“Wawancara” Pengertian & ( Jenis – Tahapan Persiapan )

Posted on
“Wawancara” Pengertian & ( Jenis – Tahapan Persiapan )
5 (100%) 1 vote

“Wawancara” Pengertian & ( Jenis – Tahapan Persiapan )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai wawancara yang dimana dalam hal ini meliputi seperti pengertian, jenis, tahapan persiapan, untuk lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasannya dibawah ini.

"Wawancara" Pengertian & ( Jenis - Tahapan Persiapan )

Pengertian Wawancara

Wawancara merupakan percakapan antara 2 orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Yang tujuan dari wawancara ialah untuk mendapatkan informasi dimana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Jenis-Jenis Wawancara

Adapun jenis-jenis wawancara yang diantaranya yaitu:

Wawancara Bebas

Dalam wawancara bebas, pewancara bebas menanyakan apa saja kepada respoden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.

Wawancara Terpimpin

Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.

Wawancara Bebas Terpimpin

Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengkombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.

Tahap-Tahap Wawancara

Adapun tahap-tahap wawancara yang diantaranya yaitu:

Tahapan Persiapan Wawancara

  • Menentukan maksud atau tujuan wawancara “topik wawancara”.
  • Menentukan informasi yang akan dikumpulkan atau didata.
  • Memilih instansi atau orang-orang yang akan dijadikan sebagai narasumber yang dapat memberikan informasi keterangan atau data yang diperlukan.
  • Menghubungi narasumber sebelum wawancara dilaksanakan sekaligus merundingkan dengan mereka hal-hal yang berkaitan dengan teknik pelaksanaan wawancara misalnya mengenai waktu, tempat dan sebagainya.
  • Menyusun daftar pertanyaan yang akan digunakan dalam pelaksanaan wawancara.

Tahapan Pelaksanaan Wawancara

Tahap pembukaan
  • Pewawancara memperkenalkan diri sekligus mengemukakan maksud dan tujuan wawancara.
  • Pewawancara hendaknya mengikuti tata aturan dan kesopanan baik dalam penampilan maupun penggunaan bahasa.
  • Pewawancara hendaknya berpenampilan rapi, bersih dan enak dipandang.
  • Pewawancara hendaknya menggunakan tutur kata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang yang diwawancarai.
  • Supaya proses tanya jawab berlangsung dengan baik akan lebih baik apabila pewawancara mengenal lebih jauh mengenai identitas atau keterangan-keterangan yang berkenaan dengan pribadi narasumber.
  • Pewawancara sebaiknya mengenal informasi pribadi yang dimiliki oleh narasumber dengan baik, mulai dari nama, keahlian sampai pada pekerjaan atau jabatannya.
Tahap inti
  • Ajukanlah pertenyaan secara sistematis.
  • Kemukakan pertanyaan itu secara jelas dan singkat.
  • Jumlah pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan waktu.
  • Pertanyaan-pertanyaan disampaikan dengan ramah sehingga dapat menciptakan suasana akrab dengan orang yang diwawancarai.
  • Selama proses wawancara berlangsung, pewawancara hendaknya bersikap sebagai pihak yang netral, artinya ia tidak memihak pada suatu konflik pendapat, peristiwa ataupun konflik-konflik lainnya yang mungkin dikemukakan narasumber.
  • Pewawancara hendaknya tidak pula mempengaruhi sikap, pendirian ataupun emosi-emosi narasumber.
  • Pewawancara juga harus mempunyai kesiapan dan teknik-teknik khusus dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi misalnya jawaban yang dikemukakan narasumber dan sebagainya.
  • Pewawancara hendaknya memiliki kemampuan medengar yang akurat, catatlah data penting yang dikemukakan oleh orang yang diwawancarai, apabila perekaman data menggunaklan tape recorder, hendaknya berdasarkan persetujuan narasumber terlebih dahulu. Namun demikian walaupun sudah menggunakan tape recorder sebaiknya pewawancara tetap melakukan pencatatan yang cukup berupa kata-kata kunci dari pendapat yang dikemukakan narasumber. Catatan atau kata-kata kunci itu gunanya untuk membantu pewawancara agar dapat merencanakan pertanyaan baru berikutnya dan membantu pewawancara untuk mencari pokok-pokok penting dalam pita kaset sehingga mempermudah proses penganalisisnya.
Tahap penutup
  • Akhiri kegiatan wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan, pewawancara hendaknya menyatakan ucapan terima kasih. Tambahkan pula pengharapannya agar kedua pihak dapat bertemu lagi pada kesempatan lain.
  • Tetaplah pelihara hubungan baik dengan narasumber.
  • Sebelum hasil wawancara itu diolah atau dipublikasikan sebaiknya narasumber mengetahui rekaman atau catatan dari pendapat-pendapat yang telah dikemukakannya itu. Cara ini dapat meghindari kesalahpahaman di samping memberikan kesempatan kepada narasumber untuk mengoreksi kekeliruan yang mungkin terjadi dari yang telah dikatakannya.

Tahapan Penyusunan Hasil Wawancara

  • Tema atau topik wawancara.
  • Tujuan atau maksud dari wawabncara.
  • Identitas narasumber.
  • Ringkasan isi wawancara, isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.

Demikianlah pembahasan mengenai “Wawancara” Pengertian & ( Jenis – Tahapan Persiapan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan dan semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: