“Suku Swahili” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat )

Posted on

“Suku Swahili” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai suku swahili yang dimana dalam hal ini meliputi sejarah, bahasa dan adat istiadat, nah agar lebih memahami dan dimengerti simaka ulasannya dibawah ini.

"Suku Swahili" Sejarah & ( Bahasa - Adat Istiadat )

Sejarah Swahili

Swahili merupakan suku bangsa yang bermukim di pantai Afrika Timur terutama di daerah pantai dan kepulauan di Kenya dan Tanzania serta utara Mozambik. Nama “Swahili” berasal dari kata bahasa Arab “Sawahil” yang berarti “penghuni pantai”, bangsa ini berjumlah sekitar 300 hingga 750 ribu orang.

Pengembala Kushistik merupakan nenek moyang suku Swahili, orang-orang Kushistik ini ialah penghuni awal pantai Afrika Timur.

Mereka kemudian bergabung dengan suku-suku yang berbahasa Bantu dan mengadakan pernikahan. Kelompok-kelompok lain kemudian bermigrasi ke pantai ini, termasuk Arab, Hindia, Portugis dan pedagang Indonesia.

Mereka juga menikah dengan penduduk asli dan suku-suku berbahasa Bantu sehingga memunculkan kebudayaan baru yakni Suku Swahili.

Bahasa Suku Swahili

Orang-orang Swahili berbasa Swahili atau Kiswahili, bahasa ini diadaptasi dari bahasa bantu dan diperkaya dengan beberapa kosakata dari bahasa Arab, Portugis dan bahasa Hindi. Diantara penutur asli bahasa Swahili terdapat beberapa dialek Swahili.

Dialek Swahili yang paling terkenal antara lain Amu, yang diucapkan oleh orang-orang Lamu; MVITA, dialek dari Swahilis Mombasa; Pemba, dialek yang diucapkan di Pemba dan Unguja dialek yang diucapkan di Zanzibar.

Namun versi standar dari bahasa Swahili ialah bahasa nasional, baik Kenya maupun Tanzania dan juga dituturkan secara luas di seluruh negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Timur lainnya.

Adat Istiadat Suku Swahili

Budaya Arab memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk tradisi Swahili. Salah satu warisan utama dari budaya Arab ialah prevalensi agama Islam dikalangan masyarakat Swahili. Tradisi Islam mengatur hampir setiap aspek budaya Suku Swahili, termasuk makanan, pakaian dan gaya hidup. Salah satu budaya masyarakat Swahili terlihat dari tradisi pernikahan.

Pernikahan menandai trasisi seseorang ke masa dewasa. Biasanya pernikahan Swahili diatur oleh orang tua. Orang tua pengantin wanita biasanya akan memilih laki-laki untuk putri mereka, tetapi pengantin wanita memiliki hak untuk menolak pilihan orang tuanya dan memilih pengantin laki-lakinya sendiri.

Demikianlah pembahasan mengenai “Suku Swahili” Sejarah & ( Bahasa – Adat Istiadat ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: