.

Berdasarkan fungsi dan perencanaan operasi di masa depan, peramalan atau forecasting dibagi menjadi tigas jenis yaitu “Heizer dan Render, 2009:47”

  • Peramalan ekonomi “economic forecast” peramalan ini menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.
  • Peramalan teknologi “technological forecast”, peramalan ini memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik yang membutuhkan pabrik dan peralatan yang baru.
  • Peramalan permintaan “demand forecast” ialah proyeksi permintaan untuk produk atau layanan perusahaan. Proyeksi permintaan produk atau layanan suatu perusahaan. Peramalan ini juga disebut peramalan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia.

Berdasarkan jenis data ramalan yang disusun, peramalan dibagi menjadi dua jenis yaitu “Saputro dan Asri 2000: 148”

  • Peramalan kualitatif yaitu peramalan yang didasarkan atas kualitatif pada masa lalu. Hasil ramalan yang dibuat sangat tergantung pada orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersifat intuisi, pendapat dan pengetahuan serta pengalaman dari penyusunnya. Biasanya peramalan secara kualitatif ini didasarkan atas hasil penyelidikan seperti pendapat salesman, pendapat sales manajer pendapat para ahli dan survey konsumen.
  • Peramalan kuantitatif yaitu peramalan yang didasarkan atas data penjualan pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Penggunaan metode yang berbeda akan diperoleh hasil yang berbeda pula.

Berdasarkan sifat penyusunannya, peramalan dibagi menjadi dua jenis yaitu “Ginting, 2007”

  • Peramalan subjektif yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya.
  • Peramalan objektif yaitu peramalan yang didasarkan atas data yang relevan pada masa lalu dengan menggunakan teknik-teknik dan metode-metode dalam penganalisaan data tersebut.

Demikianlah pembahasan mengenai “Peramalan “Forecasting” Pengertian & ( Tujuan – Fungsi – Jenis ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: