“Romusha” Arti, Pengertian & ( Kerja Paksa Pada Zaman Jepang )

“Romusha” Arti, Pengertian & ( Kerja Paksa Pada Zaman Jepang )
5 (100%) 1 vote

“Romusha” Arti, Pengertian & ( Kerja Paksa Pada Zaman Jepang )

DosenPendidikan.Com – Dalam hal ini pada masa penjajahan Belanda kita mengenal dengan istilah kerja Rodi yaitu kerja paksa yang diterapkan oleh Belanda saat menjajah Indonesia. Nah untuk kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai kerja paksa pada zaman Jepang, kerja paksa Jepang, arti Romusha, dan pengertian Romusha, untuk lebih jelasnya simak saja ulasa berikut ini.

Arti Dan Pengertian Romusha

Dalam hal ini untuk mendukung dan menjalankan Imperialisme Jepang yaitu Kesemakmuran Asia Timur Raya, maka Jepang butuh dana besar untuk dapat membiayai perang, baik itu perang dunia ke II maupun dalam perang untuk memperjuangkan Imperialisme-nya.

Tidak lain, dan tidak bukan ialah Kesemakmuran Asia Timur Raya, Jepang juga membutuhkan bantuan tenaga untuk membangun sarana pendukung perang, antara lain kubu pertahanan, jalan raya, rel kereta api, jembatan dan lapangan udara.

Yang oleh karena itu, Jepang sangat membutuhkan banyak tenaga kerja, untuk pengerahan tenaga kerja itu disebut dengan Romusha. Apabila dirincikan maka pengertian Romusha terbagi menjadi dua yaitu:

  • Pengertian Romusha secara Bahasa, Romusha berarti Buruh, pekerja.
  • Pengertian Romusha secara Istilah, Romusha berarti panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa pendudukan Jepang di Indonesia mulai tahun 1942 hingga 1945.

Untuk hal ini pada mulanya, dalam pelaksanaan Romusha didukung rakyat, rakyat Indonesia masih termakan propaganda Jepang untuk membangun keluarga besar Asia. Tenaga-tenaga Romusha ini kebanyakan diambil dari desa-desa, umumnya orang-orang yang tidak bersekolah atau paling tinggi tamat sekolah dasar. Semula program romusha bersifat sukarela dan sementara.

Akan tetapi, setelah kebutuhanb mendesak, pengerahan tenaga kerja berubah menjadi paksaan. Ribuan tenaga kerja romusha dikirim ke luar Jawa, bahkan ke luar negeri, seperti Burma, Malaysia, Thailand dan Indo-Cina. Dalam leteratur lain menyebutkan jumlah Romusha di Indonesia mencapai 4 hingga 10 juta.

Tenaga kerja romusha ini diperlakukan dengan sangat buruk, yang sehingga banyak di antara mereka yang meninggal dunia. Dalam pengerahan tenaga kerja tersebut telah membawa akibat dalam struktur sosial di Indonesia.

Banyak pemuda tani yang menghilang dari desanya karena mereka tajut dikirim sebagai romusha. Para romusha yang selamat kemudian kembali ke desa mereka. Mereka ini memiliki banyak pengalaman di berbagai bidang. Mereka datang membawa gagasan-gagasan baru sehingga desanya terbuka untuk perubahan.

Demikianlah pembahasan mengenai “Romusha” Arti, Pengertian & ( Kerja Paksa Pada Zaman Jepang ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: