“Return on Assets ( ROA )” Pengertian – Fungsi – Unsur & ( Keunggulan – Kelemahan )

Posted on

“Return on Assets ( ROA )” Pengertian – Fungsi – Unsur & ( Keunggulan – Kelemahan )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Return on Assets ( ROA ) yang dimana dalam hal ini meliputi fungsi, unsur dan keunggulan maupun kelemahan, untuk dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Return on Assets ( ROA )

Return on Assets ( ROA ) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian di proyeksikan di masa yang akan datang.

Assets atau aktiva yang dimaksud adalah keseluruhan harta perusahaan, yang diperoleh dari modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan menjadi aktiva-aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan.

Fungsi Return on Assets

Menurut Munawir “2007:91” kegunaan dari analisa Return on Assets dikemukakan sebagai berikut:

  • Sebagai salah satu kegunaannya yang prinsip ialah sifatnya yang menyeluruh. Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek akuntansi yang baik maka manajemen dengan menggunakan teknik analisa Return on Assets dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja, efisiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan.
  • Apabila perusahaan dapat mempunyai data industri sehingga dapat diperoleh rasio industri, maka dengan analisa Return on Assets dapat dibandingan efisiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis, sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada di bawah, sama atau di atas rata-ratanya. Dengan demikian akan dapat diketahui dimana kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
  • Analisa Return on Asset juga dapat digunakan untuk mengukur efisiensi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh divisi/bagian yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal ke dalam bagian yang bersangkutan. Arti pentingnya mengukur rate ofretum pada tingkat bagian adalah untuk dapat membandingkan efisiensi suatu bagian dengan bagian yang lain didalam perusahaan yang bersangkutan.
  • Analisa Return on Asset juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan product cost system yang baik, modal dan biaya dapat dialokasikan kepada berbagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga dengan demikian dapat dihitung profitabilitas dari masing-masing produk. Dengan demikian manajemen akan dapat mengetahui produk mana yang mempunyai profit potential.
  • Return on Assets selain berguna untuk keperluan kontrol juga berguna untuk keperluan perencanaan, misalnya Return on Assets dapat digunakan sebagian dasar untuk pengembalian keputusan kalau perusahaan akan mengadakan ekspansi.

Unsur-Unsur Pembentuk Return on Assets ( ROA )

Indikator “Alat ukur” yang digunakan didalam Return on Assets ( ROA ) melibatkan unsur laba bersih dan total asset “total aktiva” dimana laba bersih dibagi dengan total asset atau total aktiva perusahaan dikalikan 100% “Brigham dan Houston, 2010:148”.

Dari definisi diatas , maka komponen-komponen pembentuk Retrun on Assets ( ROA ) menurut Kieso, Weygant Warfield yang diterjemahkan oleh Emil Salim “2002:153” adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan adalah arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya dalam aktiva entitas atau pelunasan kewajibannya selama seuatu periode yang ditimbulkan oleh pengiriman atau produksi barang, penyedia jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasi utama perusahaan.
  • Beban adalah arus keluar atau penurunan lainnya dalam aktiva sebuah entitas atau penambahan kewajibannya selama satu periode yang ditimbulkan oleh pengiriman atau produksi barang, penyedia jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasi utama perusahaan.
  • Keuntungan adalah kenaikan ekuitas “aktiva bersih” perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
  • Kerugian adalah penurunan ekuitas “aktiva bersih” persahaan dari transaksi sampingan ataun insidentil kecuali yang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.

Keunggulan Dan Kelemahan Return on Assets ( ROA )

Adapun keunggulan dan kelemahan Return on Assets sebagai berikut:

Keunggulan Return on Assets ( ROA )

Menurut Munawir “2001:91-92” keunggulan Return on Assets yaitu:

  • Dapat diperbandingkan dengan rasio industri sehingga dapat diketahui posisi perusahaan terhadap industri, hal ini merupakan salah satu langkah dalam perencanaan strategi.
  • Selain berguna untuk kepentingan montrol, analisa Return on Assets ( ROA ).
  • Jika perusahan telah menjalankan praktik akuntansi dengan baik maka dengan analisis Retun on Assets ( ROA ) dapat diukur efisiensi penggunaan modal yang menyeluruh yang sensitif terhadap setiap hal yang mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan.

Kelemahan Return on Aseets ( ROA )

Kelemahan Return on Assets ( ROA ) menurut Munawir “2001:94” adalah:

  • Return on Asset ( ROA ) sebagai pengukur divisi sangat dipengaruhi oleh metode depresiasi aktiva tetap.
  • Return on Assets ( ROA ) mengandung distorsi yang cukup besar terutama dalam kondisi inflasi. Return on Assets ( ROA ) akan cenderung tinggi akibat dan penyesuain “kenaikan” harga jual, sementara itu beberapa komponen biaya masih dinilai dengan harga distorsi.

Demikianlah pembahasan mengenai “Return on Assets ( ROA )” Pengertian – Fungsi – Unsur & ( Keunggulan – Kelemahan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: