Gerhana Matahari

Proses Terjadinya Gerhana Matahari Menurut Para Ahli

Posted on
Rate this post

DosenPendidikan.Com – Gerhana adalah sebuah fenomena astronomi yang terjadi sebuah benda langit yang bergerak ke dalam sebuah bayangan benda langit lain. Istilah ini umumnya digunakan untuk gerhana matahari saat Bulan terletak pada posisi antara Bumi dan Matahari, atau gerhana bulan saat penampang sebagian atau seluruhnya ditutupi oleh bayangan bulan Bumi di dalam Tata Surya.

Namun, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya, pada planet dan satelit yang dimiliki oleh planet lain lain.

Gerhana Matahari
Gerhana Matahari

Tata surya kita terdiri dari sembilan planet, bulan, komet, dan asteroid yang atau anggota benda langit lainya. Benda langit selalu bergerak secara permanen. Pusat benda langit atau tata surya kita adalah matahari. Matahari berputar pada porosnya rotasi selama 25 hari.

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari, berputar pada porosnya dalam waktu 24 jam. . Selain berputar pada porosnya, Bumi juga berputar mengelilingi matahari atau juga disebut revolusi. Jalan bumi mengelilingi matahari disebut orbit.

Untuk mengelilingi matahari, bumi membutuhkan waktu 365 ¼ hari atau sekitar 1 tahun. Bulan mengelillingi bumi selama 27 ½ hari. Karena bumi juga berputar, bulan membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali ke posisi semula. Bulan adalah tetangga terdekat Bumi di tata surya. Kadang-kadang selama jalur orbit, bulan dan bumi berada dalam satu baris atau paralel. Ketika hal ini terjadi disebut Gerhana.

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari yang mencakup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Meskipun Bulan lebih kecil, bulan bayangannya mampu menutupi sinar matahari sepenuhnya karena bulan dalam jarak rata-rata 384 400 kilometer dari Bumi lebih dekat dari Matahari yang memiliki jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari :

  • Fase K.I, adalah ketika piringan bulan dan piringan matahari mulai betemu. menandai awal dari peristiwa gerhana.
  • Fase K.II, adalah pertama kalinya seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan, untuk total gerhana matahari, atau ketika seluruh piringan bulan berada di dalam piringan matahari, untuk gerhana matahari cincin. Hubugan ini  menandai dimulainya fase gerhana total, untuk gerhana matahari total, atau cincin fase , untuk gerhana matahari cincin.

Puncak terjadinya gerhana, adalah ketika jarak antara pusat Bulan dan  pusat piringan Matahari mencapai minimum.

  • Fase K.III, adalah kebalikan Kontak II. Kontak III adalah ketika piringan matahari yang keluar dari disc bulan belakang untuk total gerhana matahari, atau ketika piringan bulan mulai meninggalkan piringan matahari, untuk gerhana matahari cincin. Interval antara Kontak II dan kontak III total fase gerhana yang panjang. Dalam gerhana matahari sebagian, fase Kontak  II dan kontak III kita tidak amati.
  • Fase K.IV, adalah ketika piringan dari matahari dan piringa bulan berpotongan meninggalkan piringan matahari dan piringan bulan yang tersisa. Kontak IV adalah kebalikan dari kontak pertama, dan menandai berakhirnya gerhana keseluruhan.

Momen Terjadinya Gerhana Matahari

1. 22 Juli 2009 gerhana matahari adalah gerhana matahari total (GMT) dengan besarnya 1,0799 yang terlihat sepanjang koridor yang melewati Bangladesh, China, India, Nepal dan tengah Samudera Pasifik. Durasi gerhana ini dari 6 menit 39 detik.

2. 26 Januari 2009 gerhana matahari adalah gerhana matahari cincin  (GMC) dengan besarnya 0,9282  yang terlihat di sepanjang koridor yang melewati Samudera Hindia selatan, ujung selatan pulau Sumatera (Lampung), Selat Sunda, bagian selatan Pulau Bangka, Belitung, dan Kalimantan.

Salah satu daerah di Indonesia, yang memiliki jam terpanjang GMC adalah Pringsewu, Lampung, dengan fase cincin panjang 6 menit 12 detik, gerhana dimulai pada 13:19 WIB hingga 17:52 WIB, puncak gerhana terjadi pada 16:41. Beberapa kota-kota penting lainnya di Indonesia yang dapat menyaksikan GMC ini adalah Bandar Lampung, Serang, Anyer, Tanjungpandan, Ketapang, dan Samarinda. Berdasarkan laporan tersebut, GMC di Banten,Anyer, Serang, dan sekitarnya, tidak terlihat karena tertutup awan tebal.

Macam-Macam Gerhana Matahari

Gerhana Dibagi Menjadi 4 Macam :

1. Gerhana Total

Gerhana total terjadi ketika waktu puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Pada saat itu, piringan bulan yang sama besar atau lebih besar dari pirngan matahari. Ukuran piringan Matahari dan Bulan itu sendiri bervariasi tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total

2. Gerhana Sebagian

Gerhana Sebagian terjadi ketika piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Dalam gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana Matahari Sebagian

3. Gerhana cincin

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutupi sebagian dari piringan matahari. Jenis gerhana ini terjadi ketika ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan di depan piringan Matahari, bukan seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian lingkaran matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, Bulan berada di sekitar  piringan dan terlihat seperti cincin bercahaya.

Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin

4. Gerhana Hibrida

Gerhana Hibrida Pergeseran antara gerhana total dan gerhana cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. gerhana  hibrida relatif jarang.

Gerhana Matahari Hibrida
Gerhana Matahari Hibrida

Menganalisa Gerhana Matahari

Melihat langsung ke fotosfer matahari bagian cincin terang dari Matahari, walaupun hanya dalam hitungan detik dapat berakibat kerusakan permanen pada retina mata karena radiasi yang cukup tinggi. hingga tidak dapat terlihat cahaya yang dipancarkan oleh fotosfer.

Kerusakan yang disebabkan gerhana dapat menyebabkan kerusakan yang fatal higga dapat terjadi kebutaan mata.

Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode tidak langsung melihat ke arah matahari. Kacamata pun tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.

Karena sirkulasi cepat dari bumi mengelilingi matahari, gerhana matahari tidak bisa berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik jadi jika Anda ingin melihat hal itu dilakukan sesegera mungkin.

Simak Artikel Berikutnya Di Bawah Ini :

Itulan Penjelasan Tentang Proses Terjadinya Gerhana Matahari Menurut Para Ahli Kami Sajikan Untuk Para Sahabat Setia Dosenpendidikan.Com Semoga Bermanfaat 😀