“Steganografi” Pengertian & ( Prinsip – Kriteria – Aspek – Jenis )

Posted on

“Steganografi” Pengertian & ( Prinsip – Kriteria – Aspek – Jenis )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Steganografi yang dimana dalam hal ini meliputi seperti prinsip, kriteria, aspek dan jenis, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Steganografi

Pengertian Steganografi “steganography” ialah ilmu, teknik atau seni menyembunyikan pesan rahasia “hiding message” atau tulisan rahasia “covered writing” sehingga keberadaan pesan tidak terdeteksi orang lain kecuali pengirim dan penerima pesan tersebut. Steganografi berasal dari bahasa Yunani yaitu steganos “tersembunyi/menyembunyikan” dan graphy “tulisan”, sehingga secara lengkap bermakna tulisan yang disembunyikan.

Prinsip Atau Cara Kerja Steganografi

Untuk menyisipkan data yang ingin disembunyikan membutuhkan dua unsur. Unsur pertama ialah media penampung seperti citra, suara, video dan sebagainya yang terlihat tidak mencurigakan untuk menyimpan pesan rahasia. Unsur kedua adalah pesan yang ingin disembunyikan yaitu media penampungnya berupa citra yang disebut cover-object dan citra yang telah disisipi pesan disebut stego-object.

Secara umum, terdapat dua proses didalam steganografi yaitu proses embedding untuk menyisipkan pesan kedalam cover-object dan proses decoding untuk ekstraksi pesan dari stego-object. Kedua proses ini mungkin memerlukan kunci rahasia yang dinamakan stego-key agar hanya pihak yang berhak saja yang dapat melakukan penyisipan dan ekstraksi pesan.

Kriteria Dan Aspek Dalam Steganografi

Penyembunyian data rahasia ke dalam media digital mengubah kualitas media tersebut, kriteria yang harus diperhatikan dalam penyembunyian data diantaranya adalah:

  • Fidelity, mutu citra penampung tidak jauh berubah, setelah penambahan data rahasia, citra hasil steganografi masih terlihat dengan baik. Pengamat tidak mengetahui kalau didalam citra tersebut terdapat data rahasia.
  • Robustness,, data yang disembunyikan harus tahan terhadap manipulasi yang dilakukan pada citra penampung “seperti” pengubahan kontras, penajaman, penempatan, penambahan noise, perbesaran gambar, pemotongan “cropping”, enkripsi dan sebagainya” bila pada citra dilakukan operasi pengolahan citra maka data yang disembunyikan tidak rusak.
  • Recovery,, data yang disembunyikan harus dapat diungkapkan kembali “recovery” karena tujuan steganografi adalah data hiding maka sewaktu-waktu data rahasia di dalam citra penampung harus dapat diambil kembali untuk digunakan lebih lanjut.

Sebuah steganografi memiliki tiga aspek yang dapat menentukan berhasil tidaknya atau baik-tidaknya sebuah steganografi dalam melakukan pekerjaannya “Ermadi dkk, 2004” yaitu:

  • Kapasitas “capacity”,, kapasitas merujuk pada jumlah informasi yang bisa disembunyikan dalam medium cover. Keamanan adalah ketidakmampuan pengamat untuk mendeteksi pesan tersembunyi dan ketahanan adalah jumlah modifikasi medium stego yang bisa bertahan sebelum musuh merusak pesan rahasia yang tersembunyi tersebut.
  • Keamanan “security”,, keamanan dari sistem steganografi klasik mewujudkan kerahasiaan sistem encoding-nya. Teori informasi memungkinkan kita untuk lebih spesifik pada apa yang dimaksudkan dengan suatu sistem yang benar-benar aman.
  • Ketahanan “robustness”,, ketahanan mengacu pada data citra penampang “seperti pengubahan kontras, penajaman, rotasi, perbesaran gambar, pemotongan dan sebagainya”. Bila pada citra dilakukan operasi pengolahan citra, maka data yang disembunyikan tidak rusak.

Jenis-Jenis Teknik Steganografi

Berdasarkan teknik steganografi yang digunakan terdapat tujuh jenis teknik steganografi yaitu sebagai berikut ” Ariyus, 2009″:

  • Injection,,merupakan suatu teknik menanamkan pesan rahasia secara langsung ke suatu media. Salah satu masalah dari teknik ini adalah ukuran media yang diinjeksi menjadi lebih besar dari ukuran normalnya sehingga mudah dideteksi. Teknik ini sering juga disebut embedding.
  • Substitusi,, data normal digantikan dengan data rahasia. Biasanya hasil teknik ini tidak terlalu mengubah ukuran data asli, tetapi tergantung pada file media dan data yang akan disembunyikan. Teknik substitusi bisa menurunkan kualitas median yang ditumpangi.
  • Tramsformasi Domain,, teknik ini sangat efektif. Pada dasarnya, transformasi domain menyembunyikan data pada transformspace.
  • SpreadSpectrum,,merupakan teknik pentransmisi menggunakan pseudo-noise code, yang independen terhadap data informasi sebagai modulator bentuk gelombang untuk menyebarkan energi sinyal dalam sebuah jalur komunikasi “bandwith” yang lebih besar dari pada sinyal jalur komunikasi informasi. Oleh penerima, sinyal dikumpulkan kembali menggunakan replika pseudo-noise code tersinkronisasi.
  • Statistical Method,, teknik ini disebut juga skema steganographic 1 bit, skema tersebut menanamkan satu bit informasi pada media tumpangan dan mengubah statistik walaupun hanya 1 bity. Perubahan statistik ditunjukkan dengan indikasi 1 dan jika tidak ada perubahan, terlihat indikasi 0. Sistem ini bekerja berdasarkan kemampuan penerima dalam membedakan antara informasi yang dimodifikasi dan yang belum.
  • Distortion,,metode ini menciptakan perubahan atas benda yang ditumpangi oleh data rahasia.
  • Cover Generation,, metode ini lebih unik dari pada metode lainnya karena cover object dipilih untuk menyembunyikan pesan.

Demikianlah pembahasan mengenai “Steganografi” Pengertian & ( Prinsip – Kriteria – Aspek – Jenis ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: