“Seni Kriya Cetak Saring ( Sablon )” Pengertian & ( Tahapan – Cara Kerjanya )

Posted on
“Seni Kriya Cetak Saring ( Sablon )” Pengertian & ( Tahapan – Cara Kerjanya )
5 (100%) 1 vote

“Seni Kriya Cetak Saring ( Sablon )” Pengertian & ( Tahapan – Cara Kerjanya )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai seni kriya cetak saring “sablon” yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, tahapan dan cara kerjanya, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Seni Kriya Cetang Saring “Sablon”

Seni kriya cetak saring merupakan salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar “screen” dengan kerapatan tertentu dan biasanya berbahan dasar Nylon atau sutra. Layar ini lalu diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang dapat dilalui tinta dan tidak.

Proses eksekusinya ialah dengan menuangkan tinta diatas layar dan lalu disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sablon ialah sebuah teknik untuk mencetak tinta diatas bahan dengan bentuk yang kita kehendaki. Dengan pertolongan screen sablon dan rakel sablon dalam proses pengerjaannya. Keunggulan dari teknik sablon ialah:

  • Bisa mencetak dengan jumlah yang banyak.
  • Hasil relatif stabil.
  • Bisa menghasilkan beberapa efek menarik, misalnya seperti glitters, glow in the dark, timbul, mengkilap/metalik, dsb.
  • Biaya cetak cukup terjangkau.
  • Fleksibel bisa di aneka jenis permukaan bahan.

Pencetakan dengan cara sablon dijama serba Digital sekalipun akan terus diperlukan. Cetak dengan metode sablon sangat diperlukan untuk pencetakan dalam media yang tidak memungkinkan dilakukan Mesin Digital Offset. Mesin sablon yang dapat bekerja otomatis juga telah banyak dipakai saat ini, namun walaupun demikian cetak sablon secara manual tentunya masih banyak dilakukan dengan pertimbangan biaya lebih murah, misalkan Sablon kain untuk sepanduk dan pakaian, kaos, souvenir, sablon pada media plastik dan sebagainya.

Pada artikel kali ini mengulas hal-hal penting dan mendasar mengenai cara dan teknik pencetakan sablon yang dilakukan secara manual salah satu tekni proses cetak yang menggunakan layar “screen” dengan kerapatan tertentu dan biasanya berbahan dasar Nylon atau sutra.

Tahapan Dan Cara Kerjanya

Adapun untuk tahapan dan cara kerjanya ialah sebagai berikut:

  • Permukaan Screen Sablon di poleskan cairan kental kusus/emulsion.
  • Cairan ini apabila telah dioleskan dan dikeringkan pada permukaan screen tidak boleh terkena sinar matahari “dipoleskan dan dikeringkan pada ruangan yang gelap/pada ruangan tanpa kena cahaya langsung ultra violet”. Tujuannya ialah jika terkena cahaya saat sudah kering maka polesan itu tidak akan dapat larut dengan air dengan baik.
  • Setelah kering, permukaan itu di tempel/ditutup dengan Film dari hasil Print BW “Black/White” pada media plastik/film transparent atau pada biasanya dapat menggunakan kertasa transparan dari Kalkir.
  • Dilanjutkan dengan proses “penyinaran” pada Sinar matahari atau dibawah sinar yang mengandung ultraviolet. Proses penyinaran ini ditentukan dnegan “Hitungan” untuk mengukur lamanya penyinaran dan ditentukan oleh Keras tidaknya cahaya yang menerpa permukaan screen sablon itu.
  • Film kemudian dilepas dari permukaan screen, Film yang telah diprint itu akan “Menampakan” duplikasi dari apa yang telah kita printa pada layar.
  • Tahap selanjutnya ialah penyiraman permukaan screen dengan air. Cara penyiramanpun wajib berhati-hati sekali hal ini kenapa..?? karena hasil print yang tampak pada screen jika terkena air maka akan terlarut, ini disebabkan oleh sebab film yang dicetak “Hitam” dan permukaan layar yang ditutup Hitam tidak akan mengeras “karena tidak tembus sinar”. Begitu sebaliknya, disinilah perlu kehati-hatian dalam proses penyiraman yang sering disertai dengan perangkat bantu “Semprot air mini” dengan tujuan agar air bisa lebih keras dan bisa bagus tembus melelehkan hasil print yang tercetak.
  • Tahapan selanjutnya yakni pengeringan kembali dari proses diatas dan dilanjutkan pada proses cetak dengan pemberian tinta kusus Sablon.
  • Proses eksekusinya ialah dengan menuangkan tinta di atas layar dan lalu disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sementara bahan yang dicetak berada dibawah screen sablon dan dilakukan penekanan secara sedemkian rupa. Jadi proses cetak sablon ialah tiap warna dalam sekali cetak.

Demikianlah pembahasan mengenai “Seni Kriya Cetak Saring ( Sablon )” Pengertian & ( Tahapan – Cara Kerjanya ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...