“Struktur Modal” Pengertian & ( Komponen – Faktor Yang Mempengaruhi )

Posted on

“Struktur Modal” Pengertian & ( Komponen – Faktor Yang Mempengaruhi )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Struktur Modal yang dimana dalam hal ini meliputi komponen dan faktor yang mempengaruhi, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Struktur Modal

Struktur Modal adalah proporsi keuangan antara utang jangka pendek, utang jangka panjang dan modal sendiri untuk menjalankan aktivitas perusahaan. Struktur modal menjadi masalah yang penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai efek langsung terhadap posisi finansial perusahaan.

Komponen Struktur Modal

Komponen struktur modal terdiri dari modal asing dan modal sendiri, dengan penjelasannya sebagai berikut “Riyanto, 2008:227”:

Modal Asing

Modal asing atau utang adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan dan bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut merupakan utang yang pada saatnya harus dibayar kembali. Dalam pengambilan keputusan akan penggunaan utang ini harus mempertimbangkan besarnya biaya tetap yang muncul dari utang berupa bunga yang akan menyebabkan semakin meningkatnya leverage keuangan dan semakin tidak pastinya tingkay pengembalian bagi para pemegang saham biasa.

Modal asing atau utang terbagi menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut:

  • Utang Jangka Pendek “Short-term Debt”
    Utang jangka pendek adalah modal asing yang jangka waktunya paling lama satu tahun. Sebagian besar utang jangka pendek terdiri dari kredit perdagangan yaitu kredit yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan usahanya.
  • Utang Jangka Menengah “Intermediate-term Debt”
    Utang jangka menengah merupakan utang yang jangka waktunya adalah lebih dari satu tahun atau kurang dari 10 tahun. Utang jangka menengah terbagi dua yaitu Term Loan dan Leasing Tem Loan merupakan kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Leasing merupakan suatu alat atau cara untuk mendapatkan servis dari suatu aktiva tetap yang pada dasarnya adalah sama seperti halnya kalau kita menjual obligasi untuk mendapatkan servis dan hak milik atas aktiva tersebut, bedanya pada leasing tidak disertai hak milik.
  • Utang Jangka Panjang “Long-term Debt”
    Utang jangka panjang merupakan utang yang jangka waktunya adalah panjang, pada umumnya lebih dari 10 tahun. Bentuk utang jangka panjang antara lain pinjaman obligasi dan pinjaman hipotek. Pinjaman Obligasi merupakan pinjaman untuk jangka waktu yang panjang, untuk debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang mempunyai nominal tertentu. Pinjaman hipotek merupakan pinjaman jangka panjang dimana pemberi uang “kreditor” diberi hak hipotek pada suatu barang tidak bergerak, agar bila pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya, barang itu dapat dijual dari hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk menutupin tagihannya.

Modal Sendiri

Modal sendiri atau ekuitas pada dasarnya adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam didalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Modal sendiri diharapkan tetap berada dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas sedangkan modal pinjaman memiliki jatuh tempo.

Modal sendiri didalam suatu perusahaan terdiri dari beberapa jenis yaitu:

  • Modal Saham
    Saham adalah tanda bukti pengembalian bagian atau peserta dalam suatu perusahaan. Adapun jenis-jenis dari saham antara lain saham biasa “Common Stock”, saham Preferen “Preferred Stock”, saham Kumulatif “Cummulative Preferred Stock” dan lain-lain.
  • Cadangan
    Cadangan disini dimaksudkan sebagai cadangan yang dibentuk dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan selama beberapa waktu yang lampau atau dari tahun yang berjalan. Cadangan yang termasuk modal sendiri antara lain cadangan ekspansi, cadangan modal kerja, cadangan selisih kurs, cadangan untuk menampung hal-hal atau kejadian-kejadian yang tidak diduga sebelumnya “cadangan umum”.
  • Laba Ditahan
    Keuntungan yang diperoleh oleh suatu perusahaan dapat sebagian dibayarkan sebagai dividen dan sebagian ditahan oleh perusahaan. Apabila penahanan keuntungan tersebut sudah dengan tujuan tertentu, maka dibentuklah cadangan sebagaimana yang telah diuraikan. Apabila perusahaan belum mempunyai tujuan tertentu mengenai penggunaan keuntungan tersebut, maka keuntungan tersebut merupakan keuntungan yang ditahan.

Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal

Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang dapat meminimalkan biaya penggunaan modal keseluruhan atau biaya modal rata-rata, sehingga akan memaksimalkan nilai perusahaan.

Terdapat empat faktor yang mempengaruhi struktur modal, yaitu sebagai berikut ” Brigham dan Houston, 2001:6″

  • Risiko Bisnis
    Tingkat risiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang. Makin besar risiko bisnis perusahaan, makin rendah rasio utang yang optimal.
  • Posisi Pajak Perusahaan
    Alasan utama menggunakan utang adalah karena biaya bunga dapat dikurangkan dalam perhitungan pajak, sehingga menurunkan biaya utang yang sesungguhnya.
  • Fleksibilitas Keuangan
    Kemampuan untuk menambah modal dengan persyaratan yang wajar dalam keadaan yang memburuk. Para manajer dana perusahaan mengetahui bahwa penyedia modal yang mantap diperlukan untuk operasi yang stabil yang merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan jangka panjang.
  • Konservatisme Atau Agresivitas Manajemen
    Sebagian manajemen lebih agresif dari yang lain, sehingga sebagian perusahaan lebih cenderung menggunakan utang untuk meningkatkan laba. Faktor ini tidak mempengaruhi struktur modal yang optimal atau yang memaksimalkan nilai, tetapi akan mempengaruhi struktur modal yang ditargetkan yang ditetapkan manajer.

Demikianlah pembahasan mengenai “Struktur Modal” Pengertian & ( Komponen – Faktor Yang Mempengaruhi ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: