“Suku Maasai” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat – Peninggalan )

Posted on
“Suku Maasai” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat – Peninggalan )
5 (100%) 1 vote

“Suku Maasai” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat – Peninggalan )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai suku maasai yang dimana dalam hal ini meliputi sejarah, bahasa, adat istiadat dan peninggalan, agar lebih memahami dan di mengerti simak ulasannya dibawah ini.

"Suku Maasai" Sejarah & ( Bahasa - Adat Istiadat - Peninggalan )

Sejarah Suku Maasai

Suku Maasai ialah kelompok suku asli dari Afrika yang memiliki pola hidup seminomaden di Kenya dan Tanzania. Mereka ialah salah satu kelompok Suku Afrika Timur yang pling dikenal di dunia luar karena kebudayaannya yang unik.

Mereka bertempat tinggal dekat dengan banyak cagar alam dan taman nasional di Afrika Timur. Nenek moyang orang Maasai diperkirakan berasal dari Afrika Utara yang bermigrasi ke selatan di sepanjang Lembah Sungai Nil.

Mereka akhirnya tiba di Kenya Utara pada pertengahan abda ke-15, mereka terus menuju ke selatan dan menaklukkan semua suku yang mereka temui diperjalanan, pada akhir abad ke-19 mereka tiba di Tanzania.

Bahasa Suku Maasai

Suku Maasai berbicara dalam bahasa Maasai “Maa”, bahasa Maasai masih berhubungan dengan keluarga bahasa Nilo-Sahara yakni bahasa Dinka, Nuer, Turkana dan Songhai.

Adat Istiadat Suku Maasai

Eunoto merupakan salah satu tradisi masyarakat Maasai, bagi masyarakat non-Maasai ritual ini dikenal dengan nama “jumping dance”, ritual ini menandakan datangnya usia “cukup umur” para prajurit muda suku Maasai, ritual eunoto atau jumping dance menandakan bahwa pemuda suku Maasai sudah cukup umur untuk menjadi prajurit muda.

Rumah Adat Suku Maasai orang-orang Maasai memiliki pola hidup yang semi-nomaden sehingga mereka tidak pernah tinggal di sebuah rumah yang sama sepanjang hidup mereka. Suku Maasai memiliki rumah berbentuk lonjong, biasanya berukuran 2 m x 3 m dengan sudut membulat dan langit-langit rendah, rumah ini dibangun oleh perempuan, proses pembuatn konstruksinya memakan waktu 4 hingga 8 hari.

Rumah ini terbuat dari tiang-tiang yang berasal dari cabang-cabang pohon, tiang-tiang tersebut ditanam di tanah dengan kedalaman 90-150 cm. Kotoran ternak digunakan untuk membasahi sisi-sisi lubang tiang. Pada bagian atasnya tiang-tiang tersebut diikat dengan potongan kayu untuk membentuk rangka atap.

Untuk mengisi kekosongan antara kedua tiang biasanya digunakan cabang-cabang yang lebih kecil, ranting, daun, atau rumput. Bagian luar rumah kemudian diplester dengan campuran lumpur dan kotoran sapi.

Peninggalan Suku Maasai

Dahulu suku Maasai mendiam wilayah yang sangat luas di daerah Kenya dan Tanzania, salah satu wilayah tersebut saat ini menjadi Taman Nasional Serengiti yang terletak di Tanzania. Taman nasional ini memiliki jumlah populasio hewan wildebeest terbesar yakni sebanyak kurang lebih 1,5 juta ekor.

Selama musim hujan “Januari – Maret” kawanan hewan ini banyak tersebar di wilayah Serengeti hingga ke bagian barat Lembah Ngorongoro. Ketika musim kering “April” dan rumput-rumput hijau tak lagi banyak tumbuh, mereka berpindah tempat secara eksodus ke bagian barat daya guna mendapatkan makanan, pada 1981 UNESCO memasukkan Taman Nasional Serengeti dalam daftar warisan dunia “World Heritages Site”.

Demikianlah pembahasan mengenai “Suku Maasai” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat – Peninggalan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

loading...