Sistem Integumen Pada Ikan Beserta Penjelasannya

Biologi hisam sam

DosenPendidikan.Com – Pada hewan yang tingkat tinggi memiliki sistem yang kompleks, yang salah satunya yaitu sistem integument yakni kulit beserta derivatnya. Beragamnya habitat hewan akan menyebabkan perbedaan sistem integument yang akan ditemukan. Salah satu pada ikan yang merupkan hewan air, meskipun semua ikan hidup di dalam air juga akan ditemukan perbedaan tipe-tipe integumennya.

Sistem Integumen Ikan

Nah berikut ini susunan sistem integument pada ikan.

Lapisan Epidermis

Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit yang terletak paling luar, lapisan ini yang membatasi tubuh dengan lingkungan. Karenanya, lapisan ini memiliki fungsi utama sebagai pelindung. Seperti halnya dengan jaringan pelindung pada hewan, bagian kulit ikan tersusun atas lapisan jaringan epitel yang menyusun tubuh dan melindungi bagian tubuh ikan sebelah dalam dari gangguan mekanik serta infeksi ataupun gangguan lainnya. Sebagian lapisan tertular pada tubuh ikan, epidermis tak hanya berperan sebagai pelindung, namun juga memiliki fungsi lainnya antara lain.

  • Pelindung
    Lapisan epidermis terletak pada bagian luar yang berbatasan dengan lingkungannya. Perlindungan lapisan epidermis ini berfungsi untuk melindungi dari ancaman infeksi patogen atau lainnya. Maka bentuk-bentuk perlindungan yang dilakukan oleh lapisan epidermis antara lain ialah menghasilkan lendir. Fungsi lendir selain untuk melindungi tubuh ikan juga memiliki fungsi agar tubuh ikan tetap lembab dan juga memudahkan pergerakan ikan di dalam air.
  • Osmoregulasi
    Lapisan epidermis berbatasan langsung dengan lingkungan, oleh karenanya ia akan menjadi salah satu organ osmoregulasi pada hewan, seperti halnya pada ikan. Melalui lapisan ini pengikatan atau pelepasan air dan juga mineral akan berlangsung secara difusi.
  • Eksresi
    Bersamaan dengan fungsi osmoregulasi yang dilakukan oleh kulit melalui epidermis juga akan dibuang senyawa-senyawa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
  • Identifikasi
    Pada bagian epidermis terdapat pigmen warna yang dijadikan sebagai alat untuk identifikasi jenis atau tipe ikan. Lapisan epidermis tersusun atas beberapa lapisan sel yang lebih tipis dibanding lapisan dermis. Pada lapisan yang berbatasan dengan lapisan dermis terdapat lapisan yang berperan untuk regenerasi sel yang aktif mengadakan pembelahan sel guna menggantikan sel-sel yang mengelupas.

Lapisan Dermis

Dibanding dengan lapisan epidermis, lapisan ini ukurannya lebih tebal, serupa dengan lapisan dermis pada hewan lainnya. Lapisan dermis pada ikan mengandung syarat, pembuluh darah, jaringan ikat, reseptor dan lainnya.

Pada lapisan ini juga akan terbentuk derivate-derivate dermis yang akan membentuk bagian tubuh lainnya seperti sisik. Lapisan dermis tersusun atas stratum laxum dan stratum compactum. Dibagian stratum laxum merupakan lapisan yang berbatasan dengan epidermis. Dilapisan ini terdapat chromatophora yang berfungsi memberikan warna pada kulit ikan. Sementara lapisan compactum berisi jaringan kolagen dan bagian dari jaringan ikat lainnya. Dibawah ini lapisan dermis terdapat lapisan hypodermis yang berisi simpanan cadangan lemak.

Derivat-Derivat Dari Sistem Integument

Nah berikut ini ialah macam-macam derivate dari sistem integument yaitu :

Sisik

Sisik merupakan modifikasi lapisan dermis, pembentukan sisik terjadi melalui proses evaginasi lapisan dermis ke lapisan epidermis. Namun beberapa ikan memiliki sisik yang terbentuk dari proses invaginasi lapisan epidermis ke lapisan dermis.

Untuk fungsi sisik pada ikan selain untuk melindungi tubuh ikan juga berperan sebagai rangka tubuh bagian dalam, macam-macam bentuk sisik pada ikan :

  • Placoid, sisik ini disebut sebagai sisik gigi lantaran bentuknya memang menyerupai gigi. Struktur sisik placoid keras memiliki enamel dimana didalamnya mengandung pembuluh darah dan juga saraf. Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan hiu.
  • Cosmoid, jenis sisik ini mirip seperti sisik plakoid hanya saja memiliki bentuk yang lebih mendatar. Sisik cosmoid ditemukan pada kelompok ikan purba seperti ikan paru-paru. Struktur sisik ini menyerupai gigi dan tulang. Dan tersusun atas dua lapisan utama yaitu lapisan isopedine yang keras maupun lapisan cancellous yang merupakan lapisan spons yang mengandung banyak pembuluh darah. Sementara lapisan paling luar Cosmin merupakan komponen nonseluler yang merupakan lapisan yang mengandung vitrodentin berguna untuk memberi bentuk sisik yang keras.
  • Ganoid, sisik ini serupa dengan sisik cosmoid hanya saja lapisan cosminya diganti dengan lapisan ganoin, jenis sisik ini memiliki bentuk belah ketupat contohnya terdapat pada ikan-ikan purba.
  • Cycoloid, sisik ini terdapat pada kelompok ikan primitive, susunan sisik ini lebih halus dan lembut. Struktur sisik ini mirip dengan sisik ganoid hanya saja kehilangan lapisan ganoinnya sehingga ukurannya lebih tipis.
  • Ctenoid, sisik ini memiliki bentuk menyerupai sisir ( cteno = sisir ), strukturnya menyerupai cycloid hanya saja bentuk pada ujungnya yang berbeda.

Lendir

Lendir merupakan cairan yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar yang terdapat di lapisan epidermis. Cairan ini berbentuk seperti jeli yang kental yang berfungsi melindungi tubuh ikan. Lendir dimiliki oleh ikan-ikan yang tidak memiliki sisik. Adanya lendir ini berguna untuk melindungi tubuh ikan dari gesekan yang terjadi saat ikan tersebut bergerak di perairan. Selain itu lendir juga berperan dalam melindungi tubuh ikan dari infeksi pathogen. Hal ini karena lendir mengandung berbagai macam senyawa glycoprotein yang mampu menghalangi masuknya pathogen ke dalam tubuh ikan.

Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Integumen Pada Ikan Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Most popular articles related to Sistem Integumen Pada Ikan Beserta Penjelasannya
Shares