“Realistic Mathematics Education ( RME )” Pengertian – Prinsip – Karakteristik & ( Kelebihan – Kekurangan )

Posted on

“Realistic Mathematics Education ( RME )” Pengertian – Prinsip – Karakteristik & ( Kelebihan – Kekurangan )

DosenPendidikan.Com – Realistic Mathematics Education “RME” dikembangkan pertama kali oleh Freudenthal pada tahun 1971 di Utrecht University Belanda. Menurut Freudenthal bahwa belajar matematika adalah suatu aktivitas, sehingga kelas matematika bukan tempat memindahkan matematika dari guru kepada siswa, melainkan tempat siswa menemukan kembali ide dan konsep matemtika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata “Yuwono, 2001:17”.

Pengertian Realistic Mathematics Education “RME”

Pendidikan matematika realistis atau Realistic Mathematics Education “RME” adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga mempermudah siswa menerima materi dan memberikan pengalaman langsung dengan pengalaman mereka sendiri. Masalah-masalah realistis digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep atau pengetahuan matematika formal, dimana siswa diajak bagaimana cara berpikir menyelesaikan masalah, mencari masalah, dan mengorganisasi pokok persoalan.

Prinsip Realistic Mathematics Education “RME”

Menurut Gravemeijer “1990:90”, terdapat tiga prinsip dalam Realistic Mathematics Education “RME” yaitu sebagai berikut:

  • Guided Reinvention Dan Progressive Mathematization
    Melalui topik-topik yang disajikan siswa harus diberi kesempatan untuk mengalami sendiri yang sama sebagaimana konsep matematika ditemukan.
  • Didactial Phenomenology
    Topik-topik matematika disajikan atas dua pertimbangan yaitu aplikasinya serta konstribusinya untuk pengembangan konsep matematika selanjutnya.
  • Self Developed Models
    Peran Self develope models merupakan jembatan bagi siswa dari situasi real ke situasi konkrit atau dari matematika informal ke bentuk formal, artinya siswa membuat sendiri dalam menyelesaikan masalah.

Karakteristik Realistic Mathematics Education “RME”

Menurut Treffers, karakteristik Realistic Mathematics Education “RME” adalah menggunakan dunia nyata, model-model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif dan keterkaitan “intertwinment” unit belajar. Penjelasan masing-masing karakteristik adalah sebagai berikut “Suharta, 2001:3-5”:

Menggunakan Dunia Nyata

Pembelajaran matematika tidak dimulai dari sistem formal, tetapi diawali dengan masalah kontekstual “dunia nyata”, dimana dalam hal ini siswa menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung.

Menggunakan Model-Model

Istilah model berkaitan dengan model situasi dan model matematika yang dikembangkan oleh siswa sendiri “self develope models”, peran self develope models merupakan jembatan bagi siswa dari situasi konkret ke sistuasi abstrak atau dari situasi informal ke situasi formal.

Menggunakan Produksi Dan Konstruksi Siswa

Siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan strategi-strategi informal dalam memecahkan masalah yang dapat mengarahkan pada pengkonstruksian prosedur-prosedur pemecahan. Dengan produksi dan konstruksi, siswa terdorong untuk melakukan fleksi pada bagian yang siswa anggap penting dalam proses belajar. Dengan bimbingan guru, siswa diharapkan dapat menemukan kembali konsep matematika dalam bentuk formal.

Menggunakan Interaktif

Interaksi antar siswa dan dengan guru merupakan hal yang sangat mendasar dalam proses pembelajaran matematika realistis.

Keterkaitan “Intertwinment” Unit Belajar

Dalam pembelajaran matematika realistis, unit0unit matematika berupa fenomena-fenomena belajar saling berkaitan dan sangat diperlukan sekali. Dengan keterkaitan ini akan memudahkan siswa dalam proses pemecahan masalah.

Kelebihan Dan Kekurangan Realistic Mathematics Education “RME”

Adapun kelebihan dan kekurangan Realistic Mathematics Education “RME” sebagai berikut:

Kelebihan Realistic Mathematics Education “RME”

  • Karena siswa membangun sendiri pengetahuannya, maka siswa tidak mudah lupa dengan pengetahuannya.
  • Suasana dalam proses pembelajaran menyenangkan karena menggunakan realitas kehidupan, sehingga siswa tidak cepat bosan untuk belajar matematika.
  • Siswa merasa dihargai dan semakin terbuka karena setiap jawaban siswa ada nilainya.
  • Memupuk kerja sama dalam kelompok.
  • Melatih keberanian siswa karena harus menjelaskan jawabannya.
  • Melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan pendapat.
  • Pendidikan berbudi pekerti, misalnya: saling kerja sama dan menghormati teman yang sedang berbicara.

Kekurangan Realistic Mathematics Education “RME”

  • Karena sudah terbiasa diberi informasi terlebih dahulu maka siswa masih kesulitan menemukan sendiri jawabannya.
  • Membutuhkan waktu yang lama bagi siswa yang memiliki kemampuan yang rendah.
  • Siswa yang pandai kadang-kadang tidak sabar untuk menanti temannya yang belum selesai.
  • Membutuhkan alat peraga yang sesuai dengan situasi pembelajaran saat itu.
  • Belum ada pedoman penilaian, sehingga guru merasa kesulitan dalam evaluasi atau memberi nilai.

Demikianlah pembahasan mengenai “Realistic Mathematics Education ( RME )” Pengertian – Prinsip – Karakteristik & ( Kelebihan – Kekurangan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: