Bahasa Sansekerta : Pengertian, Sejarah, Ciri Dan Contohnya

Diposting pada

Bahasa Sansekerta : Pengertian, Sejarah, Ciri Dan Contohnya – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Bahasa Sansekerta yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian Bahasa Sansekerta, Sejarah Bahasa Sansekerta, Ciri Bahasa Sansekerta dan Contoh Bahasa Sansekerta. Nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.


Sejarah Bahasa Sanskerta

Naskah Devimahatmya pada daun lontar menggunakan aksara Bhujimol awal, berasal dari Bihar atau Nepal, abad ke-11.

Kata sifat saṃskṛta- berarti “berbudaya”. Bahasa yang dirujuk sebagai saṃskṛtā vāk “bahasa yang berbudaya” secara definisi sudah selalu merupakan bahasa yang “tinggi”, dipakai untuk keperluan agama dan keperluan ilmiah serta bertentangan dengan bahasa yang dipakai oleh rakyat jelata. Bahasa ini juga disebut deva-bhāṣā yang artinya adalah “bahasa Dewata”. Tatabahasa bahasa Sanskerta tertua yang masih lestari ialah karangan Pāṇini dan berjudulkan Aṣṭādhyāyī (“Tatabahasa Delapan Bab”) yang kurang lebih ditarikh berasal dari abad ke-5 SM. Tatabahasa ini terutama merupakan tatabahasa normatif atau preskriptif yang terutama mengatur cara pemakaian yang baku dan bukan deskriptif, meski tatabahasa ini juga memuat bagian-bagian deskriptif terutama mengenai bentuk-bentuk Weda yang sudah tidak dipakai lagi pada zaman Panini.

Bahasa Sanskerta termasuk cabang Indo-Arya dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bersama dengan bahasa Iran, bahasa Sanskerta termasuk rumpun bahasa Indo-Iran dan dengan ini bagian dari kelompok Satem bahasa-bahasa Indo-Eropa, yang juga mencakup cabang Balto-Slavik.

Ketika istilah bahasa Sanskerta muncul di India, bahasa ini tidaklah dipandang sebagai sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa-bahasa lainnya, namun terutama sebagai bentuk halus atau berbudaya dalam berbicara. Pengetahuan akan bahasa Sanskerta merupakan sebuah penanda kelas sosial dan bahasa ini terutama diajarkan kepada anggota kasta-kasta tinggi, melalui analisis saksama para tatabahasawan Sanskerta seperti Pāṇini. Bahasa Sanskerta sebagai bahasa terpelajar di India berada di samping bahasa-bahasa Prakreta yang merupakan bahasa rakyat dan akhirnya berkembang menjadi bahasa-bahasa Indo-Arya modern (bahasa Hindi, bahasa Assam, bahasa Urdu, Bengali dan seterusnya).

Baca Juga : “Tata Bahasa” Pengertian & ( Sifat – Macam – Bidang )

Kebanyakan bahasa Dravida dari India, meski merupakan bagian rumpun bahasa yang berbeda, mereka sangat dipengaruhi bahasa Sanskerta, terutama dalam bentuk kata-kata pinjaman. Bahasa Kannada, Telugu dan Malayalam memiliki jumlah kata pungut yang terbesar sementara bahasa Tamil memiliki yang terendah. Pengaruh bahasa Sansekerta pada bahasa-bahasa ini dikenali dengan wacana Tat Sama (“sama”) dan Tat Bhava (“berakar”). Sementara itu bahasa Sansekerta sendiri juga mendapatkan pengaruh substratum bahasa Dravida sejak masa sangat awal.


Bahasa Weda

Bahasa Sanskerta Weda atau disingkat sebagai bahasa Weda adalah bahasa yang dipergunakan di dalam kitab suci Weda, teks-teks suci awal dari India. Teks Weda yang paling awal yaitu gweda, diperkirakan ditulis pada milennium ke-2 SM, dan penggunaan bahasa Weda dilaksanakan sampai kurang lebih tahun 500 SM, ketika bahasa Sanskerta Klasik yang dikodifikasikan Panini mulai muncul.

Bentuk Weda dari bahasa Sanskerta adalah sebuah turunan dekat bahasa Proto-Indo-Iran, dan masih lumayan mirip (dengan selisih kurang lebih 1.500 tahun) dari bahasa Proto-Indo-Europa, bentuk bahasa yang direkonstruksi dari semua bahasa Indo-Eropa. Bahasa Weda adalah bahasa tertua yang masih diketemukan dari cabang bahasa Indo-Iran dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini masih sangat dekat dengan bahasa Avesta, bahasa suci agama Zoroastrianisme. Kekerabatan antara bahasa Sanskerta dengan bahasa-bahasa yang lebih mutakhir dari Eropa seperti bahasa Yunani, bahasa Latin dan bahasa Inggris bisa dilihat dalam kata-kata berikut: Ing. mother /Skt. मतृ matṛ atau Ing. father /Skt. पितृ pitṛ.

Baca Juga : 9 Tata Cara Dalam Penggunaan Dan Penulisan Ejaan


Penelitian Oleh Nangsa Eropa

Penelitian bahasa Sanskerta oleh bangsa Eropa dimulai oleh Heinrich Roth (1620–1668) dan Johann Ernst Hanxleden (1681–1731), dan dilanjutkan dengan proposal rumpun bahasa Indo-Eropa oleh Sir William Jones. Hal ini memainkan peranan penting pada perkembangan ilmu perbandingan bahasa di Dunia Barat.

Sir William Jones, pada kesempatan berceramah kepada Asiatick Society of Bengal di Calcutta, 2 Februari 1786, berkata:

The Sanskrit language whatever be its antiquity, is of a wonderful structure; more perfect than the Greek, more copious than the Latin, and more exquisitely refined than either, yet bearing to both of them a stronger affinity, both in the roots of verbs and in the forms of grammar, than could possibly have been produced by accident; so strong, indeed, that no philologer could examine them all three, without believing them to have sprung from some common source, which, perhaps, no longer exists.”           ”

Bahasa Sanskerta, bagaimanapun kekunaannya, memiliki struktur yang menakjubkan; lebih sempurna daripada bahasa Yunani, lebih luas daripada bahasa Latin dan lebih halus dan berbudaya daripada keduanya, namun memiliki keterkaitan yang lebih erat pada keduanya, baik dalam bentuk akar kata-kata kerja maupun bentuk tatabahasa, yang tak mungkin terjadi hanya secara kebetulan; sangat eratlah keterkaitan ini, sehingga tak ada seorang ahli bahasa yang bisa meneliti ketiganya, tanpa percaya bahwa mereka muncul dari sumber yang sama, yang kemungkinan sudah tidak ada.”                ”

Memang ilmu linguistik (bersama dengan fonologi, dsb.) pertama kali muncul di antara para tatabahasawan India kuna yang berusaha menetapkan hukum-hukum bahasa Sanskerta. Ilmu linguistik modern banyak berhutang kepada mereka dan saat ini banyak istilah-istilah kunci seperti bahuvrihi dan suarabakti diambil dari bahasa Sansekerta.

Baca Juga : 161 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli


Beberapa Ciri – Ciri

Kasus

Salah satu ciri-ciri utama bahasa Sanskerta ialah adanya kasus dalam bahasa ini, yang berjumlah 8. Dalam bahasa Latin yang masih serumpun hanya ada 5 kasus. Selain itu ada tiga jenis kelamin dalam bahasa Sanskerta, maskulin, feminin dan netral dan tiga modus jumlah, singular, dualis dan jamak:

  • kasus nominatif
  • kasus vokatif
  • kasus akusatif
  • kasus instrumentalis
  • kasus datif
  • kasus ablatif
  • kasus genetif
  • kasus lokatif

Pembentukan Kata Majemuk 

Kata-kata majemuk dalam bahasa Sanskerta sangat banyak digunakan, terutama menyangkut kata-kata benda. Kata-kata ini bisa menjadi sangat panjang (lebih dari 10 kata). Nominal majemuk terjadi dengan beberapa bentuk, namun secara morfologis mereka sejatinya sama. Setiap kata benda (atau kata sifat) terdapat dalam bentuk akarnya (bentuk lemah), dengan unsur terakhir saja yang ditasrifkan sesuai kasusnya. Beberapa contoh kata benda atau nominal majemuk termasuk kategori-kategori yang diperikan di bawah ini.

  1. Avyayibhāva
  2. Tatpuruṣa
  3. Karmadhāraya
  4. Dvigu
  5. Dvandva
  6. Bahuvrīhi

Persaingan global semakin membuat setiap manusia di muka bumi ini berlomba – lomba untuk menjadi yang lebih baik. setiap manusia harus bisa menjadi mobile decession maker. tidak hanya itu, waktu, yang menjadi pemakan zaman nomor satu di dunia pun memaksa manusia untuk bisa thing outside the box.

Masalah

Mencari tahu seberapa jauh pengaruh bahasa asing dalam perkembangan bahasa indonesia.

Penjabaran Isi

Kata serapan dalam bahasa atau lebih tepatnya antar bahasa adalah merupakan suatu hal yang lumrah. Setiap kali ada kontak bahasa lewat pemakainya pasti akan terjadi serap menyerap kata. Unit bahasa dan struktur bahasa itu ada yang bersifat tertutup dan terbuka bagi pengaruh bahasa lain. Tertutup berarti sulit menerima pengaruh, terbuka berarti mudah menerima pengaruh. Bunyi bahasa dan kosa kata pada umumnya merupakan unsur bahasa yang bersifat terbuka. Oleh karena itu, dalam kontak bahasa akan terjadi saling pengaruh, meminjam atau menyerap unsur asing dengan sendirinya

Tidak ada dua bahasa yang sama persis apalagi bahasa yang berlainan rumpun. Dalam proses penyerapan dari bahasa pemberi pengaruh kepada bahasa penerima pengaruh akan terjadi perubahan-perubahan. Ada proses penyerapan yang terjadi secara utuh, tetapi ada juga proses penyerapan yang terjadi dengan beberapa penyesuaian baik  dalarn bahasa lisan maupun bahasa tulisnya.

Bahasa Indonesia dari awal pertumbuhannya sampai sekarang telah banyak menyerap unsur-unsur asing terutarna dalam hal kosa kata. Bahasa asing yang memberi pengaruh kosa kata dalam bahasa Indonesia antara lain : bahasa Sansekerta, bahasa Belanda, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Masuknya unsur-unsur asing ini secara historis juga sejalan dengan kontak budaya antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa pemberi pengaruh. Mula-mula bahasa Sansekerta sejalan dengan masuknya agama Hindu ke Indonesia sejak sebelum bahasa Indonesia memunculkan identitas dirinya sebagai bahasa Indonesia, kemudian bahasa Arab karena eratnya hubungan keagamaan dan perdagangan antara masyarakat timur tengah dengan bangsa Indonesia, lalu bahasa Belanda sejalan dengan masuknya penjajahan Belanda ke Indonesia, kemudian bahasa Inggris yang berjalan hingga sekarang, salah satu faktor penyebabnya adalah semakin intensifnya hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi antara bangsa Indonesia dengan masyarakat pengguna bahasa Inggris.

Unsur-unsur asing ini telah menambah sejumlah besar kata ke dalam bahasa Indonesia sehingga bahasa Indonesia mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Dan sejalan dengan perkembangan itu muncullah masalah-masalah kebahasaan, khususnya penyerapan kata-kata bahasa Inggris.

Ada dua cara penyerapan kata-kata dan ungkapan-ungkapan dari bahasa inggris ke dalam bahasa Indonesia. Cara pertama adalah dengan menyerap secara seluruhnya, baik dalam ejaan maupun pada ucapannya. Cara kedua adlah dengan menyesuaikan ejaan maupun ucapannya. Penyerapan dengan [enyesuaian pada umumnya mengacu pada ucapan kata aslinya. Dengan demikian akan terjadi  dalam ejaannya, diselaraskan dengan kaidah bahasa Indonesia.

Berikut ini dapat dilihat beberapa macam pola penyerapan kata-kata dalam bahasa inggris ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata dalam bahasa Inggris yang berawal dengan huruf C,Ch, dan Q.

Baca Juga : Seni Rupa Murni – Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh, Dan Perbedaannya


Contoh Bahasa Sansekerta:

Contoh tulisan Sansekerta

Di bawah ini disajikan sebuah contoh semua kasus sebuah kata maskulin singular deva (Dewa, Tuhan atau Raja).

Singular:

  • nom. devas arti: “Dewa”
  • vok. (he) deva arti: “Wahai Dewa”
  • ak. devam arti: “ke Dewa” dsb.
  • inst. devena arti: “dengan Dewa” dsb.
  • dat. devāya arti: “kepada Dewa”
  • ab. devāt arti: “dari Dewa”
  • gen. devasya arti: “milik Dewa”
  • lok. deve arti: “di Dewa”

Dualis:

  1. nva devau
  2. ida devābhyām
  3. gl devayos

Jamak:

  • nv devās
  • a devān
  • i devais
  • da devebhyas
  • g devānām
  • l deveṣu

Berikut adalah tabel bahasa sansekerta

Inggris

Ucapan

Indonesia

Certificate

Se(r)tifikeit

Sertifikat

Censor

Sensor

Sensor

Canteen

Kantiin

Kantin

Corruption

Korapsien

Korupsi

Check

Cek

Cek

Charter

Carter

Carter

Chocolate

Cokeleit

Coklat

Character

Karakte(r)

Karakter

Quality

Kwoliti

Kualitas

Quantity

Kwontiti

Kuantitas

Quota

Kwota

Kuota

Quiz

Kwiz

Kuiz

Contoh Bahasa Sansekerta Dalam Beberapa Aksara

Contoh Bahasa Sansekerta Dalam Beberapa Aksara

Pengertian Bahasa Sansekerta

Bahasa Sanskerta (ejaan tidak baku: “Sansekerta”) adalah aib satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang sedang dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang. Bahasa yang dapat mengimbangi ‘usia’ bahasa ini dari rumpun bahasa Indo-Eropa hanya bahasa Het. Akap Sanskerta, dalam bahasa Sanskerta Saṃskṛtabhāsa faedahnya adalah bahasa yang sempurna. Maksudnya, lawan dari bahasa Prakerta, atau bahasa rakyat.

Bahasa Sanskerta adalah sebuah bahasa klasik India, sebuah bahasa liturgis dalam kepercayaan kepada tuhan Hindu, Buddhisme, dan Jainisme dan aib satu dari 23 bahasa resmi India. Bahasa ini juga memiliki status yang sama di Nepal.

Posisinya dalam kebudayaan Asia Selatan dan Asia Tenggara mirip dengan posisi bahasa Latin dan Yunani di Eropa. Bahasa Sanskerta berkembang dijadikan jumlah bahasa-bahasa modern di anakbenua India. Bahasa ini muncul dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Weda. Yang terkandung dalam kitab Rgweda adalah fase yang tertua dan paling arkhais. Teks ini ditarikhkan berasal dari tidak begitu lebih 1700 SM dan bahasa Sanskerta Weda adalah bahasa Indo-Arya yang paling tua ditemui dan aib satu anggota rumpun bahasa Indo-Eropa yang tertua.

Khazanah sastra Sanskerta mencakup puisi yang memiliki sebuah tradisi yang kaya, drama dan juga teks-teks ilmiah, teknis, falsafi, dan agamis. Saat ini bahasa Sanskerta sedang tetap digunakan secara luas sebagai sebuah bahasa seremonial pada upacara-upacara Hindu dalam bentuk stotra dan mantra. Bahasa Sanskerta yang diucapkan sedang digunakan pada sebagian lembaga tradisional di India dan bahkan datang sebagian usaha untuk menjadikan hidup lagi bahasa Sanskerta.

Yang akan dipercakapkan di artikel ini adalah bahasa Sanskerta Klasik seperti dikomentari pada atur bahasa Sanskerta karangan Panini, pada sekitar tahun 500 SM.

Baca Juga : Sejarah Bahasa Indonesia Dan Peristiwa Pentingnya


Ciri-Ciri Dan Karakteristik Bahasa Sansekerta

Adapun ciri-ciri dan karakteristik bahasa sansekerta yang diantaranya yaitu:

Memiliki 8 Kasus “Tata Bahasa”

Kasus bahasa sanskerta berjumlah 8, sedangkan bahasa latin yang masih dianggap “serumpun” hanya memiliki 5 kasus “tata bahasa”, kasus-kasus tersebut ialah:

  1. Kasus “tata bahasa” Nominatif “benda”
  2. Kasus “tata bahasa” vokatif “seruan, ajakan, panggilan”
  3. Kasus “tata bahasa” akusatif “objek dari kata kerja”
  4. Kasus “tata bahasa” instrumentalis “alat”
  5. Kasus “tata bahasa” datif “seperti “kepada” atau “untuk”
  6. Kasus “tata bahasa” ablatif “sesuatu yang berasal atau bergerak karena objek”
  7. Kasus “tata bahasa” genetif “kepunyaan”
  8. Kasus “tata bahasa” lokatif “menunjukkan tempat, hampir sama dengan “di”

Terdapat 3 Jenis Kelamin

  • Maskulin “laki-laki/pria”
  • Feminim “perempuan/wanita”
  • Netral

Terdapat 3 Modus Jumlah

  1. Singular “satu”
  2. Dualis “dua”
  3. Jamak “banyak atau lebih dari dua”

Skema Dasar Untuk Kata Benda dan Kata Sifat

Skema Dasar Untuk Kata Benda

Terdapat Hukum Sandhi

Hukum sandhi ialah sebuah fenomena dimana ada dua bunyi berbeda yang berdekatan dan bisa berasimilasi “perubahan bunyi dengan bunyi lain”.

Demikianlah pembahasan mengenai Bahasa Sansekerta : Pengertian, Sejarah, Ciri Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.