Gunung Berapi
Gunung Berapi

Proses Terjadinya Gunung Berapi

Posted on
Proses Terjadinya Gunung Berapi
3.6 (72.5%) 24 votes

Proses Terjadinya Gunung Berapi – Gunung berapi adalah gunung yang terbentuk ketika magma dari bumi ke permukaan. Gunung berapi dapat diklasifikasikan menurut apakah itngkat kedahsyatan letusan dahsyat atau tenang, dan jenis bahan yang dimuntahkan selama meletus. Ketika meletus, gunung berapi memancarkan lava, bom vulkanik, terak, abu, gunung berapi, gas dan uap panag. Bahan dikeluarkan oleh letusan gunung berapi memiliki sifat yang ada batu lainnya.

Gunung berapi terbentuk hasil dari batu-ty cairan yang dikumpulkan di bawah kerak bumi. Keadaan yang sangat suhu panas di bawah kerak bumi menyebabkan batu-ty menjadi cair. Ini batu cair-ty dikenal sebagai magma.

Gunung Berapi
Gunung Berapi

Kebanyakan magma yang terbentuk sekitar 80 km ke 160 km di bawah permukaan bumi. Hot magma naik ke permukaan tekanan kerana bumi dan kurang padat dibandingkan dengan batuan sekitarnya. Magma mengalir keluar ke permukaan bumi melalui ventilasi vulkanik atau lohong diakui sebagai lava.

Kebanyakan gunung berapi terbentuk di daerah perbatasan piring. Para ilmuwan telah mengajukan teori lempeng tektonik menjelaskan proses pembentukan gunung berapi.

Susunan Gunung Api

Gunung berapi terbangun atas beberapa komponen dan membentuk sebuah struktur. Masing-masing komponen memiliki bagian dan fungsi yang saling mendukung sehingga terbentuklah aktivitas dari gunung berapi tersebut. Beberapa bagian dari gunung berapi antara lain adalah sebagai berikut.

1. Struktur Kawah

Struktur kawah merupakan bagian dari gunung berapi yang memiliki bentuk morfologi negatif atau depresi. Bagian ini terbentuk diakibatkan adanya aktivitas sebuah gunung berapi. Bagian kawah ini biasanya berbentuk bundardan berada pada bagian puncak gunung.

2. Kaldera

Kaldera merupakan bagian dari gunung berapi yang memiliki bentuk menyerupai kawah. Namun. garis tengah kaldera berukuran lebih dari 2km. Kaldera sendiri tersusun dari beberapa bagian. antara lain kaldera letusan akibat letusan besaryang melemparkan sebagian besartubuh kaldera tersebut.

Ada juga yang disebut dengan kaldera runtuhan. yaitu kaldera yang terbentuk karena sebagian tubuh gunung berapi runtuh akibat adanya material yang keluar dalam jumlah besar dari dapur magma. Ada juga kaldera resurgent, yaitu jenis kaldera yang terjadi karena runtuhnya sebagian gunung berapi dan proses ini berlanjut dengan runtuhnya blok di pertengahan kaldera. Kaldera erosi merupakan jenis kaldera yang timbul akibat proses erosi secara berkepanjangan di bagian dinding kawah. Hal ini kemudian menyebabkan bagian tersebut melebar sehingga terbentuklah kaldera.

3. Rekahan dan Graben

Rekahan dan graben merupakan bagian dari gunung berapi yang berupa retakan di bagian tubuh gunung. Pannjang retakan ini bisa mencapai puluhan kilometer serta kedalaman hingga ribuan meter. Rekahan pararel yang menjadikan bagian blog amblas disebut dengan graben.

4. Depresi Volkano Tektonik

Bagian ini terbentuk dengan diawali adanya deretan pegunungan yang kondisinya menyerupai pembentukan gunung berapi. Bagian ini terbentuk karena adanya pergeseran magma asam ke permukaan bumi dalam jumlah yang sangat besar. Magma asam sendiri asalnya dari kerak bumi dan depresi tersebut bisa terjadi dengan kedalaman puluhan hingga ribuan meter.

Proses Terjadinya Gunung Berapi

Gunung berapi dapat terbentuk ketika dua lempeng pertembungan ditetapkan. Terjunam Pertembungan ini menyebebkan satu piring di bawah piring lain. Zon Pengaturan ini akan kerana suhu yang sangat panas cair di bawah kerak bumi. Hal ini menambah bagian cair dari magma dalam mantel dan seterusnya mengalir keluar ke permukaan bumi dalam gunung berapi.

Gunung berapi juga ditemukan di zona Permatang laut. Dasar laut Perebakan berlaku di mana magma naik menolak litosfera berlawanan arah. Lava akan membentuk dasar laut sebagai Permatang laut. Gunung berapi di Islandia adalah pembentukan jenis ini.

Gunung berapi sebahagian terbentuk di tengah piring, piring jauh dari perbatasan sebagai Kepulauan Hawaii. Para ilmuwan menjelaskan bahwa batu tonggak mantel dipanaskan dan naik perlahan-lahan ke permukaan bumi. Munculnya magma ke permukaan bumi dianggarkan 13 cm sampai 15 cm per tahun. Ketika kepulan magma naik ke permukaan bumi, gunung berapi terbentuk. Proses pembentukan gunung api ini disebut hot spot (titik panas). Rajah di bawah ini menunjukkan tiga formasi vulkanik.

Istilah gunung berapi juga digunakan untuk nama fenomena pembentukan es gunung berapi atau gunung berapi es dan lumpur gunung berapi atau lumpur vulkanik. Es gunung berapi yang umum di daerah yang memiliki musim dingin yang bersalju, sedangkan gunung lumpur dapat dilihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.

Gunung berapi ditemukan di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik busur (Pacific Ring of Fire). Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya busur antara dua lempeng tektonik.

Gunung berapi ini ditemukan dalam berbagai bentuk sepanjang hidup mereka. Gunung berapi aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum menjadi tidak aktif atau mati. Namun gunung berapi istirahat yang mampu dalam waktu 610 tahun sebelum menjadi aktif kembali. Dengan demikian, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari sebuah gunung berapi itu, jika gunung berapi berada dalam keadaan istirahat atau telah meninggal.

Pergerakan lempeng telah menyebabkan empat busur vulkanik yang berbeda :

  1. Perluasan kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunung api tengah laut.
  2. Tumbukan antara kerak, di mana kerak samudera subduksi di bawah kerak benua. Sebagai hasil dari gesekan antara kerak terjadi pencairan batu dan lelehan batuan bergerak ke permukaan melalui celah-celah dan kemudian membentuk busur gunung berapi di tepi benua.
  3. Kerak benua dari satu sama lain secara horizontal, menyebabkan patah tulang atau kesalahan. Fraktur atau patah tulang ke permukaan jalan untuk mencairkan batu atau magma yang membentuk benua vulkanik busur atau banjir lahar tengah sepanjang fraktur.
  4. Penipisan kerak samudera karena pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar laut, ini adalah banjir terobosan magma dari lava membentuk deretan gunung berapi perisai.

Di Bawah Ini Adalah Artikel Geografi Lainya :

Demikian Ulasan Tentang Proses Terjadinya Gunung Berapi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀

loading...